Conte Mengamuk usai Napoli Kembali Dilanda Cedera, Semprot Direktur dan UEFA
Antonio Conte dikenal sebagai pelatih yang tidak pernah menahan diri, namun pada Sabtu malam di Naples, sang juru taktik memberikan pernyataan yang jauh lebih keras dari sekadar rasa frustrasi biasa. Meski Napoli berhasil memetik kemenangan tipis 2-1 atas Fiorentina, suasana di ruang pers Stadio Diego Armando Maradona terasa mencekam.
Conte mengonfirmasi bahwa kapten tim, Giovanni Di Lorenzo, kemungkinan besar menderita cedera ACL (ligamen krusiat anterior) yang parah. Kabar duka ini menjadi pemicu ledakan amarah Conte terhadap jajaran direksi klub, UEFA, dan otoritas liga terkait jadwal kompetisi yang dianggapnya tidak manusiawi.
Jadwal Membunuh Para Pemain
Di Lorenzo terpaksa ditarik keluar pada menit ke-30 sambil memegangi lututnya dengan ekspresi kesakitan yang mendalam.
Baca juga: Conte Bangga dengan Napoli, Puji Magis Joao Pedro Usai Drama Lima Gol
Bagi Conte, kehilangan sang kapten adalah puncak dari krisis cedera yang sudah menghantam bintang-bintang lain seperti Kevin De Bruyne, David Neres, Billy Gilmour, Andre-Frank Zambo Anguissa, Matteo Politano, dan Vanja Milinkovic-Savic.
“Sepertinya, dia mengalami cedera serius pada lututnya, yaitu ligamen krusiatum. Ini mengerikan. Anda tahu betul betapa pentingnya Di Lorenzo bagi kami,” kata Conte kepada DAZN Italia.
“Tidak banyak yang bisa kami katakan, ini pertandingan demi pertandingan, kami harus terus menggunakan pemain yang seharusnya diistirahatkan tetapi tidak bisa, hal itu menyebabkan situasi seperti ini.”
“Saya mengalami cedera ligamen krusiatum, saya tahu itu cedera traumatis. Saya terus mengatakan bahwa memainkan semua pertandingan ini, itu membunuh para pemain dan membunuh sepak bola.”
Semprot Direksi dan Otoritas Sepak Bola
Tidak berhenti pada jadwal, Conte secara terang-terangan menyerang kebijakan transfer klub dan kurangnya kedalaman skuad yang disediakan oleh para direktur Napoli.
“Jika kita harus memainkan 60 pertandingan per tahun, kita membutuhkan skuad yang lebih besar, jika tidak, itu sama saja bunuh diri,” tegas Conte.
Baca juga: Napoli Gugur di UCL usai Kalah 2-3 dari Chelsea
Kemenangan atas Fiorentina memang menjaga posisi Napoli di papan atas Serie A, namun Conte memperingatkan bahwa produk yang dijual oleh otoritas sepak bola kini sedang mengorbankan nyawa karier para atletnya.
“Klub-klub tampaknya tidak mengerti bahwa ini seperti anjing yang mengejar ekornya sendiri. Anda berjuang untuk lolos ke semua turnamen ini untuk mendapatkan lebih banyak uang, tetapi itu bersifat sementara, karena semakin banyak kompetisi yang Anda ikuti, semakin banyak pemain yang harus Anda beli, semakin besar tagihan gaji,” tambahnya.
“Jika mereka tidak memahami itu, maka sepak bola akan menuju ke arah yang buruk dan mengarah pada hal semacam ini. Saya tidak hanya berbicara tentang Napoli, saya berbicara secara umum untuk membela para pemain dan sangat disayangkan semua orang memunggungi para pemain demi klub, liga, UEFA, dll. Saya mengatakan ini sebagai mantan pemain.”
Masa Depan yang Mengkhawatirkan
Pernyataan dari Conte menjadi alarm keras bagi Napoli. Di tengah ambisi mempertahankan gelar Scudetto, tim asal Naples ini kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan pilar pertahanannya di saat stok pemain cadangan sangat terbatas.
Kini, seluruh mata tertuju pada bursa transfer dan kebijakan manajemen. Tanpa tambahan amunisi, proyek intensitas tinggi yang dibangun Conte terancam runtuh sebelum musim berakhir.
“Kami berhasil menutupi kekurangan karena para pemain ini melakukan hal-hal luar biasa. Sekali lagi, tidak banyak pilihan di bangku cadangan,” ucapnya.
“Sejujurnya, saya sangat kesal dengan apa yang terjadi pada Di Lorenzo, jadi sebaiknya kita selesaikan ini atau saya akan mengatakan sesuatu yang lain dan mendapat masalah.”