UEFA mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka secara sementara menangguhkan rencana penarikan tim-tim nasional Eropa dari kompetisi FIFA, meredakan krisis eksistensial yang sempat mengancam tatanan sepak bola internasional. Langkah ini diambil usai menerima konfirmasi tertulis resmi dari badan pengatur sepak bola dunia tersebut bahwa proyek kontroversial "FIFA Forward Enterprise" (FFE) telah dibatalkan secara permanen dan tidak dapat diubah lagi.

Komite eksekutif konfederasi Eropa beserta para pemimpin asosiasi nasional menerima pengarahan terkait kepastian ini di Monte Carlo jelang pengundian babak utama Champions League. Keputusan ini memberi lampu hijau bagi tim-tim Eropa untuk tetap berpartisipasi dalam turnamen mendatang, termasuk Piala Dunia Wanita U-20 bulan depan, meski UEFA menegaskan posisi mereka tetap berada dalam pengawasan ketat.

Runtuhnya Skema Senilai $20 Miliar

Perselisihan tajam ini pecah setelah detail rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, mencuat ke publik. Infantino berencana memisahkan hak komersial dan operasional Piala Dunia serta Piala Dunia Antarklub ke dalam anak perusahaan terpisah senilai $20 miliar

Di bawah skema FFE tersebut, perusahaan ekuitas swasta Thrive Capital dijadwalkan membeli 20 persen saham non-pengendali senilai $4,2 miliar, yang diiringi iming-iming pembagian dana sebesar $40 juta untuk masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA.

Baca juga: Ceferin Ogah Jadi Presiden FIFA, Beri Ultimatum Infantino Jelang Pemilu

Para pejabat Eropa mengutuk keras proposal tersebut dan menilai langkah itu sebagai komersialisasi berlebihan terhadap aset paling berharga dalam dunia sepak bola. UEFA menilai valuasi $20 miliar tersebut sangat jauh di bawah nilai pasar sebenarnya, tidak melalui uji independen, dan dipaksakan tanpa tata kelola yang benar. 

Menghadapi perlawanan sengit serta ancaman boikot total dari UEFA, Infantino akhirnya resmi membatalkan proyek tersebut.

"Setelah mendapatkan dua jaminan yang diperlukan dari FIFA pada tanggal 30 Juli, serta menyusul konsultasi dengan asosiasi-asosiasi nasional anggotanya, UEFA memutuskan untuk menangguhkan—untuk sementara waktu—rencana penarikan diri tim-tim Eropa dari kompetisi FIFA pada musim mendatang," demikian pernyataan UEFA.

Perang Hukum ke Pengadilan AS dan Swiss

Meski ancaman boikot turnamen telah ditangguhkan untuk sementara waktu, perang dingin institusional antara Nyon dan Zurich masih jauh dari kata usai. UEFA menegaskan bahwa pembatalan FFE "tidak menghapus manipulasi, intimidasi, dan penyalahgunaan kekuasaan" yang mewarnai kemunculan skema tersebut.

Baca juga: Desak Infantino Mundur, UEFA, CONCACAF, dan AFC Siapkan Turnamen Tandingan

Dalam langkah eskalasi hukum yang signifikan, UEFA telah mengajukan permohonan keterbukaan dokumen di pengadilan federal AS terhadap Thrive Capital dan para penasihat FIFA. 

Selain itu, tim hukum Eropa juga tengah menyiapkan gugatan pidana di Swiss terhadap Infantino dan jajaran pejabat senior atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan pengelolaan keuangan yang merugikan.

Tekanan Kian Memuncak terhadap Infantino Jelang 2027

UEFA turut melayangkan peringatan keras mengenai arah kepemimpinan politik sepak bola global. Apabila Infantino berencana mencalonkan diri kembali untuk periode keempat pada pemilihan presiden FIFA Maret 2027, UEFA menyatakan siap menggalang kekuatan bersama konfederasi mitra untuk menyodorkan "alternatif yang kredibel"—sosok pemimpin yang berkomitmen pada integritas, transparansi struktural, serta pembatasan ketat atas wewenang presiden.

Baca juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Bantah Klaim UEFA Bayar Uang Tolak ke Selingkuhan

Untuk saat ini, agenda pertandingan internasional akan berjalan sesuai jadwal. Namun, imbas dari kegagalan perjudian komersial FIFA ini telah mengubah lanskap politik sepak bola dunia secara fundamental.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!