Kalah dari Norwegia di Menit Akhir, Fae Sebut Pantai Gading Kurang Pengalaman

Kalah dari Norwegia di Menit Akhir, Fae Sebut Pantai Gading Kurang Pengalaman
1/07/2026 - 17:04 WIB
19

Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah skuad muda Les Elephants tersingkir secara tragis dari Piala Dunia 2026 akibat kalah 2-1 dari Norwegia di babak 32 besar pada Rabu (1/7) dini hari WIB. 

Juru taktik yang sukses membawa negaranya juara Piala Afrika (AFCON) tersebut menilai bahwa minimnya jam terbang dan kematangan mental di level internasional menjadi penyebab utama runtuhnya pertahanan mereka di menit-menit akhir pertandingan.  

Kalah Dramatis di Menit Akhir

Bermain di Stadion Dallas, Pantai Gading sempat menunjukkan determinasi luar biasa ketika Amad Diallo mencetak gol penyeimbang yang indah di menit ke-74 guna membalas gol pembuka Antonio Nusa di babak pertama. 

Namun, petaka datang tepat empat menit sebelum waktu normal usai, ketika lini belakang Pantai Gading kehilangan konsentrasi, memberikan ruang bagi Erling Haaland untuk menyontek bola dan memastikan kemenangan dramatis Norwegia.  

"Sangat menyakitkan harus kalah di menit-menit akhir seperti ini," ujar Fae, yang membawa Pantai Gading juara AFCON pada 2024

Baca juga: Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1

"Sangat sulit menemukan kata-kata yang tepat, karena para pemain saya sudah berjuang keras sejak menit awal hingga akhir.”

Pelajaran Mahal dari Sang Predator Eropa

Kekalahan ini terasa kian menyakitkan mengingat ini merupakan momen bersejarah bagi Pantai Gading yang berhasil menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Fae menyayangkan keputusan para pemainnya yang cenderung terus bermain terbuka dan agresif setelah sukses menyamakan kedudukan, alih-alih menurunkan tempo permainan demi mengamankan babak perpanjangan waktu.

Menghadapi tim Eropa yang dihuni pemain seklinis Erling Haaland dan Martin Ødegaard, kesalahan sekecil apa pun di area pertahanan akan langsung berakibat fatal. Gol penentu dari Haaland lahir dari skema serangan balik cepat setelah Patrick Berg berhasil memanfaatkan celah kosong di kotak penalti akibat koordinasi pertahanan Pantai Gading yang telat mundur.  

Kendati demikian, Fae menolak untuk menyalahkan para pemain mudanya secara individual. Ia justru menganggap atmosfer kompetisi global di Amerika Utara ini sebagai kurva pembelajaran yang sangat berharga untuk proses transisi dan regenerasi skuad Pantai Gading ke depannya.

“Mungkin seharusnya kami mencoba bertahan hingga babak tambahan, tetapi ketika Anda bermain melawan tim seperti ini, Anda tahu, begitu mereka mendapatkan kesempatan sekecil apa pun untuk mencetak gol, mereka akan memanfaatkannya, dan itulah yang terjadi sore ini,” tambahnya.

Baca juga: Bekuk Curacao 2-0, Pantai Gading Ukir Sejarah Lolos Fase Gugur Piala Dunia

“Saya percaya bahwa ketika Anda bermain melawan tim seperti ini, Anda perlu pragmatis. Ketika Anda memiliki kesempatan, Anda perlu sangat tepat, dan Anda juga perlu tetap sangat solid dalam pertahanan Anda, dan tidak memberikan kesempatan sekecil apa pun kepada tim seperti ini, karena mereka memiliki pemain berkualitas sangat baik, dan mereka memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun atau momen di mana Anda tidak memperhatikan.

“Kami benar-benar berusaha keras untuk mencetak gol dan kami memiliki keunggulan psikologis tetapi kami kemudian ingin mencetak gol kedua dengan cepat, dan mereka kembali membuka ruang dan memanfaatkannya sebaik mungkin.”

Belajar dari Pengalaman

Meski harus mengepak koper lebih awal dan merelakan tiket babak 16 besar jatuh ke tangan Norwegia yang sudah ditunggu Brasil, optimisme masa depan Pantai Gading di bawah asuhan Fae tetap terjaga. 

Potensi besar yang ditunjukkan oleh talenta-talenta muda seperti Amad Diallo dan Yan Diomandé sepanjang turnamen membuktikan bahwa fondasi tim ini sudah berada di jalur yang benar.

“Kami telah belajar banyak berkat kompetisi ini. Ini adalah Piala Dunia pertama bagi banyak pemain, dan mungkin kami kurang dewasa,” pungkas Fae.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...