Pickford Tegaskan Skuad Inggris Siap Perang untuk Tuchel
Kiper timnas Inggris Jordan Pickford mengirim sinyal bahaya yang jelas kepada Republik Demokratik Kongo menjelang laga hidup-mati babak 32 besar Piala Dunia 2026 malam ini.
Kiper utama Three Lions tersebut menegaskan bahwa ruang ganti Inggris tidak sekadar siap bertanding, melainkan siap "maju ke medan perang" demi sang manajer, Thomas Tuchel, di Atlanta Stadium.
Inggris Siap Perang
Pernyataan emosional ini sekaligus membungkam keraguan publik yang sempat mempertanyakan kecocokan taktik Tuchel dengan para pemain, meski pelatih asal Jerman itu mencatatkan rekor impresif 11 laga tak terkalahkan sejak mengambil alih kursi kepelatihan di laga kompetitif.
Baca juga: Madueke Janjikan Inggris Tampil Lebih Cair, Tapi Haram Remehkan Kongo
"Kepercayaan, kebersamaan. Saya rasa kita sudah pernah memilikinya sebelumnya, tetapi saya rasa manajer memiliki kepercayaan itu pada kita,” kata Pickford kepada BBC Sports.
"Pertemuan yang diadakan manajer dengan kami, rasanya seperti siap berperang. Dia menanamkan kepercayaan itu pada kami. Ada berbagai pertemuan yang dia adakan secara taktis, dan rasanya seperti 'ya, saatnya beraksi.'
"Kita semua menginginkan tujuan yang sama, kita semua menginginkan tujuan akhir itu dan skuad yang telah dia pilih ini, kita semua dalam semangat yang baik dan semua berada di momen-momen bagus dalam karier kita."
Menghadapi Kejutan DR Congo
Bagi Inggris, laga ini adalah harga mati. Di atas kertas, mereka jauh lebih diunggulkan setelah berhasil menjuarai Grup L dengan koleksi tujuh poin, termasuk kemenangan meyakinkan 2-0 atas Panama dan 4-2 atas Kroasia.
Namun, Tuchel tentu paham bahwa fase gugur Piala Dunia tidak pernah mengenal kata belas kasihan.
Di kubu lawan, DR Congo yang dijuluki Les Léopards datang tanpa beban namun penuh kejutan. Lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dari Grup K, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah mereka mencicipi atmosfer babak sistem gugur Piala Dunia.
Ketajaman Yoane Wissa, yang telah mengemas tiga gol sepanjang turnamen di Amerika Utara ini, wajib diwaspadai oleh lini pertahanan Inggris jika mereka tidak ingin menanggung malu akibat serangan balik cepat yang mematikan.
"Kami ingin memenangkan pertandingan dalam 90 menit," ujar Pickford ITV Sport. "Tetapi kami akan siap sebagai tim, sebagai sebuah kelompok, sebagai Inggris, untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk meraih kemenangan.
“Jika pertandingan berlanjut ke adu penalti atau perpanjangan waktu, kami memiliki kemampuan, kami memiliki pemain yang siap masuk dari bangku cadangan, kekompakan kami berada pada level tinggi, dan itulah yang ingin kami lakukan.
Baca juga: Tuchel Peringatkan Inggris, Jangan Panik Hadapi Pertahanan Rapat Kongo
“Kami di sini untuk menyelesaikan pekerjaan. Kami tahu Kongo adalah negara yang tangguh, kami tahu berapa banyak tim di Afrika yang telah lolos ke babak selanjutnya.
Mereka adalah negara yang bangga, dan kami harus siap menghadapi apa yang mereka berikan - tetapi ini juga tentang apa yang kami berikan sebagai sebuah kelompok, dan kami akan segera mengejar mereka."
Tuah Tuchel di Babak Gugur
Keputusan FA menunjuk Tuchel memang didasari oleh reputasi mewahnya sebagai spesialis turnamen jangka pendek, sesuatu yang ia buktikan saat menjuarai Liga Champions Eropa. Karakter keras dan pendekatan taktisnya yang mendalam tampaknya telah berhasil membakar determinasi para pemain Inggris di momen krusial ini.
Pemenang dari laga sengit ini sudah ditunggu oleh tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Namun bagi Pickford dan kolega, fokus mereka malam ini murni tertuju pada DR Congo, dengan mentalitas baja yang siap meledak di lapangan hijau.