Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Arsenal secara resmi mengonfirmasi kepindahan penyerang sayap asal Brasil, Gabriel Martinelli, ke klub raksasa Saudi Pro League, Al-Hilal, dengan status transfer permanen. Langkah ini memecahkan rekor penjualan pemain termahal sepanjang sejarah klub London Utara tersebut.
Nilai kepindahan pemain berusia 25 tahun itu disepakati pada angka £60 juta ditambah klausal persentase penjualan di masa depan. Angka fantastis ini melampaui rekor kepindahan klub sebelumnya ketika melapas Alex Oxlade-Chamberlain ke Liverpool senilai £40 juta pada musim panas 2017 lalu.
Mengingat Martinelli didatangkan dari klub divisi bawah Brasil, Ituano, sebagai talenta muda tak dikenal seharga £6 juta pada 2019, nilai penjualan ini mencatatkan keuntungan bersih yang amat besar dalam pembukuan keuangan Arsenal.
Di Riyadh, Martinelli merampungkan penandatanganan kontrak berdurasi empat tahun hingga 2030, dengan nilai bayaran diperkirakan mencapai £17 juta per musim. Proses peresmian berlangsung di Almajdiah Sport Hub.
Baca juga: Barcelona Resmi Rampungkan Transfer Gabriel Jesus dari Arsenal
Pihak Arsenal menyampaikan penghormatan mendalam atas dedikasi sang pemain yang telah membela panji Meriam London selama tujuh musim kompetisi. Melalui pernyataan resminya, Arsenal menyampaikan rasa terima kasih atas segala kontribusi penting sang penyerang.
"Selamanya seorang Gunner. Klub dapat mengonfirmasi bahwa Gabriel Martinelli telah bergabung dengan Al-Hilal secara permanen. Terima kasih atas segalanya dan semoga sukses di masa depan, Gabi," tulis pesan resmi pihak klub.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Martinelli juga menyampaikan salam perpisahan yang emosional kepada jajaran staf, keluarga, serta para pendukung Arsenal yang telah mendukungnya sejak hari pertama tiba di Inggris.
“Hari itu telah tiba, dan sejujurnya, saya masih merasa belum siap untuk menulis kata perpisahan, namun saya akan mencobanya,” tulis Martinelli di Instagram.
Baca juga: Balaskan Rasa Sakit Musim Lalu, Arteta Puji Kematangan Arsenal Saat Bungkam Villa
“Saat tiba di sini tujuh tahun yang lalu, saya hanyalah seorang pemuda yang baru saja menginjak usia 18 tahun. Dalam hati, saya sempat berpikir akan tinggal di sini selamanya. Namun, hidup terus berubah, dan terkadang jalan hidup membawa kita ke arah yang berbeda dari apa yang telah kita rencanakan.
“Kepada Arsenal, terima kasih telah memercayai saya dan memberi saya kesempatan untuk menunjukkan diri saya kepada dunia.
“Perjalanan ini sungguh panjang, penuh dengan sejarah, dan kini telah berakhir. Saya menulis ini dengan air mata berlinang; sulit sekali merangkai kata-kata untuk menggambarkan tujuh tahun ini.
Kepindahan Martinelli terjadi setelah perannya di lini depan Arsenal mulai bergeser di bawah arahan Mikel Arteta. Meski tampil dalam 30 pertandingan liga saat Arsenal mengakhiri puasa gelar Premier League musim lalu, ia hanya mencatatkan 11 kali starter. Kedatangan rekrutan anyar seperti Christos Tzolis dari Club Brugge serta kehadiran Eberechi Eze membuat persaingan di sektor sayap kiri semakin ketat.
Selama tujuh tahun berseragam Arsenal, Martinelli menorehkan 278 penampilan di semua ajang dengan sumbangan 62 gol dan 36 asis. Ia turut mempersembahkan trofi Premier League, FA Cup, dan Community Shield, serta mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyerang paling enerjik di panggung sepak bola Eropa.
Baca juga: Arsenal Gelar Pembicaraan dengan Al-Hilal Terkait Transfer Gabriel Martinelli
Kepindahan ini sekaligus menandai lompatan besar berikutnya bagi Al-Hilal dalam memperkuat amunisi bertabur bintang mereka jelang bergulirnya persaingan sengit di kancah domestik maupun Asia.
Kepindahan Martinelli ke Timur Tengah menjadikannya rekrutan bintang ketiga Al-Hilal dari Premier League sepanjang musim panas ini, menyusul kedatangan Crysencio Summerville dari West Ham dan Ollie Watkins dari Aston Villa. Sebelum menerima tawaran Al-Hilal, Martinelli sempat menolak kesempatan untuk bergabung dengan klub Turki, Galatasaray.
Kepergian Martinelli juga menandai Momen bersejarah bagi Arsenal. Dengan hengkangnya sang penyerang sayap, Bukayo Saka kini menjadi satu-satunya pemain yang tersisa dari skuad awal saat Mikel Arteta pertama kali menjabat sebagai manajer Arsenal pada Desember 2019.