Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
FIFA secara resmi menuduh badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA, melancarkan "kampanye hitam" terhadap badan sepak bola dunia dan presidennya, Gianni Infantino. Tudingan keras tersebut disampaikan FIFA dalam berkas hukum yang diajukan ke pengadilan federal Amerika Serikat guna membendung langkah UEFA yang menuntut keterbukaan dokumen rahasia terkait proyek penjualan saham Piala Dunia yang telah dibatalkan.
Perselisihan hukum yang kian memanas ini berakar dari skema FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah proposal senilai $4,2 miliar untuk menjual 20 persen saham hak komersial turnamen FIFA kepada firma ekuitas swasta asal AS, Thrive Capital, yang dipimpin Josh Kushner. Meskipun proposal tersebut telah ditarik pada awal Agustus akibat penolakan masif dari berbagai pemangku kepentingan, UEFA membawa sengketa ini ke ranah hukum dengan mengajukan permohonan pembukaan dokumen di pengadilan distrik AS di New York, Colorado, dan Florida.
Dalam berkas jawaban yang diajukan di Pengadilan Distrik AS, tim kuasa hukum FIFA menilai tindakan hukum UEFA hanyalah manuver politik yang dibungkus dengan bahasa hukum.
Baca juga: UEFA Tangguhkan Ancaman Boikot Kompetisi FIFA
"Meskipun permohonan ini dikemas sebagai berkas hukum resmi dengan nomor perkara lengkap, dokumen tersebut tidak lebih dari siaran pers untuk mendukung kampanye hitam UEFA terhadap FIFA dan kepemimpinannya," tegas FIFA dalam berkas pengadilannya di AS.
FIFA meminta hakim federal untuk menolak atau menangguhkan permohonan UEFA. Pihak FIFA menegaskan bahwa UEFA mencari bukti untuk mendukung potensi gugatan pidana di Swiss yang sebenarnya belum pernah dibuka oleh otoritas berwenang. Menurut FIFA, UEFA tidak memiliki kewenangan hukum untuk memprakarsai proses pidana independen di luar yurisdiksi yang sah.
Di sisi lain, UEFA secara terbuka menyatakan bahwa permohonan dokumen di pengadilan AS bertujuan untuk mengumpulkan bukti guna mengajukan laporan pidana resmi di pengadilan Swiss atas dugaan pelanggaran tata kelola dan penyalahgunaan wewenang finansial oleh Infantino.
Baca juga: Ceferin Ogah Jadi Presiden FIFA, Beri Ultimatum Infantino Jelang Pemilu
Pengacara UEFA mengklaim bahwa struktur FFE dirancang untuk menguntungkan lingkaran dalam Infantino dengan mengorbankan aset paling berharga milik anggota federasi global. UEFA juga menegaskan akan menggunakan seluruh jalur hukum, politik, dan kelembagaan untuk membatasi kekuasaan presiden FIFA menjelang pemilihan presiden dalam Kongres FIFA tahun depan.
Dalam pembelaannya, FIFA balik menuding UEFA bertindak atas dasar kepentingan ekonomi sepihak. FIFA menyatakan bahwa langkah UEFA bertujuan mempertahankan dominasi finansial sepak bola Eropa dari ancaman berkembangnya kekuatan ekonomi federasi-federasi di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
"Motivasi ekonomi UEFA adalah mencegah negara-negara kecil memiliki kekuatan finansial untuk bersaing dengan klub-klub elite Eropa,” sebut FIFA dalam dokumen hukumnya.
Baca juga: Wakil Presiden FIFA Sándor Csányi Resmi Tarik Dukungan dari Gianni Infantino
"Jika sepak bola semakin kuat di negara-negara berkembang, persaingan global akan meningkat; hal ini pada akhirnya mengurangi kekuatan pasar UEFA dan menciptakan lebih banyak persaingan bagi turnamen-turnamen utamanya."
Perang terbuka antara FIFA dan UEFA ini menandai salah satu perpecahan politik terbesar dalam sejarah tata kelola sepak bola modern, di mana pertempuran perebutan pengaruh kini resmi berpindah dari ruang sidang federasi ke meja hijau internasional.