Southampton Dicoret dari Play-Off Championship Akibat Skandal Spionase
Dalam sebuah langkah disipliner yang belum pernah terjadi sebelumnya, Komisi Disiplin Independen resmi mencoret Southampton dari babak final play-off Championship. Keputusan ini diambil menyusul investigasi mendalam terkait skandal spionase ilegal di fasilitas latihan tim lawan.
Klub berjuluk The Saints tersebut, yang sebelumnya berhasil mengamankan tiket ke Wembley setelah mengalahkan Middlesbrough dengan agregat 2-1 di semifinal, harus merelakan peluang mereka untuk promosi ke Premier League. English Football League (EFL) telah mengonfirmasi bahwa Middlesbrough akan menggantikan posisi Southampton untuk menghadapi Hull City di laga final play-off pada Sabtu, 23 Mei mendatang.
Selain didiskualifikasi dari turnamen musim ini, Southampton juga dijatuhi sanksi pengurangan empat poin yang akan langsung diterapkan pada kompetisi Championship musim depan (2026-27).
Pola Pengintaian yang Terbongkar
Kontroversi yang langsung dijuluki media sebagai "Spygate 2.0" ini bermula ketika pihak Middlesbrough mencurigai seorang pria yang merekam sesi latihan taktis tertutup mereka pada 7 Mei lalu di Rockliffe Hall, dua hari sebelum laga leg pertama semifinal.
Baca juga: Leicester Terjerembab ke Kasta Ketiga, Coventry Kembali ke Premier League
Fotografer klub Middlesbrough berhasil mengabadikan foto pria tersebut, yang belakangan diidentifikasi sebagai seorang analis data magang Southampton yang memanfaatkan area tinggi di dekat lapangan golf yang bersebelahan dengan tempat latihan.
Meskipun Southampton awalnya mengklaim bahwa staf tersebut bertindak atas inisiatif sendiri, investigasi lanjutan dari pihak EFL justru membongkar pola pengintaian ilegal yang lebih luas sepanjang musim 2025-26.
Komisi disiplin menemukan bukti bahwa Southampton juga melakukan perekaman video ilegal sebelum pertandingan melawan Oxford United pada Desember 2025 dan Ipswich Town pada April 2026. Menghadapi bukti-bukti tersebut, Southampton akhirnya mengakui adanya pelanggaran berulang terhadap Regulasi EFL Pasal 127, yang secara ketat melarang tim mana pun mengamati atau mencoba mengamati sesi latihan lawan dalam waktu 72 jam sebelum pertandingan dimulai.
Pertaruhan Ratusan Juta Pound di Final
Menyusul pengumuman resmi tersebut, pihak Middlesbrough merilis pernyataan tertulis yang menyambut baik ketegasan komisi disiplin dalam menjaga integritas olahraga. Skuad asuhan Kim Hellberg, yang sempat bermain imbang 0-0 di leg pertama sebelum akhirnya takluk oleh gol babak perpanjangan waktu dari Shea Charles di leg kedua, kini mendapatkan kesempatan kedua untuk memperebutkan tiket promosi ke Premier League.
Baca juga: Penalti Ross Stewart Bawa Southampton Singkirkan Fulham dari FA Cup
Laga final di Wembley tetap menjadi pertandingan tunggal paling bernilai secara finansial di dunia sepak bola, di mana promosi ke kasta tertinggi diperkirakan bernilai lebih dari £110 juta dalam bentuk pendapatan hak siar dasar.
Di sisi lain, Southampton telah mengajukan banding resmi terkait beratnya sanksi tersebut, dengan argumen bahwa hukuman diskualifikasi total dari babak play-off terlalu berlebihan. EFL menyatakan bahwa diskusi darurat tengah berlangsung antara badan pengelola, Southampton, dan Middlesbrough guna mengatasi dampak logistik sebelum sepak mula hari Sabtu. Jika banding tersebut ditolak, skuad asuhan Tonda Eckert dipastikan tetap bertahan di kasta kedua dengan modal minus empat poin untuk memulai musim depan.