Satu Visi di Piala Dunia, Madueke Tegaskan Tak Ada Rasa Cemburu Terhadap Saka
Winger timnas Inggris, Noni Madueke, menegaskan bahwa hubungan persahabatan yang erat dengan rekan setimnya di Arsenal, Bukayo Saka, membuat persaingan memperebutkan posisi inti di Piala Dunia 2026 bebas dari rasa cemburu.
Kedua pemain harus saling sikut untuk mengisi sektor sayap kanan dalam taktik Thomas Tuchel sepanjang turnamen di Amerika Utara ini.
Tak Ada Rasa Cemburu
Persaingan domestik di Arsenal kini berlanjut ke panggung internasional. Kendati demikian, menjelang laga krusial babak 32 besar melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta pada hari Rabu, Madueke memastikan bahwa persaingan tersebut justru berdampak positif dan sama sekali tidak merusak keharmonisan hubungan mereka di dalam maupun di luar lapangan.
"Sudah bukan rahasia lagi kalau kami sangat dekat," ujar Madueke kepada awak media di pusat latihan Inggris.
Baca juga: Pickford Pede Hadapi Adu Penalti, Tapi Yakin Inggris Bisa Menang Tanpa Drama
"Normalnya, situasi akan terasa sedikit canggung di antara dua pemain yang memperebutkan satu posisi yang sama. Tapi kami tidak merasakannya, dan saya jamin hal ini tidak memengaruhi hubungan kami sedikit pun."
Perbedaan Taktis Demi Target Bersama
Madueke dipercaya tampil sebagai starter pada dua laga awal fase grup saat Saka masih dalam proses pemulihan kebugaran akibat cedera Achilles. Namun, Saka kembali masuk dalam starting eleven saat Tiga Singa menumbangkan Panama 2-0 untuk mengunci status juara Grup L.
Alih-alih merasa terancam dengan rotasi tersebut, pemain berusia 24 tahun ini menilai perbedaan karakter bermain mereka justru memberikan keuntungan taktis dan variasi strategi yang kaya bagi Thomas Tuchel tergantung pada profil lawan yang dihadapi.
Baca juga: Tuchel Tegaskan Inggris Butuh Saka dalam Kondisi Terbaik
“Kami menginginkan yang terbaik untuk satu sama lain ketika masing-masing bermain, karena itu berarti jika dia bermain bagus, saya juga bermain bagus, maka Inggris dan Arsenal memiliki peluang lebih baik untuk menang,” tambahnya.
“Dalam hal perbedaan kami, saya pikir saya berkembang di ruang terbuka dan dia berkembang di tengah keramaian.”
Siap Jadi Pembeda di Babak Gugur
Meskipun berhasil lolos dari fase grup, performa Inggris sempat menuai kritik dari publik Inggris, terutama setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana. Membongkar pertahanan lawan yang menerapkan strategi pertahanan rapat menjadi pekerjaan rumah terbesar Inggris di turnamen ini, sebuah tantangan yang kemungkinan besar akan kembali mereka hadapi saat bersua RD Kongo.
Baca juga: Dicoret Tuchel dari Skuad Piala Dunia 2026, Palmer: "Saya Tidak Menangis"
Madueke meyakini bahwa dirinya memiliki atribut yang tepat untuk menjadi pemutus kebuntuan, sekaligus meminta rekan-rekan setimnya untuk tampil dengan kepercayaan diri tinggi layaknya tim elit dunia.
"Anda harus merasa bahwa Anda adalah pemain top, Anda berada di sini karena sebuah alasan," tegas Madueke.
"Anda bermain untuk negara Anda di panggung terbesar dan Anda harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi pada kemampuan diri sendiri. Pada akhirnya, bersama dengan rekan-rekan setim, semua kembali pada bagaimana Anda membuktikannya di lapangan."
“Apa pun yang membuat Anda memiliki pola pikir untuk dapat melakukan itu, saya rasa itu bagus.”
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!