Menjelang duel penentuan di Villa Park, manajer Nottingham Forest, Vítor Pereira, memberikan penghormatan setinggi langit kepada sejawatnya di Aston Villa, Unai Emery. Pereira tanpa ragu menobatkan pelatih asal Spanyol tersebut sebagai Raja Liga Europa berkat rekam jejaknya yang luar biasa di kompetisi ini.

Pernyataan tersebut dilontarkan Pereira sebelum laga leg kedua semifinal pada Kamis malam (Jumat dini hari WIB). Sambil tersenyum, pelatih asal Portugal itu bahkan sempat berkelakar mengenai koleksi trofi Emery yang sudah terlalu banyak.

Lemari Trofi Emery Penuh

Emery merupakan manajer tersukses dalam sejarah kompetisi ini dengan raihan empat gelar juara (tiga bersama Sevilla dan satu bersama Villarreal). 

Musim ini, ia berpeluang menambah koleksinya menjadi lima jika mampu membawa Villa membalikkan keadaan setelah kalah 1-0 dari Forest di leg pertama.

"Dia adalah raja kompetisi," kata Pereira kepada TNT Sports. "Tapi terakhir kali kami punya waktu sebentar untuk berbicara, saya berkata kepadanya: 'Kamu tidak punya tempat lagi di kamarmu untuk satu trofi lagi.'

Baca juga: Emery: Tak Juara Europa League Bukan Berarti Kegagalan bagi Aston Villa

"Tapi orang-orang yang mulai saya saingi sejak saya masih kecil, [yang selalu] berkompetisi untuk menang, berkompetisi untuk menang. Orang seperti ini, ketika mereka memenangkan sesuatu, semenit kemudian, mereka mulai berpikir, 'Apa lagi yang akan saya menangkan?'"

"Karena inilah semangatnya. Inilah yang harus kita miliki setiap kali dalam kompetisi - untuk menang, menang, menang, dan setelah itu, kita ingin menang lagi. Dan ketika kita kalah, kita harus kalah dengan bangga pada diri sendiri. Inilah yang, bagi saya, penting setiap saat."

Misi Mempertahankan Keunggulan

Nottingham Forest bertandang ke West Midlands dengan modal kemenangan tipis 1-0 berkat gol Chris Wood di City Ground pekan lalu. Bagi Forest, mencapai final akan menjadi pencapaian bersejarah, membangkitkan memori kejayaan Eropa mereka di era Brian Clough.

"Cara untuk meningkatkan kemampuan dalam sepak bola adalah dengan belajar setiap hari," tambah Pereira. "Kita perlu belajar. Dulu saya sering mengatakan bahwa saya belajar lebih banyak daripada anak-anak saya, bahkan ketika mereka masih kuliah.

"Sekarang mereka sudah lulus, tetapi dulu saya selalu berkata kepada mereka, 'Saya belajar setiap hari dari saat saya bangun sampai saya tidur.' Saya belajar karena kita perlu belajar. Kita perlu merenung. Kita perlu memahami mengapa hal-hal terjadi dan apa yang dapat kita tingkatkan.

Baca juga: Chelsea Derita Enam Kekalahan Beruntun usai Tumbang 1-3 dari Forest

"Tentu saja, Emery melakukan hal yang sama. Kita menonton ulang pertandingan, kedua pertandingan, dan kita berusaha untuk menjadi lebih baik. Kita akan mencoba memperbaiki beberapa hal dan menjadi lebih baik [di leg kedua]."

Update Skuad

Dalam kesempatan yang sama, Pereira mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kebugaran bintang mereka, Morgan Gibbs-White, yang mengalami cedera kepala saat melawan Chelsea akhir pekan lalu. Keputusan mengenai partisipasinya akan diambil sesaat sebelum pertandingan.

Di sisi lain, Villa dipastikan tampil tanpa Amadou Onana, namun Emery berharap pengaruh kepemimpinan John McGinn dapat membantu timnya membalikkan defisit gol dan melaju ke partai puncak di Puskas Arena.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!