Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Jika Anda melempar pertanyaan mengenai siapa bintang utama Arsenal saat ini di tengah keriuhan pub di London Utara, Anda akan mendengarkan perdebatan panjang yang berpusat pada dua nama utama: Bukayo Saka dan Declan Rice. Keduanya adalah nyawa yang membawa The Gunners merebut kembali kejayaan Liga Premier Inggris musim lalu dan menembus final Liga Champions Eropa.
Namun, jika kita menggunakan metrik konsistensi absolut, kontribusi pada struktur permainan, dan pengakuan resmi dari klub, takhta pemain terbaik Arsenal secara mutlak menjadi milik sang jenderal lapangan tengah, Declan Rice.
Pada Juni lalu, Rice kembali mengukir sejarah dengan dinobatkan sebagai Arsenal Men's Player of the Season untuk musim 2025/2026. Pencapaian ini tidak hanya memberinya gelar tersebut selama dua musim berturut-turut, tetapi juga menempatkannya dalam jajaran elit klub.
Baca juga: Siapa Pemain Terbaik Liverpool Sekarang
Ia kini sejajar dengan nama-nama legenda raksasa seperti Thierry Henry, Ian Wright, dan Liam Brady yang pernah mencapai prestasi mempertahankan gelar pemain terbaik klub di musim yang beruntun. Dengan mengantongi 44% suara mutlak dari suporter, dominasi Rice atas pemain lain seperti David Raya dan Gabriel Magalhães terlihat sangat jelas.
Kehebatannya di lapangan bukan sekadar opini subjektif, melainkan sebuah realitas statistik yang mengerikan bagi lawan. Bermain dalam sistem cair racikan Mikel Arteta, baik sebagai gelandang bertahan nomor enam maupun nomor delapan, Rice merangkum kampanye musim lalunya dengan 5 gol krusial dan 11 assist di seluruh kompetisi.
Ia mencatatkan 4.456 menit bermain dalam 55 penampilan, menjadikannya pemain outfield dengan napas paling panjang di skuad Arsenal. Lebih gilanya lagi, sang jangkar ini merebut kembali penguasaan bola sebanyak 239 kali sekaligus menduduki peringkat pertama dalam hal penciptaan peluang (96 peluang).
Menemukan seorang pemain bertahan murni yang juga berperan sebagai otak utama kreativitas tim adalah sebuah anomali.
Memasuki awal bulan September kompetisi 2026/2027 saat ini, apresiasi tentu harus diberikan secara proporsional kepada ujung tombak kreativitas lini depan mereka, Bukayo Saka.
Bintang sayap kanan tersebut merespons musim baru dengan performa mematikan, dengan mencetak dua gol dari dua laga perdana di Premier League musim ini. Saka adalah eksekutor berdarah dingin yang memastikan dominasi permainan Arsenal selalu berubah menjadi pundi-pundi gol, dan diharapkan fit sepenuhnya musim ini setelah musim lalu banyak dibekap cedera.
Baca juga: Siapa Pemain dengan Nilai Pasar Tertinggi
Namun, struktur pembangun di balik setiap kebebasan serangan Saka adalah Declan Rice. Sementara Saka bertugas untuk menyayat garis pertahanan lawan dengan kelincahannya, Rice adalah fondasi baja yang memastikan The Gunners tidak pernah kolaps saat menerima serangan balik.
Arsenal saat ini telah menjadi tim yang dipenuhi talenta kaliber dunia di setiap lininya, namun dominasi mereka di sepak bola Eropa tidak akan pernah lengkap tanpa kehadiran sang jenderal Inggris untuk menyeimbangkan ritme. Ia bukan sekadar pemain; Declan Rice adalah asuransi yang menggaransi kemenangan bagi Meriam London.