Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, kembali melontarkan kritik terhadap Cristiano Ronaldo dengan mempertanyakan kebugaran dan komitmen sang megabintang selama keduanya bekerja sama di Old Trafford. Pelatih asal Belanda itu bahkan menilai Ronaldo sudah tidak mampu tampil di level tertinggi sejak meninggalkan Juventus pada 2021.
Dalam wawancara bersama ESPN, Ten Hag menyebut pemenang lima Ballon d'Or tersebut tidak lagi sanggup memenuhi tuntutan fisik sepak bola modern, khususnya Premier League. Ia menilai Ronaldo kesulitan mendorong dirinya melewati rasa sakit dan mempertahankan intensitas latihan yang dibutuhkan untuk mencapai kebugaran optimal.
Ten Hag mengakui bahwa Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Namun, menurutnya, kualitas individu dan reputasi besar seorang pemain tidak cukup apabila tidak diimbangi dengan kontribusi terhadap kebutuhan tim.
"Setiap klub besar harus merangkul pemain terbaiknya, tetapi pemain terbaik juga harus mengutamakan kepentingan tim. Itulah sebenarnya masalah dengan Ronaldo," ujar Ten Hag.
Baca juga: Ten Hag Sebut Manchester United Berpotensi Degradasi Musim Ini
Ia kemudian memberikan penilaian yang lebih keras mengenai penurunan performa Ronaldo setelah meninggalkan Real Madrid dan Juventus.
"Para pemain ingin bekerja untuknya dan mereka menaruh hormat kepadanya, jangan sampai ada kesalahpahaman mengenai hal itu. Ia tentu saja merupakan pemain yang luar biasa, salah satu yang terbaik sepanjang masa,” tambah Ten Hag.
"Namun, kenyataannya dalam tujuh atau delapan tahun terakhir, ia memang sudah tidak bisa lagi memberikan performa yang diharapkan. Sejak di Juventus dan seterusnya, segalanya sudah berakhir."
Pelatih yang kini menjabat sebagai direktur teknis FC Twente itu juga menyinggung keputusan Real Madrid melepas Ronaldo pada 2018. Menurutnya, klub Spanyol tersebut memahami kapan harus berpisah dengan seorang pemain sebelum penurunan performanya terlihat terlalu jelas.
Ten Hag menilai Real Madrid mampu mengenali penurunan level seorang pemain dan mengambil keputusan ketika sang pemain masih terlihat berada di puncak kariernya di mata publik.
Ten Hag kemudian menjelaskan bahwa persoalan kebugaran Ronaldo menjadi salah satu faktor utama di balik ketegangan hubungan mereka di Manchester United.
Ketika mulai menangani Setan Merah pada 2022, Ten Hag mengaku telah berbicara langsung dengan Ronaldo mengenai pendekatan taktik, peran yang diharapkan, serta standar yang harus dipenuhi oleh seluruh pemain.
Ia bahkan mengaku memberikan status istimewa kepada penyerang Portugal tersebut karena memahami reputasi dan pencapaiannya. Namun, Ten Hag merasa Ronaldo tidak mampu memenuhi tuntutan yang telah dibicarakan sebelumnya.
"Saya datang kepadanya sebelum memulai pekerjaan ini dan menjelaskan bagaimana kami akan bermain, apa perannya, serta apa yang saya harapkan darinya. Namun, pada akhirnya setiap pemain juga harus memberikan kontribusi sendiri," jelas Ten Hag.
"Dia tidak lagi mampu mendorong dirinya melewati rasa sakit, memberikan segalanya setiap hari, dan berlatih dengan intensitas maksimal untuk mencapai kebugaran yang dibutuhkan."
Baca juga: Ten Hag Tuduh Ronaldo 'Mengecewakan Tim' dan Rusak Latihan Manchester United
Menurut Ten Hag, seorang pemain yang tidak berada dalam kondisi fisik optimal akan kesulitan bersaing di Premier League, Liga Champions, maupun bersama tim nasional Portugal. Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya hanya mengharapkan Ronaldo melakukan pressing tanpa mempertimbangkan kondisi fisik sang pemain.
Ten Hag menambahkan bahwa Ronaldo masih memiliki kemampuan menyelesaikan peluang, tetapi sudah kehilangan intensitas dan kekuatan untuk terus masuk ke kotak penalti serta mengikuti tuntutan permainan dengan tempo tinggi.
Bahkan, ketika ditanya apakah pernah merasa puas dengan performa Ronaldo selama mereka bekerja sama, Ten Hag menjawab bahwa situasi tersebut tidak pernah terjadi karena sang pemain datang terlambat setelah mengalami persoalan pribadi. Saat itu, musim sudah dimulai dan Ronaldo dinilai belum berada dalam kondisi yang diperlukan.
Hubungan Ten Hag dan Ronaldo memang mengalami keretakan selama periode kedua sang penyerang di Manchester United. Ronaldo beberapa kali tidak menjadi pilihan utama, sementara ketegangan semakin terlihat ketika ia menolak masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada Oktober 2022.
Situasi tersebut berujung pada wawancara kontroversial Ronaldo bersama Piers Morgan pada November 2022. Dalam wawancara itu, sang megabintang mengaku merasa dikhianati oleh klub dan mengkritik kepemimpinan Ten Hag.
Manchester United kemudian mengakhiri kontrak Ronaldo melalui kesepakatan bersama. Penyerang Portugal itu meninggalkan Old Trafford dengan catatan 27 gol dalam 54 pertandingan pada periode keduanya bersama klub, termasuk hanya satu gol dalam 10 penampilan Premier League ketika ditangani Ten Hag.
Meski melontarkan kritik tajam, Ten Hag tetap memberikan penghormatan terhadap keseluruhan karier Ronaldo. Ia menyebut sang pemain telah memberikan kontribusi luar biasa kepada sepak bola, tetapi menegaskan bahwa tidak ada individu yang boleh berada di atas kepentingan klub.
Ia bahkan membandingkan pendekatan Ronaldo dengan Lionel Messi, yang menurutnya mampu memberikan kontribusi besar kepada Argentina sekaligus membuat seluruh anggota tim bekerja bersama untuk mencapai keberhasilan.
Pernyataan terbaru Ten Hag kembali membuka perdebatan mengenai berakhirnya kerja sama dua sosok besar tersebut di Manchester United. Namun, bagi sang pelatih, persoalan utamanya bukan reputasi Ronaldo, melainkan tuntutan profesionalisme dan kesediaan seorang pemain untuk menempatkan kepentingan tim di atas segalanya.