Liverpool memastikan langkah mereka ke babak perempat final Liga Champions UEFA 2025-26 setelah meluluhlantakkan raksasa Turki, Galatasaray, dengan skor telak 4-0 pada leg kedua babak 16 besar. Hasil ini membalikkan keadaan setelah kekalahan 0-1 di Istanbul pekan lalu, sekaligus memastikan agregat 4-1 untuk keunggulan The Reds.

Pasukan Arne Slot tampil dominan sejak menit pertama, melepaskan total 32 tembakan untuk membongkar pertahanan rapat tim asuhan Okan Buruk yang tampil tanpa Davinson Sanchez yang terkena suspensi.

Szoboszlai Membuka Asa

Misi comeback Liverpool dimulai pada menit ke-25. Berawal dari skema sepak pojok cerdik Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai yang berdiri di tepi kotak penalti menyambut bola dengan tembakan rendah yang meluncur mulus ke pojok gawang Ugurcan Cakir.

Baca juga: Kritik Fans Liverpool, Szoboszlai Minta Fans Bertahan Hingga Peluit Akhir

Stadion Anfield hampir saja meledak sesaat sebelum turun minum ketika wasit menunjuk titik putih. Namun, eksekusi penalti panenka Mohamed Salah berhasil digagalkan oleh kaki Cakir, membuat babak pertama berakhir dengan agregat imbang 1-1 yang menegangkan.

Badai Merah di Babak Kedua

Kegagalan penalti tersebut justru menjadi bahan bakar bagi Liverpool di babak kedua. Hanya butuh enam menit setelah jeda bagi tuan rumah untuk berbalik unggul secara agregat. Mohamed Salah menebus kesalahannya dengan memberikan umpan matang kepada Hugo Ekitike yang dengan tenang menceploskan bola ke dalam jala.

Belum sempat Galatasaray bernapas, Ryan Gravenberch memperlebar jarak dua menit kemudian. Gelandang asal Belanda tersebut menyambar bola rebound hasil tepisan Cakir untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Pesta gol ditutup oleh Salah pada menit ke-62. Melalui aksi khasnya, Salah melepaskan tendangan melengkung kaki kiri dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Gol tersebut merupakan gol ke-50 Salah di ajang Liga Champions, menjadikannya pemain Afrika pertama yang mencapai tonggak sejarah tersebut.

Dominasi Mutlak

Statistik pertandingan mencerminkan dominasi total Liverpool: 56% penguasaan bola dan 16 tembakan tepat sasaran, berbanding terbalik dengan Galatasaray yang hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga. 

Baca juga: Liverpool 1-1 Spurs: Gol Menit Akhir Richarlison Paksa Hasil Imbang

Lini tengah yang digalang Mac Allister dan Szoboszlai benar-benar mematikan kreativitas tim tamu yang mengandalkan Victor Osimhen di lini depan, yang sayangnya harus ditarik keluar di babak kedua karena cedera.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri catatan buruk Liverpool yang sebelumnya menelan dua kekalahan dari Galatasaray di fase grup musim ini.

Langkah Liverpool selanjutnya dipastikan tidak akan mudah. Di babak perempat final, mereka akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain. Laga ini akan menjadi ajang balas dendam bagi Arne Slot, mengingat musim lalu langkah Liverpool dihentikan oleh anak asuh Luis Enrique melalui adu penalti yang dramatis di Anfield.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!