Daripada Kejar Rekor Messi, Mbappe Lebih Terobsesi Angkat Trofi Piala Dunia
Kylian Mbappé menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memedulikan rekor individu ataupun gelar sepatu emas, meski kini posisinya terus membayangi rekor gol Piala Dunia milik Lionel Messi.
Setelah mencetak dua gol dalam kemenangan telak Prancis 3-0 atas Swedia di babak 32 besar, megabintang berusia 27 tahun itu menyatakan bahwa fokus utamanya hanyalah membawa Les Bleus kembali mengangkat trofi berlapis emas 18 karat di Stadion MetLife pada 19 Juli mendatang.
Kejar-Kejaran Rekor
Tambahan dua gol di Stadion MetLife tersebut membuat koleksi gol Mbappé di sepanjang sejarah Piala Dunia kini menyentuh angka 18, hanya berselisih satu gol dari rekor sepanjang masa milik Messi yang mengemas 19 gol.
Baca juga: Prancis Melaju Mulus ke 16 Besar, Brace Mbappé Hancurkan Swedia 3-0
Tak hanya itu, lesatan tersebut juga membuat kedua maestro ini sama-sama memimpin perburuan gelar Golden Boot turnamen edisi kali ini dengan masing-masing torehan enam gol. Namun, ketika dunia sepak bola sedang digemparkan oleh persaingan statistik dua generasi ini, Mbappé justru memilih merendah.
"Saya pikir tujuannya, seperti yang selalu saya katakan, adalah melangkah sejauh mungkin — untuk bisa sampai ke laga 19 Juli dan kembali ke stadion ini," ujar Mbappé.
"Kami berusaha untuk menang; kami menjalaninya selangkah demi selangkah. Tentu saja, semakin banyak gol yang Anda cetak, semakin tinggi peringkat Anda - saya tidak memberi tahu siapa pun hal baru di sini.
"Tetapi saya juga yakin bahwa Leo akan mencetak lebih banyak gol, jadi saya tidak terlalu fokus pada hal itu. Saya lebih fokus pada lawan yang mungkin akan kami hadapi dan seberapa dekat kami dengan tujuan kami: final."
Menulis Ulang Sejarah Piala Dunia
Meskipun Mbappé merendah, angka-angka yang ia torehkan di atas lapangan terlalu masif untuk diabaikan. Keberhasilannya mengoyak lini pertahanan Swedia tidak sekadar menempel ketat Messi, melainkan menobatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah dalam fase gugur Piala Dunia dengan catatan 10 gol, melampaui duo legendaris Brasil, Ronaldo dan Leônidas.
Rasio golnya pun mengerikan, yakni satu gol per pertandingan, jauh lebih efisien ketimbang Messi yang membutuhkan 29 laga di enam edisi turnamen untuk mencapai 19 gol. Ketajaman Mbappé juga membawa Les Bleus mencetak sejarah baru sebagai negara pertama yang mampu melesakkan tiga gol atau lebih dalam lima pertandingan Piala Dunia secara berturut-turut.
Baca juga: Mbappé Sebut Lini Serang Prancis Lebih Baik Dibanding 2018 dan 2022
Rivalitas Dua Ikon
Alur cerita Piala Dunia 2026 di Amerika Utara ini memang terus berputar pada perang proksi antara dua bintang sepak bola tersebut. Messi sempat menggebrak di awal turnamen lewat hat-trick spektakuler ke gawang Aljazair untuk menjauh, namun Mbappé selalu punya jawaban instan lewat gelontoran gol beruntunnya, termasuk saat mengandaskan Irak dan Swedia.
Bagi Mbappé, memori manis di Rusia serta luka mendalam di Qatar jauh lebih berharga ketimbang sekadar sepatu emas. Ia paham betul bahwa gelar pencetak gol terbanyak tidak akan terasa manis jika tidak dikawinkan dengan medali juara. Prancis kini bersiap menghadapi ketangguhan Paraguay di babak 16 besar, dan jika dalam prosesnya Mbappé berhasil melompati rekor gol Messi, ia hanya akan menganggapnya sebagai efek samping dari misi utamanya: menaklukkan New York pada 19 Juli.
"Saya pikir kami akan terus bekerja keras antara sekarang dan pertandingan melawan Paraguay untuk melihat apa yang dapat kami tingkatkan, karena masih ada beberapa rangkaian permainan yang belum cukup jelas, masih ada ruang untuk perbaikan," tegasnya.
"Namun, saya pikir secara keseluruhan ini positif, dan kemampuan kami untuk mencetak gol berarti kami selalu memiliki kesempatan untuk unggul dalam pertandingan."