Arteta Sebut Gol Havertz Bisa Jadi Titik Balik Musim Arsenal
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengakui bahwa timnya datang ke Portugal dengan misi besar untuk membuktikan diri setelah periode kelam di kompetisi domestik. Berbicara usai kemenangan dramatis 1-0 atas Sporting CP di leg pertama perempat final Liga Champions, Arteta meyakini gol kemenangan Kai Havertz di masa injury time bisa menjadi momen krusial yang menentukan arah musim The Gunners.
Kemenangan ini terasa seperti napas lega bagi Arsenal, yang baru saja mengalami pekan yang menghancurkan mental, usai kalah 2-0 dari Manchester City di final Carabao Cup dan disingkirkan tim kasta kedua, Southampton, dari ajang FA Cup hanya dalam kurun waktu tujuh hari.
Menjawab Keraguan
Arteta tidak menampik bahwa kepercayaan diri skuadnya sempat goyah setelah dua kekalahan beruntun yang mengakhiri harapan mereka meraih quadruple.
“Saya sangat senang – ini adalah malam yang besar, momen besar dalam musim ini,” kata Arteta.
Baca juga: Gol Telat Havertz Bawa Arsenal Curi Kemenangan Tipis di Markas Sporting CP
“Terutama mengingat dari mana kami berasal. Saya pikir kami memiliki sesuatu untuk dibuktikan. Kemarin saya berbicara tentang identitas dan hal-hal yang ingin saya lihat di lapangan itu. Memang terjadi perubahan di sana, dan mereka adalah lawan yang tangguh.
“Sangat sulit, sangat berat untuk bermain di sana. Itulah alasan mengapa mereka menang 17 kali berturut-turut di sini. Mereka sudah lama tidak kalah. Kami benar-benar harus mendapatkannya dengan susah payah.”
Pelatih asal Spanyol itu memberikan pujian khusus kepada para pemainnya yang tetap disiplin meski ditekan hebat oleh tuan rumah, terutama kiper David Raya yang melakukan serangkaian penyelamatan heroik sebelum Havertz memecah kebuntuan pada menit ke-91.
Momen Besar bagi Havertz dan Tim
Bagi Kai Havertz, gol tersebut merupakan gol ketiganya di Liga Champions musim ini. Arteta menyebut dampak dari gol tersebut jauh lebih besar daripada sekadar satu angka di papan skor.
“Tuntutan mulai Agustus [dan seterusnya] adalah menang, menang, menang, dan menang; dan jika Anda tidak menang, itu bencana, dan tidak cukup jika Anda tidak memenangkan empat trofi,” jelasnya.
“Jadi itu tidak masalah, tetapi mereka perlu perspektif, terutama dari pihak saya, pengingat besar tentang siapa kita sebagai tim dan hal-hal yang telah membawa kita ke tempat kita sekarang. Dan terima itu, jalani masa kini, lakukan yang terbaik dan mari kita lihat apa yang terjadi.”
Baca juga: Aaron Ramsey Resmi Pensiun dari Sepak Bola di Usia 35 Tahun
Bangkit dari Keterpurukan Domestik
Kemenangan ini sekaligus menghentikan tren negatif Arsenal yang untuk pertama kalinya musim ini kalah dalam dua laga beruntun. Meski penampilan mereka belum kembali ke level terbaiknya, hasil di Lisbon menunjukkan sisi lain dari skuad asuhan Arteta, yaitu kemampuan untuk menang dengan cara yang sulit.
Kini, fokus Arsenal akan terbagi antara mempertahankan keunggulan tipis ini di Emirates Stadium pada 16 April mendatang dan melanjutkan perburuan gelar Premier League. Dengan lima tiket Liga Champions yang sudah diamankan oleh liga Inggris berkat kemenangan ini, beban di pundak Arteta sedikit berkurang, namun ambisi untuk mengangkat trofi pertama sejak 2020 tetap menjadi prioritas utama.