Solbakken Klarifikasi, Tantangan ke Ancelotti Hanya Candaan Ruang Ganti
Pelatih kepala Norwegia, Ståle Solbakken, bergerak cepat meredam ketegangan jelang laga hidup-mati babak 16 besar Piala Dunia 2026 hari Senin (6/7) ini. Ia menegaskan bahwa video viral dirinya yang menantang bos Brasil, Carlo Ancelotti, hanyalah sebuah candaan ruang ganti yang disalahartikan keluar dari konteks.
Klip yang dirilis oleh Federasi Sepak Bola Norwegia setelah kemenangan 2-1 atas Pantai Gading di babak 32 besar tersebut memperlihatkan Solbakken menutup pidatonya dengan seruan bersemangat: "Carlo Ancelotti, kami datang kepadamu!" Video itu langsung memicu kehebohan di media sosial dan dianggap sebagian pihak sebagai perang urat saraf berani dari kubu The Vikings.
«You are changing history»🥺🇳🇴
And wait…..😂 pic.twitter.com/KCzCg9R4eP
Namun, berbicara kepada media pada Rabu, Solbakken justru tertawa dan memanfaatkan momen tersebut untuk melayangkan pujian setinggi langit kepada sang juru taktik asal Italia.
"Salah Satu yang Terhebat dalam Sejarah"
Solbakken mengklarifikasi bahwa kalimat tersebut lahir murni dari adrenalin pasca-pertandingan dan atmosfer kegembiraan tim, bukan karena keangkuhan taktis atau rasa tidak hormat kepada sang rival.
"Pernyataan itu sama sekali jauh dari maksud memprovokasi," ujar Solbakken. "Dia mungkin adalah pelatih terhebat dalam sejarah sepak bola Eropa, bersama Pep Guardiola, José Mourinho, dan satu atau dua nama legendaris lainnya.
Mantan pelatih FC Copenhagen itu menambahkan bahwa ia sudah beberapa kali berhadapan dengan Ancelotti di panggung Liga Champions saat menakhodai klub Denmark tersebut melawan Chelsea dan Real Madrid, sehingga ia tahu betul bahwa Don Carlo memiliki selera humor yang tinggi untuk memaklumi candaan tersebut.
Baca juga: Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1
"Saya sangat menghormatinya. Saya bertemu dengannya beberapa kali saat bermain untuk FC Copenhagen ketika kami melawan Chelsea dan Real Madrid di Liga Champions. Dia orang yang hebat, memiliki selera humor yang bagus, dan kami sangat menghormatinya dan juga Brasil sebagai sebuah negara. Jadi saya pikir mereka bisa melihat sisi lucunya, itu bukan analisis yang sangat mendalam,” tambahnya.
Menatap Bayang-Bayang Sejarah 1998
Kendati enggan mencari musuh lewat media, Solbakken menegaskan bahwa Erling Haaland dkk tidak akan turun ke lapangan hari Senin nanti hanya untuk mengagumi nama besar skuad bertabur bintang milik Brasil.
Menariknya, Solbakken adalah bagian dari skuad legendaris Norwegia yang secara mengejutkan berhasil menumbangkan Brasil 2-1 pada fase grup Piala Dunia 1998 di Prancis. Meski narasi romantis tentang pengulangan sejarah mulai menggema di media-media Norwegia, sang pelatih memilih bersikap realistis melihat evolusi Seleção di bawah kendali Ancelotti.
Baca juga: Menang Dramatis atas Jepang, Ketenangan Ancelotti Loloskan Brasil ke 16 Besar
"Saya pikir Brasil sedang menemukan ritme permainan mereka, secara bertahap menjadi lebih baik dan mereka memiliki pemain-pemain kuat di semua posisi. Kami menantikan tantangan ini," katanya.
"Brasil adalah favorit, tentu saja, dan juga kandidat kuat untuk memenangkan seluruh turnamen. Tapi sekarang sudah takdir kami untuk bertemu mereka, dan kemudian kami harus bermain sebaik mungkin."