Menang Dramatis atas Jepang, Ketenangan Ancelotti Loloskan Brasil ke 16 Besar
Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan bahwa ketenangan dan kesabaran menjadi kunci utama di balik kemenangan dramatis 2-1 Seleção atas Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Sempat tertinggal lebih dulu dan berada di ambang frustrasi, Brasil berhasil bangkit berkat gol penentu Gabriel Martinelli pada menit ke-95 di NRG Stadium, Houston.
Di saat seluruh bangku cadangan Brasil merayakan kelolosan emosional ini dengan penuh histeria, Ancelotti justru tampil sebagai sosok paling tenang di stadion. Juru taktik kawakan asal Italia tersebut menyatakan bahwa dalam turnamen besar, kemampuan untuk menikmati penderitaan adalah hal yang lumrah demi meraih kemenangan.
Perubahan Taktik di Ruang Ganti
Menghadapi taktik pertahanan rendah 5-4-1 yang sangat disiplin dari Hajime Moriyasu, Brasil sempat buntu di babak pertama setelah kebobolan oleh aksi Kaishu Sano dan kehilangan Lucas Paquetá akibat cedera. Namun, alih-alih panik di ruang ganti, Ancelotti justru meminta para pemainnya untuk tetap percaya pada proses.
"Di babak pertama saya katakan kepada para pemain untuk bersabar karena cepat atau lambat kami akan mencetak gol," ujar Ancelotti.
“Yang terpenting adalah mempertahankan struktur kami. Kami tahu kami berada di jalur yang benar dan kami harus terus berada di jalur ini.”
Baca juga: Brasil 2-1 Jepang: Comeback Dramatis Lewat Gol Menit Akhir Martinelli
Keputusan Ancelotti memasukkan penyerang muda Endrick untuk menggantikan Paquetá terbukti jitu. Perubahan ini menggeser poros serangan Brasil ke sektor sayap demi membongkar kerapatan lini belakang Samurai Biru.
“Awalnya kami mencoba untuk mendominasi lini tengah, untuk melakukan penetrasi,” jelas Ancelotti.
“Itu tidak berhasil karena penjagaan mereka sangat ketat. Mereka benar-benar tertutup. Kami melakukan perubahan di babak pertama untuk mencoba menembus area mereka sedikit lebih banyak. Kami melakukan beberapa umpan silang dan maju lebih baik, jadi ini adalah sebuah evolusi. Awalnya kami kesulitan menemukan ruang, tetapi kami mampu mengatasi masalah ini dengan sangat baik.”
Performa Brasil Paling Komplet
Meski kemenangan diraih dengan skor tipis dan penuh ketegangan, Don Carlo justru memberikan pujian tinggi bagi anak asuhnya. Ia menilai performa kontra Jepang ini jauh lebih matang dibandingkan dengan penampilan buntu Seleção saat ditahan imbang Maroko di fase grup.
"Ini adalah pertandingan paling komplet yang sejauh ini kami mainkan," tegasnya. “Kami tidak kehilangan arah di babak pertama seperti [saat imbang] melawan Maroko. Anda harus menderita, itu bagian dari permainan. Tidak ada hal baru di situ. Penderitaan adalah bagian dari permainan, begitu pula rasa lega.”
Strategi Cadangan Neymar
Salah satu fakta menarik yang diungkapkan Ancelotti dalam konferensi pers adalah bagaimana ia mengelola psikologis tim dengan memanfaatkan Neymar yang berada di bangku cadangan. Sang megabintang, yang baru bermain selama 15 menit di turnamen ini saat melawan Skotlandia, dijadikan "gertakan" tersendiri oleh Ancelotti.
"Saya katakan kepada Neymar, jika kami tidak bisa menyamakan kedudukan sampai menit tertentu, saya akan langsung memasukkannya ke lapangan," ungkap Ancelotti.
Baca juga: Ancelotti Berharap Neymar Bisa Tampil Lebih Lama Demi Redam Agresivitas Jepang
Skenario darurat tersebut akhirnya tidak perlu eksekusi. Sundulan bertenaga Casemiro di menit ke-56 dan gol telat Martinelli sudah cukup untuk mengunci kemenangan tanpa harus memaksakan kondisi fisik Neymar.
Kemenangan ini membawa Brasil melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang antara Norwegia atau Pantai Gading. Seleção memang belum tampil sempurna, lini tengah mereka masih kerap bocor dan absennya penyerang nomor 9 murni yang konsisten masih menjadi pekerjaan rumah.
Namun, di bawah kendali dingin Carlo Ancelotti, Brasil perlahan menyuntikkan elemen pragmatis dan ketenangan taktis khas Eropa ke dalam DNA sepak bola Samba mereka yang terkenal emosional. Sebuah modal krusial untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia.