Sepak bola Inggris menyaksikan sebuah perputaran nasib yang luar biasa dramatis pada Selasa malam (21/4). Tepat sepuluh tahun setelah dongeng yang membawa mereka menjuarai Premier League, Leicester City resmi terdegradasi ke kasta ketiga (League One). Di saat yang bersamaan, rival regional mereka, Coventry City, merayakan keberhasilan promosi ke kasta tertinggi sebagai juara Championship.

Kesedihan mendalam menyelimuti King Power Stadium setelah hasil imbang 2-2 melawan Hull City memastikan The Foxes tidak lagi mampu mengejar zona aman. Dengan sisa dua pertandingan, Leicester kini tertinggal tujuh poin dari peringkat ke-21, sebuah kenyataan pahit bagi klub yang satu dekade lalu menjadi raja Inggris.

Dongeng yang Berakhir Tragis

Kejatuhan Leicester terasa seperti mimpi buruk bagi para pendukungnya. Musim ini diwarnai dengan kekacauan di ruang ganti dan sanksi pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan keuangan, sebuah beban yang terbukti terlalu berat untuk dipikul oleh skuad asuhan Gary Rowett.

Baca juga: Salahi Aturan Finansial, Leicester City Dijatuhi Sanksi Pengurangan Enam Poin

Meski sempat memberikan perlawanan melalui gol penalti Jordan James dan tendangan Luke Thomas, pertahanan Leicester yang rapuh kembali goyah. Gol penyama kedudukan dari Oliver McBurnie untuk Hull di menit ke-60 menjadi paku terakhir di peti mati harapan Leicester. 

Untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka, Leicester akan berkompetisi di League One, mengakhiri era keemasan yang pernah dihiasi trofi Premier League dan FA Cup.

Kebangkitan Sky Blues di Bawah Lampard

Berjarak hanya 40 kilometer dari Leicester, suasana di Coventry Building Society Arena justru meledak dalam kegembiraan. Coventry City memastikan gelar juara Championship dengan kemenangan telak 5-1 atas Portsmouth.

Di bawah tangan dingin Frank Lampard, The Sky Blues tampil dominan sepanjang musim. Setelah mengunci tiket promosi pekan lalu di markas Blackburn, kemenangan lima gol yang disumbangkan oleh dua gol Ephron Mason-Clark serta gol-gol dari Haji Wright dan Kaine Kesler-Hayden menyempurnakan status mereka sebagai tim terbaik di divisi kedua. 

Baca juga: Leicester City: Banding Pengurangan Poin Ditolak, Terancam Degradasi ke Divisi 3

Ini adalah kembalinya Coventry ke Premier League untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, sebuah perjalanan panjang setelah mereka sempat jatuh hingga ke divisi keempat.

Pemandangan di dua kota Midlands ini merangkum keindahan sekaligus kejamnya sepak bola. Sementara Frank Lampard dipuja sebagai pahlawan baru di Coventry, di Leicester, para penggemar mengekspresikan kekecewaan mereka melalui cemoohan saat peluit panjang berbunyi.

Bagi Leicester, tugas berat untuk membangun ulang identitas klub kini dimulai dari nol. Sedangkan bagi Coventry, mimpi Premier League akhirnya kembali menjadi kenyataan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!