Tekuk Tunisia 3-1, Belanda Segel Status Juara Grup F Piala Dunia 2026
Tim nasional Belanda sukses mengamankan posisi puncak Grup F Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Tunisia dengan skor meyakinkan 3-1 di Stadion Kansas City yang diguyur hujan. Kemenangan taktis ini mengantarkan armada Ronald Koeman melangkah mantap ke babak 32 besar sebagai juara grup berbekal raihan 7 poin.
Oranje tampil menghentak sejak menit awal dan langsung unggul dua gol dalam kurun waktu tujuh menit pertama lewat gol bunuh diri Ellyes Skhiri dan sontekan Brian Brobbey. Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Hazem Mastouri, namun Jan Paul van Hecke mengunci kemenangan Belanda di pertengahan babak kedua sekaligus memulangkan wakil Afrika tersebut tanpa raihan poin dari turnamen.
Start Kilat Bersejarah Oranje
Belanda tidak membuang waktu untuk langsung menekan sejak peluit sepak mula dibunyikan. Laga baru berjalan tiga menit ketika umpan silang mendatar dari Denzel Dumfries salah diantisipasi oleh kapten Tunisia, Ellyes Skhiri, yang justru membelokkan bola ke dalam gawangnya sendiri saat mencoba memotong jalur operan menuju Brian Brobbey.
Baca juga: Dumfries Peringatkan Belanda Bersiap Hadapi Tunisia yang Main Total
Hanya berselang empat menit, petaka kembali menghampiri lini belakang Carthage Eagles. Berawal dari situasi bola mati, bek tengah sekaligus kapten Virgil van Dijk memenangkan duel udara di dalam kotak penalti dan mengarahkan bola tepat ke depan gawang. Brobbey yang berdiri di posisi tepat langsung menyambar bola dengan sepakan keras untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Catatan impresif ini menjadi momen perdana sepanjang sejarah partisipasi Belanda di Piala Dunia, dari 58 laga yang telah mereka lakoni, di mana mereka mampu melesakkan dua gol dalam rentang tujuh menit pembuka.
Skuad asuhan Hervé Renard sejatinya berupaya merespons lewat peluang Ismaël Gharbi dan Anis Ben Slimane, namun penampilan gemilang kiper Bart Verbruggen serta barisan pertahanan kokoh yang digalang Nathan Aké mampu mementahkan peluang-peluang tersebut hingga turun minum.
Perlawanan Tunisia Dipatahkan Van Hecke
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan di bawah guyuran hujan berlangsung semakin sengit. Tunisia yang enggan menyerah begitu saja akhirnya berhasil menemukan momentum kebangkitan pada menit ke-54. Skema sepak pojok apik dari gelandang cerdik Hannibal Mejbri berhasil disambut dengan sundulan tajam oleh Hazem Mastouri yang lepas dari kawalan bek lawan.
Namun, asa Carthage Eagles untuk memaksakan hasil imbang langsung sirna delapan menit kemudian. Belanda dengan cepat memulihkan keunggulan dua gol mereka pada menit ke-62. Kali ini giliran Tijjani Reijnders yang mengirimkan umpan sepak pojok akurat, yang langsung dikonversi menjadi gol lewat sundulan bertenaga dari bek Tottenham Hotspur, Jan Paul van Hecke. Skor berubah menjadi 3-1.
Baca juga: Koeman Tak Menyesal Usai Ditahan Jepang, Tuntut Belanda Tampil Lebih Garang
Ronald Koeman kemudian menyegarkan lini serang dengan memasukkan beberapa tenaga baru seperti Crysencio Summerville, Memphis Depay, dan Noa Lang guna menjaga dominasi permainan. Skor dua gol keunggulan berhasil dipertahankan secara disiplin oleh Belanda hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit.
Hadapi Maroko di Babak Gugur
Sebagai juara Grup F, Belanda dijadwalkan akan langsung terbang ke Monterrey untuk melakoni laga hidup-mati di babak 32 besar pada tanggal 30 Juni mendatang. Mereka akan menghadapi lawan berat, Maroko, yang merupakan semifinalis Piala Dunia 2022 dan finis sebagai runner-up di Grup C.
Di sisi lain, kekalahan ini menutup petualangan berharga Tunisia di benua Amerika dengan menempati posisi juru kunci grup tanpa raihan poin.