Arbeloa Bertanggung Jawab Usai Real Madrid Dipermalukan Benfica
Atmosfer dingin dan hujan deras di Estadio da Luz menjadi saksi runtuhnya dominasi Real Madrid di fase liga Champions League 2025-26. Kekalahan memilukan 4-2 dari Benfica tak hanya memupus harapan Los Blancos untuk lolos otomatis ke babak 16 besar, tetapi juga memicu gelombang kritik tajam terhadap sang pelatih, Alvaro Arbeloa.
Usai laga, Arbeloa tidak mencari kambing hitam. Meski timnya harus bermain dengan sembilan orang di menit-menit akhir menyusul kartu merah Raul Asencio dan Rodrygo, pelatih berusia 43 tahun itu dengan tegas mengambil tanggung jawab penuh atas hasil minor tersebut.
Kualitas di Bawah Ekspektasi
Meski Kylian Mbappé sukses melesakkan dua gol, Madrid seolah kehilangan arah menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Benfica.
Baca juga: Benfica Menang Dramatis 4-2 Lawan Real Madrid Lewat Gol Kiper di Menit Akhir
Puncaknya adalah bencana di sepuluh menit terakhir yang melihat Raúl Asencio dan Rodrygo diusir keluar lapangan. Gol penutup dari kiper Benfica, Anatoliy Trubin, melalui sundulan spektakuler di menit ke-98 seolah menjadi simbol keruntuhan total tim tamu.
Di hadapan para jurnalis, Arbeloa tampil dengan nada bicara yang rendah namun tegas dalam mengevaluasi kinerjanya sendiri.
"Kami belum mencapai potensi maksimal kami, belum memenuhi tuntutan lawan, atmosfer pertandingan, dan apa yang dipertaruhkan," kata Arbeloa.
"Kami belum mampu tampil maksimal selama 90 menit. Kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan; kami sadar masih banyak yang harus diselesaikan.”
"Kita harus melihat ke depan. Untuk memenangkan pertandingan-pertandingan ini, Anda harus melakukan banyak hal dengan baik selama 90 menit."
Di Bawah Bayang-Bayang Sang Mentor
Narasi tentang murid melawan guru tidak bisa dihindari. Arbeloa, yang dikenal sebagai salah satu pembela setia Mourinho saat keduanya masih di Madrid, kali ini harus mengakui keunggulan taktik mantan pelatihnya tersebut. Jika Benfica bermain dengan energi yang eksplosif, struktur pertahanan Madrid justru hancur berantakan setelah jeda babak pertama.
"Saya tahu level lawan dan pelatih mereka. Saya sudah memberi tahu para pemain tentang hal itu. Saya tidak mampu membuat para pemain tampil sesuai level yang saya inginkan.
Baca juga: Nyaris Salah Hitung, Mourinho Ungkap Kebingungan Selisih Gol Usai Tekuk Madrid
“Jika tim tidak tampil sesuai level tersebut, tanggung jawab selalu ada pada saya. Saya tidak mampu membuat mereka menghadapi pertandingan dengan cara yang saya inginkan."
Apa Selanjutnya bagi Los Blancos?
Dampak dari kekalahan ini sangat signifikan. Dengan finis di peringkat ke-9 pada fase liga, Real Madrid kehilangan tiket otomatis ke babak 16 besar. Mereka kini harus menghadapi babak play-off dua leg melawan tim-tim tangguh seperti Bodo/Glimt atau Benfica.
Arbeloa kini menghadapi krisis kepemimpinan pertamanya. Dengan dua pemain kunci yang dipastikan absen karena skorsing dan aura dominasi Eropa yang sedikit memudar, pelatih muda ini harus segera menemukan cara untuk menstabilkan kapal sebelum musim domestik mereka ikut terancam.