Playmaker Chelsea, Cole Palmer, akhirnya buka suara setelah namanya secara mengejutkan dicoret dari skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026

Pemain berusia 24 tahun itu memberikan respons santai yang menjadi ciri khasnya terhadap keputusan taktis berani dari Thomas Tuchel.

Absen di Piala Dunia

Padahal, Palmer merupakan salah satu aset paling berbahaya Inggris di bawah asuhan Gareth Southgate, termasuk saat mencetak gol penyeimbang yang brilian di final Euro 2024. 

Namun, kali ini ia harus rela ditinggal di rumah bersama nama-nama besar lainnya seperti Phil Foden dan Trent Alexander-Arnold. Berbicara dari tempat liburannya di Ibiza, Palmer menegaskan bahwa ia tetap berpikiran positif.

Baca juga: Tuchel Resmi Rilis 26 Pemain Inggris di Piala Dunia 2026

"Musim ini memang bukan yang terbaik bagi saya, tapi beginilah kenyataannya," ujar Palmer kepada i-D Magazine. 

"Saya tidak akan menangisi keputusan yang tidak bisa diubah. Saya berharap rekan-rekan di tim bisa melaju sejauh mungkin. Saya tidak terlalu sedih. Saya hanya mengobrol dengan teman-teman saya di luar sepak bola. Mereka orang-orang biasa, jadi itu membantu saya merasa normal, merasa tenang.”

Performa di Atas Reputasi

Keputusan untuk meninggalkan Palmer sempat memicu perdebatan sengit di kalangan publik sepak bola Inggris. Terlebih lagi, performa lini serang Three Lions yang dinilai kurang kreatif saat ditahan imbang Ghana 0-0 di fase grup seolah membenarkan bahwa Inggris merindukan sosok Palmer. 

Kendati demikian, Thomas Tuchel tetap teguh pada pendiriannya dan menegaskan bahwa reputasi besar tidak menjamin tempat di timnya.

Tuchel menunjuk langsung pada rekam medis Palmer yang kurang meyakinkan di Stamford Bridge musim ini. Serangkaian cedera pangkal paha, paha, dan jari kaki membatasi kontribusinya menjadi hanya 11 gol dan 3 asis dari 34 penampilan. 

Arsitek asal Jerman tersebut menekankan bahwa penurunan performa di klub serta beberapa kali absennya Palmer dari pemusatan latihan Inggris karena masalah fisik, membuatnya tidak bisa mengambil risiko untuk memboyong sang pemain ke turnamen seketat Piala Dunia.

Tanpa kesibukan sepak bola di musim panas, Palmer menantikan musim panas yang santai, di sela-sela menonton pertandingan Inggris jika ia tidak melakukan apa pun.

Baca juga: Tuchel Tegaskan Tak Takut Coret Nama Besar di Timnas Inggris

”Saya akan bersantai musim panas ini, beristirahat untuk pertama kalinya dalam tiga atau empat tahun, sebelum kembali melakukan apa yang saya sukai,” ujar Palmer.

”Jika saya tidak melakukan apa pun, maka saya akan menonton pertandingan, ya."

Berkah Tersembunyi Bagi Chelsea dan Alonso

Meskipun pencoretan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi internasional Palmer, situasi ini justru menjadi berkah luar biasa bagi Chelsea. Untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun terakhir, bintang muda ini akhirnya bisa menikmati libur musim panas yang panjang tanpa beban turnamen internasional.

Masa istirahat ekstra ini memberikan waktu yang sangat berharga bagi Palmer untuk memulihkan kebugaran fisiknya secara total sebelum Premier League kembali bergulir pada 24 Agustus mendatang. Hal ini juga memastikan Palmer akan berada dalam kondisi segar, sehat, dan siap tempur saat manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, resmi memimpin sesi latihan pramusim di Stamford Bridge.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!