Tottenham Resmi Tunjuk Roberto De Zerbi dengan Kontrak Jangka Panjang
Tottenham Hotspur secara resmi telah mengumumkan penunjukan Roberto De Zerbi sebagai pelatih kepala baru mereka. Mantan nakhoda Brighton dan Marseille tersebut telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, sebuah kesepakatan jangka panjang yang menunjukkan ambisi klub untuk membangun kembali stabilitas di bawah filosofi permainan yang menyerang.
De Zerbi akan segera memimpin skuad The Lilywhites, menggantikan Igor Tudor yang masa jabatannya hanya bertahan selama 44 hari. Dengan tujuh pertandingan tersisa di Premier League musim ini, tugas pertama dan paling mendesak bagi pelatih asal Italia itu adalah menjauhkan Spurs dari jurang degradasi, di mana mereka saat ini hanya terpaut satu poin dari zona merah.
Target Nomor Satu untuk Masa Depan
Direktur Olahraga Tottenham, Johan Lange, mengungkapkan bahwa De Zerbi sebenarnya adalah target utama klub untuk musim panas mendatang.
Baca juga: Pochettino Yakin Tottenham Tak Akan Degradasi dari Premier League
Namun, krisis performa yang semakin mendalam memaksa manajemen untuk mempercepat proses negosiasi agar sang pelatih bisa mulai bekerja efektif mulai 12 April mendatang saat laga tandang melawan Sunderland.
“Roberto adalah target utama kami di musim panas dan kami sangat senang bisa mendatangkannya sekarang,” kata Lange.
“Dia adalah salah satu pelatih paling kreatif dan berpikiran maju di dunia sepak bola, dan membawa serta segudang pengalaman di level tertinggi, termasuk di Premier League.”
De Zerbi sendiri menyatakan kegembiraannya bisa kembali ke Premier League, liga di mana ia pernah meraih sukses besar bersama Brighton.
“Saya sangat senang bergabung dengan klub sepak bola fantastis ini, yang merupakan salah satu klub terbesar dan paling bergengsi di dunia,” ujar De Zerbi.
“Dalam semua diskusi saya dengan pimpinan klub, ambisi mereka untuk masa depan sangat jelas – membangun tim yang mampu meraih prestasi besar, dan melakukannya dengan gaya sepak bola yang menggugah dan menginspirasi para pendukung kami. Saya di sini karena saya percaya pada ambisi itu dan telah menandatangani kontrak jangka panjang untuk memberikan segalanya demi mewujudkannya.
“Prioritas jangka pendek kami adalah mendaki klasemen Liga Primer, yang akan menjadi fokus utama hingga peluit akhir pertandingan terakhir musim ini. Saya berharap dapat segera berlatih di lapangan dan bekerja sama dengan para pemain ini untuk mencapai tujuan tersebut.”
Tantangan di Tengah Gejolak Penggemar
Meski reputasi De Zerbi sebagai inovator taktik tidak diragukan lagi, penunjukannya tidak lepas dari kontroversi.
Beberapa kelompok pendukung Tottenham, termasuk Tottenham Hotspur Supporters' Trust, telah menyuarakan keprihatinan serius terkait komentar masa lalu De Zerbi yang memberikan dukungan kepada Mason Greenwood saat keduanya masih berada di Marseille.
Baca juga: Postecoglou Yakin Bisa Bangkit Meski Babak Belur di Premier League
Di lapangan, De Zerbi mewarisi skuad yang sedang dilanda krisis kepercayaan diri setelah gagal meraih kemenangan liga sepanjang tahun 2026.
Ketidakhadiran beberapa pemain kunci karena cedera, ditambah dengan tuntutan untuk segera beradaptasi dengan sistem possession-based yang kompleks khas De Zerbi, menjadikan tujuh laga sisa ini sebagai ujian terberat dalam karier kepelatihannya.
Menuju Identitas Baru
Penunjukan ini menandai pelatih permanen kelima bagi Tottenham sejak kepergian Jose Mourinho pada 2021.
Dengan kontrak hingga 2031 dan tanpa adanya klausul pemutusan hubungan kerja jika klub terdegradasi, dewan klub tampaknya telah memberikan kebebasan sepenuhnya kepada De Zerbi untuk melakukan transformasi total.
Bagi para penggemar, pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah Spurs bisa bertahan di kasta tertinggi, melainkan apakah gaya sepak bola yang dijanjikan De Zerbi dapat mengembalikan kejayaan klub.