Mantan manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, akhirnya angkat bicara mengenai krisis hebat yang melanda mantan klubnya. Di tengah persiapan intensif memimpin Amerika Serikat (USMNT) menyongsong Piala Dunia 2026, pelatih asal Argentina itu memberikan dukungan moral bagi Spurs yang kini terperosok dalam ancaman degradasi yang nyata.

Tottenham saat ini berada dalam kondisi terpuruk, hanya terpaut satu poin di atas zona degradasi Premier League dengan tujuh pertandingan tersisa. Setelah pemecatan Thomas Frank dan kegagalan singkat Igor Tudor, klub London Utara tersebut kini beralih ke Roberto De Zerbi dalam upaya penyelamatan darurat.

Keyakinan untuk The Lilywhites

Berbicara kepada wartawan di Atlanta menjelang laga uji coba USMNT melawan Portugal, Pochettino menegaskan keyakinannya bahwa Tottenham memiliki kualitas yang cukup untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Baca juga: Tottenham Hotspur Bidik Roberto De Zerbi Sebagai Juru Selamat

"Dengan ikatan saya dengan Tottenham, mustahil untuk tidak merasakan apa pun tentang Tottenham, tentang klub, orang-orang yang bekerja di sana, dan tentang para penggemar. Itu adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya," kata Pochettino.

"Itulah harapan saya, dan saya yakin mereka akan bertahan di liga, dengan pelatih atau tanpa pelatih, karena para pemainnya. Saya pikir ada para pemain dan kemudian ada klub dengan para penggemar yang akan melakukan segalanya untuk menciptakan energi untuk menang..."

Spurs belum mencatatkan satu pun kemenangan liga sejak awal tahun 2026, sebuah statistik yang membuat para pendukung setianya khawatir akan potensi turun kasta untuk pertama kalinya sejak 1977.

Fokus Penuh pada Proyek Amerika Serikat

Meski namanya terus dikaitkan dengan kepulangan dramatis ke London Utara, terutama setelah Tudor resmi hengkang pada hari Minggu lalu, Pochettino dengan tegas menutup pintu untuk kembalinya dalam waktu dekat. 

Komitmennya saat ini sepenuhnya terikat pada perannya sebagai nakhoda tim tuan rumah Piala Dunia 2026.

"Saat ini, saya rasa kami sangat, sangat fokus, sepenuhnya fokus pada Piala Dunia. Saya rasa semua orang tahu bahwa saya berkomitmen pada tim nasional. Saya rasa saat ini bukan saatnya untuk membicarakan masa depan," tambah Pochettino.

Pochettino, yang kontraknya dengan US Soccer akan berakhir setelah turnamen musim panas ini, bahkan mengisyaratkan kemungkinan untuk memperpanjang masa tinggalnya di Amerika jika kedua belah pihak merasa puas dengan perkembangan tim.

Baca juga: Pochettino Akui Rindu Inggris, Sinyal Kembali ke Premier League Menguat

Era Baru Bersama De Zerbi

Sementara Pochettino fokus pada "The Stars and Stripes," Tottenham dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Roberto De Zerbi untuk kontrak jangka panjang selama lima tahun. Penunjukan ini dianggap sebagai perjudian besar, mengingat gaya bermain De Zerbi yang ekspansif seringkali membutuhkan waktu untuk membuahkan hasil, sesuatu yang tidak dimiliki Spurs saat ini.

Kehadiran De Zerbi diharapkan mampu memutus dinamika negatif yang menyelimuti ruang ganti, menyusul laporan bahwa pemain kunci seperti kiper Guglielmo Vicario mulai mencari jalan keluar pada bursa transfer mendatang akibat ketidakstabilan klub.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!