Arsenal Siap Tingkatkan Skuad dan Prioritaskan Kontrak Baru Arteta
Co-chair Arsenal, Josh Kroenke, menegaskan bahwa klubnya tidak akan berpuas diri meski baru saja menyudahi dahaga gelar Premier League selama 22 tahun. Pemilik asal Amerika Serikat tersebut berjanji akan terus memperkuat kedalaman skuad The Gunners pada bursa transfer musim panas ini, sekalipun mereka berhasil menundukkan Paris Saint-Germain untuk merengkuh trofi Liga Champions pertama mereka di Budapest akhir pekan ini.
Selain ambisi belanja pemain, Kroenke juga menyatakan bahwa mengikat manajer Mikel Arteta dengan kontrak jangka panjang baru merupakan prioritas paling utama bagi manajemen klub saat ini. Kontrak pelatih asal Spanyol tersebut akan memasuki tahun terakhirnya pada musim panas ini, dan pihak direksi berniat bergerak cepat demi memagari sang arsitek dari ketertarikan klub-klub raksasa Eropa lainnya.
"Memastikan Mikel tetap bertahan di sini adalah prioritas utama kami. Kabar baik bagi seluruh pendukung Arsenal di seluruh dunia adalah dia sangat menikmati proyek ini," ujar Josh Kroenke. "Dia bahagia berada di sini. Sejak masa-masanya sebagai pemain hingga sekarang menjadi manajer, dia adalah pria Arsenal sejati."
Tiada Kata Puas untuk Sang Juara Baru Inggris
Pernyataan Kroenke ini menjadi sinyal peringatan kuat bagi para rival di Premier League. Di bawah bendera Kroenke Sports & Entertainment (KSE), dinasti olahraga mereka telah memenangkan dua trofi Super Bowl (NFL), dua Stanley Cup (NHL), dan satu Cincin Juara NBA (Denver Nuggets).
Baca juga: Arteta Akui Sempat Ragu Bisa Bawa Arsenal Juara Premier League
Mengacu pada pengalaman mengelola tim-tim juara di Amerika Serikat, Kroenke menegaskan bahwa mempertahankan kejayaan jauh lebih sulit daripada meraihnya.
“Tujuan utama kami adalah memenangkan Premier League, karena jika Anda bisa bersaing untuk Premier League, Anda akan bersaing untuk semua gelar lainnya. Dalam satu hal, kami telah mencapai satu tujuan, dengan tujuan lain yang akan datang pada hari Sabtu. Jika kami mendapatkan hasil yang bagus, itu tidak akan mengubah atau memengaruhi siapa kami,” tegas Kroenke.
“Dalam pengalaman kami memenangkan sesuatu di Amerika Serikat, ketika Anda memenangkan sesuatu, matahari akan tetap terbit keesokan harinya. Anda harus kembali bekerja dan ada banyak tim yang mencoba mengejar Anda, termasuk beberapa tim hebat dalam sejarah Premier League. Kami akan berusaha untuk memperkuat tim karena kami tahu tim-tim di sekitar kami akan menjadi lebih baik. Jika Anda tidak terus-menerus berusaha untuk berkembang dan meningkatkan diri, Anda akan stagnan.”
Komitmen investasi ini melanjutkan kebijakan agresif klub setelah musim panas lalu menggelontorkan dana lebih dari £250 juta di pasar transfer. Langkah tersebut terbukti jitu dengan keberhasilan Martin Ødegaard dan kawan-kawan mengangkat trofi Premier League akhir pekan lalu di Selhurst Park.
100 Persen Kredit untuk Arteta
Keberhasilan mentransformasi kultur Arsenal dari klub yang kerap menjadi bahan ejekan di media sosial hingga menjelma menjadi kekuatan menakutkan di Eropa dinilai Kroenke sebagai buah kerja keras total dari Arteta.
"Jika ada satu orang yang bisa kita tunjuk sebagai otak di balik semua keberhasilan ini, saya akan memberikan 100 persen pujian kepada Mikel, stafnya, dan para pemain. Merekalah orang-orangnya,” tambah Kroenke.
Baca juga: Arsenal Balas Kritik dengan Gelar Premier League, Saka: "Tidak Ada Lagi Ejekan”
"Sebagaimana Mikel menyusun taktik kita, para pemain harus bermain dalam pertandingan, mereka harus pergi dan menang untuk kita."
Tatap Sejarah Baru di Budapest
Fokus jangka pendek Arsenal kini sepenuhnya tertuju ke Puskás Aréna, Budapest, tempat laga final Liga Champions melawan PSG akan digelar pada Sabtu malam. Ini merupakan penampilan kedua Arsenal di final kompetisi tertinggi benua biru sepanjang sejarah klub, setelah sebelumnya dipaksa menyerah oleh Barcelona pada edisi 2006 silam.
Arsenal memiliki potensi sejarah untuk mengawinkan dua gelar. Baik membawa pulang trofi Si Kuping Besar atau tidak dari Budapest, satu hal yang pasti: Arsenal era Kroenke dan Arteta siap membangun dinasti baru yang berkelanjutan di puncak sepak bola dunia.