Krisis kepemimpinan di markas besar FIFA kembali bergejolak setelah Presiden Federasi Sepak Bola Hungaria (MLSZ) sekaligus Wakil Presiden FIFA, Sándor Csányi, secara resmi menarik dukungannya dari Gianni Infantino

Dalam surat tajam yang ditujukan langsung kepada Infantino, tokoh perbankan asal Hungaria tersebut melayangkan kritik keras terhadap pertimbangan profesional, standar etika, dan kepemimpinan sang presiden FIFA.

Pemecatan Kevin Lamour Jadi Puncaknya

Dalam surat eksplosif yang pertama kali didapatkan oleh Agence France-Presse, Csányi menyatakan secara terbuka bahwa ia telah kehilangan kepercayaan yang sebelumnya ia berikan kepada Infantino. 

Langkah radikal ini dipicu oleh pemecatan mendadak Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, yang disebut Csányi sebagai puncaknya.

Baca juga: Bos Premier League Kritik FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia

Lamour diberhentikan setelah secara terbuka mengecam rancangan Infantino untuk menjual porsi saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta melalui proyek FIFA Forward Enterprise. 

Keputusan Csányi untuk menarik dukungan dipicu oleh pemecatan mendadak Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour. Lamour mendapati posisinya dicopot setelah menyuarakan kritik tajam terhadap rencana kontroversial Infantino yang sempat ingin memprivatisasi serta menjual porsi hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.  

"Puncaknya adalah pemecatan tak terduga terhadap Kevin Lamour," tulis Csanyi, dilansir dari Reuters.

"Kevin menjalankan tugasnya dengan standar profesional dan etika yang tinggi serta, sebagai seorang eksekutif yang sangat kompeten, memberikan kontribusi signifikan terhadap jalannya organisasi secara transparan.

"Fakta bahwa pemecatannya dipicu oleh kritiknya terhadap inisiatif yang disebutkan tadi—sebuah inisiatif yang pada akhirnya Anda sendiri akui sebagai langkah yang keliru—menunjukkan adanya kekurangan serius dalam penilaian profesional, standar etika, dan kepemimpinan."

Lima dari Delapan Wakil Presiden FIFA Berbalik Melawan

Tindakan Csányi mempertegas posisi Infantino yang kian tersudut di tingkat pimpinan tertinggi FIFA. Csányi kini bergabung dengan deretan tokoh kuat sepak bola internasional yang telah lebih dahulu menuntut perubahan kepemimpinan, seperti Presiden UEFA Aleksander Čeferin, Presiden CONCACAF Victor Montagliani, Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim al Khalifa, serta Ketua FA Inggris Debbie Hewitt.

Dengan keputusan ini, kini tersisa tiga dari delapan Wakil Presiden FIFA yang masih bertahan mendukung Infantino, yaitu Alejandro Domínguez (CONMEBOL), Patrice Motsepe (CAF), dan Lambert Maltock (OFC).  

Baca juga: Desak Infantino Mundur, UEFA, CONCACAF, dan AFC Siapkan Turnamen Tandingan

Eskalasi perselisihan ini terjadi menjelang agenda Pemilihan Presiden FIFA mendatang, di mana desakan dari konfederasi Eropa dan Amerika untuk mereformasi total struktur tata kelola federasi internasional semakin tidak terbendung.

Keretakan Politik Menjelang Kongres Pemilihan

Sebagai anggota FIFA Council yang menaungi keputusan strategis sepak bola global, keberanian Csányi menyuarakan perlawanan memperlihatkan kerapuhan legitimasi Infantino. 

Surat tersebut juga menyinggung kekecewaan mendalam atas sejumlah keputusan kontroversial selama gelaran Piala Dunia, di mana otoritas eksekutif dinilai terlalu sering mengabaikan dewan resmi demi ambisi komersialisasi.  

Dengan semakin solidnya perlawanan dari konfederasi Eropa, Amerika Utara, dan Asia, peta politik jelang pemilihan presiden FIFA mendatang kini berubah drastis. Desakan agar Infantino mundur atau menghadapi kandidat oposisi yang kuat kini bukan lagi sekadar isu pinggiran, melainkan kenyataan politik yang harus dihadapi Zurich.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!