Stamford Bridge akan kembali menjadi saksi bisu duel panas bertajuk Derbi London saat Chelsea menjamu pemuncak klasemen Premier League, Arsenal, dalam laga leg pertama semifinal Carabao Cup 2025/26 pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Laga ini sekaligus menjadi ujian berat kedua bagi pelatih baru The Blues, Liam Rosenior, sejak ditunjuk menggantikan Enzo Maresca awal pekan lalu.

Meski menyadari status Arsenal sebagai tim paling konsisten di Inggris musim ini, Rosenior menegaskan bahwa skuad yang ia warisi saat ini sudah lebih dari cukup untuk meraih hasil maksimal.

“Kami Memiliki Sumber Daya untuk Menang”

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Rosenior memancarkan kepercayaan diri yang tinggi. 

Meskipun beberapa penggemar masih mempertanyakan pengalamannya, mantan pelatih Hull City dan Strasbourg ini bersikeras bahwa fokusnya adalah pada kualitas yang tersedia di ruang ganti Chelsea saat ini.

“Saya rasa saya memiliki cukup sumber daya dan alat yang memadai untuk menang sekarang. Saya sudah menjelaskan hal itu kepada para pemain. Jadi, kami akan memberikan yang terbaik,” kata Rosenior.

“Saya ingin berada di sini selama enam tahun atau lebih, tetapi saya sadar bahwa untuk mewujudkannya, saya harus menang.”

Baca juga: 10 Pemain Chelsea 1-2 di Kandang Fulham

“Saya mengerti setiap klub memiliki proyek yang berbeda dan kata 'proyek' sering muncul sekarang dalam sepak bola, tetapi ide dalam setiap proyek adalah di setiap pertandingan yang Anda mainkan, Anda berusaha untuk memenangkannya. Sesederhana itu.”

“Jadi, ya, saya punya ide tentang seperti apa tim yang saya inginkan dalam satu tahun ke depan, dua tahun ke depan, tiga tahun ke depan.”

Rosenior memulai debutnya dengan gemilang akhir pekan lalu, menghancurkan Charlton Athletic 5-1 di FA Cup. Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa menghadapi pasukan Mikel Arteta adalah level tantangan yang berbeda.

Waspadai Strategi "Set Piece FC"

Satu hal yang menjadi perhatian khusus Rosenior adalah efektivitas Arsenal dalam situasi bola mati. 

Meskipun ia sempat melontarkan komentar heran mengenai julukan "Set Piece FC" yang disematkan pada Arsenal, ia tetap memberikan rasa hormat yang tinggi pada organisasi permainan The Gunners.

"Saya tidak tahu siapa yang menyebut mereka Set Piece FC. Saya jelas bukan. Mereka adalah tim yang sangat bagus tanpa bola. Mereka memiliki ide yang sangat, sangat jelas tentang cara mereka ingin bermain dengan bola," katanya.

"Selain itu, mereka sangat terorganisir dengan baik dan memiliki umpan yang bagus dalam situasi bola mati. Itulah yang Anda inginkan jika ingin sukses."

"Kami telah mempelajari taktik Arsenal sejak saya bergabung dengan klub ini. Kami menonton semua pertandingan mereka, menganalisis setiap aspek permainan mereka, termasuk bola mati, yang mana mereka sangat bagus dalam hal itu.”

Baca juga: McFarlane Sebut Rosenior Bisa Jadi Inspirasi Pelatih Muda di Chelsea

Kembalinya Pilar Utama

Kabar baik bagi pendukung Chelsea adalah kembalinya beberapa pemain kunci yang sempat diistirahatkan saat melawan Charlton. Cole Palmer, yang musimnya sempat terganggu cedera pangkal paha, diprediksi akan turun sejak menit awal. Begitu pula dengan kapten Reece James dan Malo Gusto yang siap memperkuat sektor bek sayap.

Namun, Chelsea dipastikan tampil tanpa Moises Caicedo yang terkena akumulasi kartu kuning. Absennya Caicedo menjadi celah yang harus segera ditutup oleh Rosenior, kemungkinan besar dengan mengandalkan energi Enzo Fernandez dan pemain muda berbahan bakar tinggi di lini tengah.

Di kubu lawan, Arsenal datang dengan rekor sembilan pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi. Meskipun mereka memiliki beberapa masalah cedera di lini belakang, ketajaman lini serang yang dipimpin Martin Ødegaard tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Chelsea yang musim ini kerap ceroboh saat bermain di kandang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!