Nyaris Salah Hitung, Mourinho Ungkap Kebingungan Selisih Gol Usai Tekuk Madrid
José Mourinho kembali membuktikan mengapa ia dijuluki sebagai sosok yang penuh drama. Dalam malam yang magis di Estadio da Luz, Benfica sukses menaklukkan raksasa Spanyol, Real Madrid, dengan skor 4-2. Namun, di balik perayaan kemenangan bersejarah itu, Mourinho mengakui adanya kebingungan taktis terkait selisih gol yang nyaris membuat timnya tersingkir secara prematur.
Kemenangan ini memastikan Benfica menempati peringkat ke-24, posisi terakhir untuk lolos ke babak play-off, sekaligus mengirim mantan klub Mourinho, Real Madrid, ke peringkat ke-9 dan memaksa mereka juga menempuh jalur play-off.
Nyaris Salah Hitung
Drama memuncak saat laga memasuki masa injury time. Dengan skor 3-2 untuk keunggulan Benfica, Mourinho mengakui bahwa ia sempat salah menghitung skenario poin di klasemen liga yang baru. Ia mengira kemenangan tipis sudah cukup untuk membawa The Eagles lolos.
Baca juga: Benfica Menang Dramatis 4-2 Lawan Real Madrid Lewat Gol Kiper di Menit Akhir
Namun, asistennya segera memberitahu bahwa Marseille masih unggul dalam selisih gol, sehingga Benfica mutlak membutuhkan gol keempat untuk naik ke peringkat 24.
"Saat saya melakukan pergantian pemain terakhir, [Franjo] Ivanovic dan [Antonio] Silva, saya diberi tahu [skor akhir] sudah cukup, jadi mari kita akhiri pertandingan," kata Mourinho kepada Paramount+.
"Beberapa detik kemudian, mereka memberi tahu saya bahwa kami membutuhkan satu gol lagi, tetapi saya tidak dapat melakukan pergantian pemain lagi. Itu adalah poin keberuntungan, mendapatkan tendangan bebas, yang memungkinkan kami untuk bermain dengan pemain hebat [Trubin]."
Pahlawan Tak Terduga
Instruksi nekat Mourinho membuahkan hasil paling ikonik dalam sejarah Benfica. Pada menit ke-98, dalam sebuah situasi bola mati terakhir, kiper Anatoliy Trubin maju ke kotak penalti Madrid dan menyundul bola masuk ke gawang Thibaut Courtois.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 4-2, hasil yang tepat dibutuhkan Benfica untuk menggeser Marseille dari zona play-off berdasarkan produktivitas gol. Stadion meledak dalam euforia, sementara Mourinho terlihat emosional di pinggir lapangan.
Baca juga: Inggris Dominan, Inilah Daftar Tim yang Lolos ke Fase Gugur Liga Champions 2025-26
"Kiper kami, Trubin, yang tingginya dua meter, masuk ke kotak penalti dan mencetak gol fantastis, gol bersejarah... Rasanya seperti stadion akan runtuh. Luar biasa,” ujarnya.
Kekalahan telak ini menjadi pil pahit bagi Real Madrid. Akibat kegagalan mencuri poin di Portugal, Madrid terlempar dari zona delapan besar otomatis dan harus berjuang melalui babak play-off yang melelahkan.
Di sisi lain, kemenangan ini merupakan keajaiban bagi Benfica. Skuad asuhan Mourinho berhasil merangkak naik dan mengamankan slot terakhir di babak play-off, sekaligus memberikan pesan kuat bahwa mereka masih merupakan ancaman serius di kancah Eropa.