Atalanta Pecat Ivan Juric Setelah Kekalahan Memalukan dari Sassuolo
Hanya lima bulan setelah mengambil alih tongkat estafet dari Gian Piero Gasperini yang legendaris, Ivan Juric harus meninggalkan kursinya. Atalanta pada hari Senin mengumumkan pemecatan manajer asal Kroasia tersebut menyusul rentetan hasil buruk di Serie A yang puncaknya adalah kekalahan telak 3-0 di kandang sendiri dari Sassuolo pada akhir pekan.
Kekalahan memalukan di Gewiss Stadium itu terbukti menjadi titik balik yang tidak bisa ditoleransi oleh hierarki klub. Hasil tersebut menjatuhkan La Dea ke posisi ke-13 di klasemen Serie A setelah 11 pertandingan, posisi yang jauh dari ambisi mereka untuk kembali ke kompetisi Eropa.
Kegagalan Menggantikan Warisan Gasperini
Juric, yang ditunjuk pada Juni 2025 dengan harapan bisa melanjutkan gaya sepak bola menyerang berintensitas tinggi ala Gasperini, gagal total dalam mereplikasi energi dan kreativitas yang pernah membuat Atalanta menjadi salah satu tim paling menarik di Italia dan Eropa.
Dalam 11 pertandingan liga, Atalanta di bawah Juric hanya mampu mencatatkan dua kemenangan, diiringi serangkaian tujuh hasil imbang dan dua kali kalah yang lahu mereka di liga. Mereka hanya mengumpulkan 13 poin, tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen Inter Milan.
Baca juga: AC Milan Ditahan Imbang 1-1 Lawan Atalanta
“Atalanta BC mengumumkan bahwa Ivan Juric telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih tim utama, bersama dengan anggota staf terdekatnya. Klub berterima kasih kepada Ivan Juric dan stafnya atas upaya mereka dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan,” demikian bunyi pernyataan resmi klub pada hari Senin.
Laga Kontra Sassuolo Jadi Laga Terakhir
Meskipun Atalanta mencatatkan hasil yang lebih baik di Liga Champions dan dalam posisi kuat untuk lolos ke babak berikutnya, performa domestik menjadi penentu nasib Juric. Kekalahan 3-0 dari Sassuolo, yang baru promosi, adalah kekalahan kandang pertama La Dea dengan margin tiga gol sejak Desember 2021.
Laporan media Italia mengindikasikan bahwa manajemen telah memberi Juric ultimatum setelah pertengkaran panasnya dengan penyerang Nigeria, Ademola Lookman, di pinggir lapangan saat kemenangan Liga Champions melawan Marseille pekan lalu.
Meskipun Juric mencoba meredam insiden tersebut, kekalahan telak di liga domestik membuat posisinya tak tertolong.
Baca juga: Juric Tinggalkan Southampton Usai Terdegradasi dari Premier League
Cari Juru Selamat Baru: Palladino Terdepan
Fokus Atalanta kini beralih pada pencarian manajer baru yang dapat segera mengembalikan tim ke jalur kemenangan dan mendorong mereka kembali ke zona kualifikasi Eropa.
Menurut sumber di Italia, mantan pelatih Monza dan Fiorentina, Raffaele Palladino, saat ini menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih kendali di Bergamo.
Palladino dikabarkan akan segera menandatangani kontrak dan menghadapi tugas berat pertamanya setelah jeda internasional, yaitu menghadapi juara bertahan Napoli pada 22 November.
Pemecatan Juric, yang menjadi pemecatan ketiganya dalam waktu kurang dari setahun, menggarisbawahi betapa tingginya tuntutan di Serie A dan tantangan yang dihadapi seorang manajer ketika mencoba menggantikan sosok ikonik. Bagi Atalanta, ini adalah tombol reset yang penting untuk menyelamatkan musim mereka.