Pochettino Akui Rindu Inggris, Sinyal Kembali ke Premier League Menguat
Di tengah kesibukannya mempersiapkan Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, Mauricio Pochettino justru memicu spekulasi panas mengenai masa depannya. Pelatih asal Argentina itu secara terbuka mengakui bahwa dirinya merindukan atmosfer sepak bola Inggris dan menyatakan niatnya untuk kembali melatih di Premier League suatu hari nanti.
Pernyataan ini muncul dalam wawancara terbaru bersama media Prancis, L’Equipe, di mana pria berusia 54 tahun itu berbicara panjang lebar mengenai kasih sayangnya terhadap budaya sepak bola di Britania Raya.
"Tempat Ideal bagi Sang Petarung"
Pochettino, yang pernah menakhodai Southampton, Tottenham Hotspur, dan Chelsea, menegaskan bahwa intensitas kompetisi di Inggris belum ada tandingannya.
Baginya, Premier League adalah medan tempur terbaik bagi siapapun yang ingin menguji batas kemampuan mereka.
Baca juga: Spurs Gagal Lolos ke Perempat Final Meski Tundukkan Atletico 3-2
"Saya mencintai negara itu, budayanya, dan tentu saja budaya sepak bolanya," ujar Pochettino.
"Bagi siapa pun yang memiliki semangat kompetitif dan ingin mengukur diri mereka sendiri melawan yang terbaik, Inggris adalah tempat yang ideal. Di sana, Anda dipaksa untuk terus memberikan yang terbaik setiap saat."
Meski saat ini fokus sepenuhnya pada proyek besar bersama tim nasional AS, kejujurannya tentang kerinduan terhadap skena sepak bola Inggris langsung membuat publik London Utara waspada.
Bayang-bayang Kembali ke Tottenham
Komentar Pochettino muncul di momen yang sangat sensitif bagi mantan klubnya, Tottenham Hotspur.
Saat ini, Spurs sedang terpuruk dalam zona persaingan degradasi di bawah arahan pelatih interim Igor Tudor, menyusul pemecatan Thomas Frank pada Februari lalu. Dengan posisi klub yang hanya terpaut satu poin di atas zona merah, nama Pochettino kembali diteriakkan oleh para penggemar di tribun.
Menariknya, Pochettino juga mengungkapkan sebuah rahasia lama. Ia mengonfirmasi bahwa saat dirinya melatih Paris Saint-Germain pada 2021, Tottenham dan beberapa klub besar lainnya sempat melakukan pendekatan formal untuk memulangkannya ke London.
"Bukan hanya Tottenham. Klub-klub besar lainnya juga. Ketika musim enam bulan itu berakhir, ada sedikit ketidakstabilan, dengan seluruh situasi COVID, situasi klub menjadi tidak stabil," jelasnya.
"Saya menikmati pengalaman saya di PSG. Tetapi saya memiliki pilihan lain, yang saya sampaikan kepada klub, tetapi mereka memilih untuk tidak mendengarkan satupun dari pilihan tersebut."
Baca juga: Pochettino Bertekad Suntikkan Mental Juara ke Timnas AS
Fokus Piala Dunia, Masa Depan Terbuka
Meskipun kode untuk kembali ke Inggris sudah dilempar, Pochettino menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan tugas negara bersama Amerika Serikat hingga musim panas mendatang. Kontraknya dijadwalkan berakhir setelah turnamen Piala Dunia 2026 selesai, yang berarti ia bisa tersedia di pasar transfer mulai Agustus tahun depan.
Bagi para petinggi klub Premier League, terutama di Tottenham, pernyataan ini adalah pengingat bahwa salah satu manajer paling dicintai di Inggris siap untuk babak baru. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah ia akan kembali, melainkan kapan dan ke mana langkah kakinya akan berpijak.