Audi telah membuat pernyataan paling ambisius sejak mengumumkan masuknya mereka ke Formula 1. Dalam sebuah acara peluncuran yang megah di Munich, pabrikan mobil Jerman itu tidak hanya mengungkap desain dan livery awal untuk mobil debut 2026 mereka, R26 Concept, tetapi juga menetapkan target jangka panjang yang jelas: Mereka mengincar gelar Juara Dunia F1 pada tahun 2030.

Meskipun debut resmi mereka di grid baru akan terjadi pada musim 2026, yang bertepatan dengan perubahan regulasi teknis besar, Audi mengungkapkan dengan berani soal ambisi kejuaraan mereka lima tahun setelah musim pertama mereka.

R26: Simbol Identitas Baru di F1

Konsep R26, yang dipamerkan di Audi Brand Experience Center, memberikan gambaran visual yang memukau tentang identitas merek Audi di arena balap jet darat. Mobil konsep ini menampilkan palet warna baru yang dominan: perpaduan modern antara warna Titanium metalik, Carbon Black yang diekspos, dan Audi Red yang baru dikembangkan.

Menariknya, empat cincin ikonik Audi akan diwarnai merah secara selektif pada mobil F1 mereka, menandai pergeseran desain yang berani.

Baca juga: Norris Klaim Kemenangan Dominan di GP Brasil 2025, Verstappen Spektakuler

CEO Audi, Gernot Döllner, menekankan bahwa R26 lebih dari sekadar desain; itu adalah cerminan dari filosofi perusahaan yang baru: "Memasuki puncak motorsport adalah babak berikutnya dalam pembaruan perusahaan. Formula 1 akan menjadi katalisator bagi perubahan menuju Audi yang lebih ramping, lebih cepat, dan lebih inovatif."

Jalan Menuju Mahkota Juara

Peta jalan ambisius hingga 2030 ini menunjukkan pendekatan yang realistis dan terukur dari pabrikan berbasis Neuburg ini. Mereka menyadari bahwa menjadi tim papan atas dalam semalam adalah hal yang mustahil.

Doellner mengatakan pabrikan Jerman itu menargetkan tawaran kejuaraan dunia mulai tahun 2030 dan seterusnya, sementara juga memiliki ambisi untuk tahun-tahun pertamanya dalam seri tersebut.

"Dua tahun ke depan kami akan menjadi penantang," ujar Doellner.

"Kami harus meningkatkan performa dari posisi kami saat ini dan juga memiliki ambisi untuk tahun 2026 dan 2027. Tahun-tahun ini adalah tahun-tahun penantang. Dan mulai tahun 2028, kami ingin menjadi pesaing sejati dan kemudian mulai tahun 2030 berjuang untuk kejuaraan."

Baca juga: Mercedes Ikat Russell dan Antonelli dengan Kontrak Baru untuk Musim 2026

Fondasi Tim dan Mesin Baru

Audi memasuki F1 sebagai tim pabrikan penuh, yang berarti mereka akan merancang dan membangun sasis di markas Sauber di Hinwil, Swiss, sekaligus mengembangkan unit daya hybrid 1,6 liter V6 baru mereka di Jerman. 

Pendekatan terintegrasi ini dipandang penting untuk mencapai kesuksesan jangka panjang, meniru model yang digunakan oleh tim dominan seperti Mercedes dan Ferrari.

Untuk memimpin skuad, Audi telah merekrut talenta berpengalaman, termasuk Mattia Binotto, eks Team Principal Ferrari yang kini mengepalai proyek F1 Audi, dan Jonathan Wheatley, mantan Sporting Director Red Bull Racing, yang menjabat sebagai Team Principal. 

Untuk musim debut 2026, tim akan diperkuat oleh perpaduan pengalaman dan bakat muda, yaitu pembalap veteran Jerman Nico Hülkenberg dan rookie Brasil yang menjanjikan, Gabriel Bortoleto.

Pengungkapan R26 Concept dan target 2030 ini menempatkan Audi sebagai salah satu proyek pabrikan paling serius di Formula 1, sekaligus menetapkan tantangan bagi tim-tim mapan seperti Red Bull, Mercedes, dan McLaren untuk mempertahankan dominasi mereka di akhir dekade ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!