Tottenham Hotspur kini sedang dalam pembicaraan serius dengan Roberto De Zerbi untuk menjadikannya manajer permanen baru mereka. Langkah ini diambil sebagai respons darurat menyusul kepergian Igor Tudor yang hanya bertahan selama 44 hari di London Utara.

Setelah kekalahan memalukan 3-0 dari Nottingham Forest akhir pekan lalu, petinggi klub bergerak cepat untuk mendekati mantan pelatih Brighton dan Marseille tersebut. Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa di musim Liga Inggris, Spurs berada dalam posisi yang sangat mengkhawatirkan, hanya terpaut satu poin di atas zona degradasi.

Perubahan Sikap De Zerbi

Laporan dari Sky in Italy pada hari Senin menunjukkan adanya perubahan haluan yang signifikan dari De Zerbi. 

Sebelumnya, pelatih berusia 46 tahun itu berniat untuk istirahat hingga musim panas setelah meninggalkan Marseille pada bulan Februari. Namun, tawaran kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun dari Spurs tampaknya telah mengubah pendiriannya.

Baca juga: Postecoglou Yakin Bisa Bangkit Meski Babak Belur di Premier League

De Zerbi kini dikabarkan terbuka untuk segera mengambil alih kendali tim, sebuah keputusan yang bisa menjadi titik balik bagi Spurs yang kacau balau musim ini.

Misi Penyelamatan yang Mustahil?

Tugas yang menanti De Zerbi tidaklah mudah. Tottenham belum pernah merasakan degradasi dari kasta tertinggi sejak 1977, namun catatan 13 pertandingan liga tanpa kemenangan telah membawa mereka ke jurang kehancuran.

Mantan manajer Spurs, Tim Sherwood, memberikan pandangannya mengenai situasi ini.

"Saya menyukainya, sungguh. Saya menyukai kepribadiannya. Saya sudah mengatakan beberapa bulan lalu bahwa dialah orang yang tepat untuk datang ke Tottenham,” kata Sherwood.

"Saya akan memilihnya daripada Mauricio Pochettino untuk jangka panjang karena dia memainkan gaya yang diinginkan penggemar Tottenham. Dia membuka ruang di lapangan, tetapi tidak sekarang. Gaya itu tidak dibutuhkan sekarang, yang mereka butuhkan sekarang adalah pelatih yang dapat diandalkan. Ini jauh dari pelatih yang dapat diandalkan.

"Saya masih menyukainya. Saya menyukai kepribadiannya dan cara timnya bermain. Tetapi mereka bisa terbuka dan bisa dihancurkan dalam beberapa pertandingan - Anda tidak boleh dihancurkan dari sekarang hingga akhir musim.

"Prioritas utamanya hanyalah untuk mempertahankan mereka di liga. Dia bukanlah tipe manajer yang seperti petugas pemadam kebakaran yang datang hanya untuk periode tujuh pertandingan ini."

Baca juga: Pochettino Akui Rindu Inggris, Sinyal Kembali ke Premier League Menguat

Pro dan Kontra di Kalangan Fans

Meski reputasi taktik De Zerbi sangat dikagumi, potensi penunjukkannya tidak lepas dari kontroversi. 

Beberapa kelompok suporter Spurs telah menyuarakan keberatan mereka terkait komentar masa lalu De Zerbi yang dianggap membela Mason Greenwood saat masih di Marseille.

Namun, bagi manajemen Spurs yang dipimpin oleh kepala eksekutif Vinai Venkatesham dan direktur olahraga Johan Lange, De Zerbi dipandang sebagai satu-satunya sosok yang mampu memberikan identitas permainan sekaligus mengamankan status klub di Liga Inggris.

Pembicaraan diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa jam ke depan, dengan harapan sang pelatih Italia sudah bisa memimpin tim saat bertandang ke markas Sunderland pada 12 April mendatang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!