Norris Turunkan Ekspektasi, Akui McLaren Akan Hadapi Balapan Sulit di Las Vegas
Setelah mendominasi triple-header Amerika Utara dengan kemenangan beruntun yang menempatkannya sebagai favorit juara dunia F1 2025, Lando Norris tiba di Las Vegas dengan sikap yang jauh lebih hati-hati. Pembalap McLaren itu secara terbuka mengakui bahwa ia telah menurunkan ekspektasinya secara signifikan untuk Grand Prix Las Vegas akhir pekan ini, karena tantangan unik dari tata letak sirkuit dan suhu malam yang sangat dingin.
Norris, yang saat ini memimpin klasemen dengan selisih 24 poin dari rekan setimnya, Oscar Piastri, dan 49 poin dari Max Verstappen, menekankan bahwa Las Vegas secara historis telah menjadi titik lemah bagi timnya, sebuah realitas yang tidak dapat diabaikan meskipun performa mobil MCL39 secara keseluruhan telah meningkat drastis.
Musuh Terbesar: Suhu Dingin dan Graining
Masalah utama bagi McLaren di Las Vegas bukanlah kecepatan lurus, melainkan kemampuan mobil MCL39 untuk memanaskan ban dalam kondisi udara dan trek yang sangat dingin. Balapan yang diadakan pada malam hari di gurun Nevada membuat suhu aspal anjlok, sebuah kondisi yang selalu menjadi kelemahan mobil McLaren di masa lalu.
"Dari dua tahun terakhir, ini jelas merupakan balapan tersulit yang pernah kami jalani sepanjang tahun," ujar Norris dalam konferensi pers pra-balapan.
Baca juga: McLaren Buka Suara Keputusan Team Order Kontroversial di Monza
Ia bahkan secara blak-blakan menyinggung masalah pribadi dengan manajemen ban. "Saya selalu kesulitan dengan pengelupasan ban depan. Saya merasa seperti saya yang terburuk di grid dalam hal itu. Itu adalah sesuatu yang bisa terjadi di sini dan telah terjadi di masa lalu."
Masalah graining terjadi ketika ban beroperasi di bawah suhu optimalnya, menyebabkan karet terlepas dan mengurangi daya cengkeram secara drastis, sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi di sirkuit jalanan Las Vegas yang dingin dan rendah daya cengkeram.
Kontradiksi Tata Letak Sirkuit
Selain suhu, Norris menyoroti tata letak Sirkuit Jalanan Las Vegas yang kontradiktif. Sirkuit ini memiliki beberapa lurusan terpanjang di kalender F1, termasuk Strip yang terkenal, yang menuntut konfigurasi low downforce seperti di Monza.
Namun, lurusan panjang ini diselingi oleh banyak tikungan, menciptakan kompromi set-up yang sulit. Kombinasi lurusan kecepatan tinggi dan kondisi trek yang dingin membuat ban sulit mempertahankan panas, sebuah resep yang terbukti tidak cocok dengan karakteristik MCL39 sebelumnya.
Baca juga: Lando Norris Ungkap Momen Emosional Pasca Kemenangan di GP Inggris
"Ekspektasi saya tidak berada pada level yang sama dengan Meksiko atau Brasil, di mana kami telah tampil sangat baik selama beberapa tahun," akunya. "Saya masih datang ke sini untuk menang... tapi saya pikir ini akan lebih sulit, pastinya, daripada dua balapan terakhir."
Meskipun demikian, Norris menegaskan bahwa meskipun ekspektasinya telah disesuaikan, kepercayaan dirinya lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, mengingat perbaikan masif pada mobil McLaren sepanjang tahun 2025.