Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menaruh ekspektasi tinggi terhadap era baru klub di bawah asuhan pelatih yang baru kembali ditunjuk, José Mourinho

Berbicara dari pusat latihan klub di Valdebebas di tengah intensitas pramusim yang kian meningkat, bek sayap asal Inggris tersebut mengungkapkan bahwa bekerja di bawah arahan taktis sang mentor legendaris asal Portugal sudah menjadi sebuah "kesenangan tersendiri."

Kembalinya Mourinho ke Madrid

Mourinho secara dramatis kembali ke Santiago Bernabéu dengan kontrak berdurasi tiga tahun setelah kemenangan Florentino Pérez dalam pemilihan presiden klub. 

Ditargetkan untuk mengembalikan Los Blancos ke puncak kejayaan domestik dan Eropa setelah Barcelona mengamankan gelar dua La Liga berturut-turut, sang juru taktik yang menjuluki dirinya "The Special One" ini tidak membuang waktu untuk langsung menerapkan budaya disiplin tinggi khasnya.

Baca juga: Real Madrid Konfirmasi Nico Paz Bertahan di Como dengan Klausul Buy-Back

Bagi Alexander-Arnold, kesempatan untuk berkembang di bawah asuhan Mourinho merupakan tonggak penting dalam kariernya.

“Saya selalu mengaguminya. Saya pernah bermain melawannya beberapa kali, dan merupakan suatu kehormatan untuk bekerja sama dengannya dan timnya,” kata Alexander-Arnold. 

“Suasananya intens. Prinsip dan tuntutannya sangat tinggi, jadi saya berharap dapat melihat bagaimana, semakin kita saling mengenal, semakin banyak yang kita pelajari dan semakin banyak yang dapat dia ajarkan kepada kita. 

“Dan kita semua bersedia dan bersemangat untuk belajar dan meningkatkan diri. Saya yakin dia akan mengajari kita banyak hal dan membantu kita memenangkan trofi tahun ini.”

TAA Siap Kembali

Pemain internasional Inggris, yang bergabung dengan Real Madrid untuk menguji dirinya di level tertinggi sepak bola Eropa, meyakini bahwa karakter menuntut yang dimiliki Mourinho adalah formula tepat yang dibutuhkan untuk mengembalikan trofi-trofi mayor ke ibu kota Spanyol.

Real Madrid melewati musim 2025–26 dengan hasil yang kurang memuaskan untuk standar tinggi mereka. Meski sempat meraih beberapa hasil positif di akhir musim, tersingkirnya mereka di perempat final Liga Champions dalam dua musim berturut-turut membuat para pendukung Madrid lapar akan kembalinya dominasi mereka.

Baca juga: Mourinho Blak-Blakan Soal Real Madrid, Mbappé, dan Sindir Kontradiksi Barcelona

Sayangnya musim pertama Alexander-Arnold di Spanyol terhambat oleh cedera, yang membuatnya tersingkir dari starting XI. Namun dengan kepergian bek Dani Carvajal, kini membuka peluang signifikan baginya untuk memantapkan dirinya sebagai bek kanan pilihan utama Madrid, dan sesi pramusim merupakan hal penting bagi dirinya untuk kembali ke tim utama.

“Ini tentang mendapatkan kebugaran, memahami prinsip-prinsipnya, dan bagaimana pelatih ingin kami bermain. Memahami bagaimana kami akan mengatur dan menampilkan diri musim ini,” jeaslnya.

“Dan yang terpenting adalah mendapatkan kembali kebugaran, kembali beraksi, dan mendapatkan kembali ritme sepak bola. Saya sudah lama absen, jadi senang akhirnya bisa kembali dan meletakkan fondasi yang kokoh untuk musim yang sukses.”

Periode pertama Mourinho di Madrid (2010–2013) dikenal dengan efisiensi serangan balik yang mematikan dan soliditas pertahanan yang kokoh. Bagaimana ia mengintegrasikan kemampuan operan elite generasi baru milik Alexander-Arnold ke dalam lini pertahanan yang tangguh akan menjadi salah satu alur cerita taktis paling menarik di La Liga saat musim baru bergulir Agustus mendatang.

Jika keharmonisan awal antara sang master taktik dan bek bintangnya ini menjadi indikasi, para rival Real Madrid patut waspada: rasa lapar akan gelar telah kembali ke Bernabéu.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!