Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Luciano Spalletti menegaskan bahwa Juventus saat ini masih cukup jauh untuk disebut sebagai pemburu gelar Scudetto.
Di tengah persiapan pramusim menjelang laga kontra FC Basel, sang allenatore memilih bersikap realistis mengenai peta persaingan Serie A, sembari fokus membenahi berbagai kekurangan yang masih membayangi skuad Bianconeri.
Di tengah proses evaluasi tersebut, Juventus sukses menunjukkan taringnya di bursa transfer dengan meresmikan perekrutan bek kanan Zeki Çelik.
Pemain internasional Turki tersebut bergabung secara gratis dengan kontrak hingga 2029, sebuah langkah transfer yang sempat mengejutkan banyak pihak setelah sebelumnya sang pemain gencar dikaitkan dengan AS Roma.
Baca juga: Juventus Resmi Amankan Tanda Tangan Wonderkid Italia Jeff Ekhator
Bagi Spalletti, keberhasilan memboyong Çelik menjadi pesan kuat kepada para pesaing tentang reputasi besar yang dimiliki Si Nyonya Tua.
“Celik adalah pemain dengan mentalitas seorang pejuang, dan tentu saja dapat diandalkan,” kata Spalletti.
“Merekrutnya adalah ide bagus untuk Juventus, dia berpengalaman dan akan mudah beradaptasi. Itu menunjukkan bahwa klub ini kuat, karena terkadang bisa memberikan kejutan.”
Di luar keberhasilan transfer Çelik, Spalletti menyadari bahwa tantangan terbesar Juventus terletak pada konsistensi di dalam lapangan. Menggantikan posisi Igor Tudor di fase krusial musim lalu memberi Spalletti gambaran jelas mengenai kelemahan taktis dan mental yang harus segera dipangkas demi mengembalikan kejayaan klub.
Mantan pelatih timnas Italia ini tidak ragu membeberkan jarak kualitas yang masih ada antara anak asuhnya dengan para penantang gelar juara saat ini.
“Saya mendapati tim menyadari apa yang tidak dapat kami capai musim lalu, tetapi juga menyadari kemampuan kami dan apa yang dapat kami lakukan musim ini,” jelas Spalletti.
Baca juga: Juventus Ogah Terima Tawaran Arsenal untuk Datangkan Kenan Yildiz
“Ada penampilan berkualitas yang memberi kami kepercayaan diri, tetapi pada saat yang sama juga ada beberapa penampilan di bawah standar. Kami harus memperbaiki kekurangan tersebut.”
Bagi klub sebesar Juventus, target minimal tentu saja mengamankan tiket menuju Liga Champions. Namun, Spalletti menarik garis pembatas yang tegas antara target empat besar dan ambisi menjadi juara liga.
“Saya yakin bahwa jika kita bekerja dengan cara yang benar, kita bisa bersaing untuk lolos ke Liga Champions. Kami ingin bersaing di puncak klasemen, untuk lolos ke Liga Champions, tetapi jika berbicara tentang Scudetto, kami masih cukup jauh dari target itu,” tegasnya.
Tantangan bagi Spalletti kian pelik mengingat Juventus sedang berada dalam fase transisi besar. Kehilangan striker utama Dusan Vlahovic yang hengkang dengan status bebas transfer memaksa manajemen untuk bergerak cepat mencari penyerang nomor sembilan baru, sekaligus mencari sosok tangguh di bawah mistar gawang.
Kondisi diperumit dengan proses pemulihan cedera beberapa pemain kunci seperti Khéphren Thuram yang masih harus menjalani rehabilitasi lutut. Ditambah dengan penyesuaian jadwal akibat gelaran Piala Dunia, Spalletti tahu ia sedang berpacu dengan waktu.
“Skuad kami perlu diperkuat dan, dalam beberapa kasus, dilengkapi,” ujarnya.
Baca juga: Konsekuensi Gagal Masuk UCL: Juventus Siap Jual Pemain, Yildiz Tetap Aman
“Kita semua tahu itu. Kita harus melakukan kerja keras pada tim ini, tetapi waktunya mungkin sulit karena Piala Dunia. Akan lebih baik jika para pemain bisa berada di sini secepat mungkin.”
“Kami berada di jalur yang benar, tetapi kami harus meningkatkan kecepatan, karena Juventus tidak boleh tertinggal.”
Kedatangan figur berpengalaman seperti Çelik serta talenta muda potensial seperti Jeff Ekhator dari Genoa menjadi bukti bahwa jajaran direksi, Frederic Massara dan Giovanni Carnevali, mulai memenuhi cetak biru yang diinginkan Spalletti. Namun, menjelang laga-laga uji coba musim panas ini, pesan sang pelatih tetap sama: sejarah dan nama besar tidak akan otomatis membuahkan trofi, melainkan kerja keras untuk mengikis cacat di dalam tim.