Man City Terpeleset di London Utara, Guardiola Berang Soal Gol Kontroversial Solanke
Perburuan gelar juara Premier League kembali memanas, namun Pep Guardiola justru merasa timnya sedang dirampok. Manchester City terpaksa harus puas berbagi angka dalam hasil imbang 2-2 yang kacau saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur pada Minggu malam. Hasil ini membuat sang juara bertahan kini tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Meski City sempat memimpin dua gol di babak pertama melalui Rayan Cherki dan Antoine Semenyo, momentum pertandingan berubah drastis di babak kedua. Titik baliknya adalah gol pertama Dominic Solanke pada menit ke-53, sebuah momen yang membuat Guardiola meledak di pinggir lapangan.
Kontroversi Gol Solanke
Insiden tersebut bermula ketika Solanke tampak menendang bagian belakang kaki bek City, Marc Guéhi, saat keduanya berebut bola di kotak penalti.
Baca juga: Tottenham Hotspur Tahan Imbang Manchester City 1-1 Lewat Brace Solanke
Bola kemudian meluncur masuk ke gawang Gianluigi Donnarumma, namun baik wasit Robert Jones maupun VAR tidak menganggap benturan itu sebagai pelanggaran. Guardiola memberikan sindiran tajam dalam sesi konferensi pers usai laga.
"Tolong, Anda jawab sendiri," ujar Pep ketus saat ditanya pendapatnya soal gol tersebut. "Jika seorang bek tengah melakukan hal itu kepada striker di kotak penalti, itu pasti penalti, bukan? Anda melihatnya, semua orang melihatnya. Tapi ini Premier League, hal seperti ini selalu terjadi lagi dan lagi."
Hilangnya Momentum di Tengah Kekacauan
Gol kontroversial tersebut membakar semangat tuan rumah. Hanya berselang 20 menit, Solanke kembali mencetak gol lewat tendangan scorpion kick yang spektakuler untuk menyamakan kedudukan, memanfaatkan kepanikan di lini belakang City.
Guardiola mengakui bahwa keputusan wasit tersebut merusak aspek psikologis para pemainnya.
"Tidak ada yang mengubah pendapat saya di masa lalu," tambahnya.
"Kami lebih suka tidak mengalami transisi itu, tetapi saya tidak keberatan dengan masalah emosional terkait gol yang diberikan wasit kepada Spurs.”
"Setelah itu, momentum sulit dikendalikan. Pertandingan dimainkan dengan baik. Melawan United, saya bisa mengatakan banyak hal [tentang cara kami bermain]. Hari ini, secara umum, pertandingan benar-benar dimainkan dengan baik."
Baca juga: Pep Guardiola Berterima Kasih pada Mourinho Usai Man City Segel Tiket 16 Besar
Perburuan Gelar yang Kian Berat
Dengan sisa 14 pertandingan, jarak enam poin dari Arsenal bukanlah hal yang mustahil untuk dikejar, namun frekuensi keputusan wasit yang merugikan mulai membebani pikiran Guardiola.
Hasil imbang ini memberikan napas baru bagi manajer Spurs, Thomas Frank, yang meski mengakui adanya kontak antara Solanke dan Guéhi, tetap merasa timnya layak mendapatkan poin atas kegigihan mereka bangkit dari ketertinggalan.
“Ada kontak yang jelas dari dia [Solanke] di situ,” kata Frank. “Secara umum, kami menginginkan ambang batas yang lebih tinggi [untuk pelanggaran].”
“Saya mengerti ini berada di area abu-abu. Gol Liverpool oleh Hugo Ekitiké [melawan Spurs pada 20 Desember] menurut pendapat saya masih jelas ada dua tangan di punggung Cristian Romero. Jadi tidak ada area abu-abu [di sana]. Saya sangat senang akhirnya keputusan itu diambil untuk kami, yang menurut saya lebih dari adil.”