McFarlane Bangga Chelsea Tahan Imbang City di Tengah Badai Klub
Di tengah gejolak internal yang melanda Stamford Bridge, pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya setelah melihat timnya mencuri poin di markas Manchester City. Hasil imbang 1-1 yang dramatis pada Senin (5/1) menjadi puncak dari pekan yang penuh emosi bagi The Blues.
Hanya tiga hari setelah pemecatan mendadak Enzo Maresca pada hari pertama tahun 2026, McFarlane, yang biasanya menangani tim U-21, dilempar ke garis depan untuk menghadapi tantangan terberat di Premier League: bertandang ke Etihad Stadium.
Pujian untuk Mentalitas Pemain
Usai laga, McFarlane tampak emosional saat merefleksikan performa anak asuhnya. Gol penyama kedudukan dari Enzo Fernandez di menit ke-94 bukan sekadar statistik bagi sang pelatih sementara, melainkan bukti ketangguhan mental skuad muda Chelsea.
"Banyak perubahan yang telah terjadi," kata McFarlane. "Enzo sangat sukses dengan grup ini. Beberapa (pemain) terkejut dengan keputusan tersebut.”
Baca juga: Man City 1-1 Chelsea: Gol Telat Enzo Fernandez Buyarkan Kemenangan City
"Jadi, karakter yang mereka tunjukkan dalam dua hari terakhir, karakter yang mereka tunjukkan hari ini... semua orang mengira kami datang ke sini untuk kalah. Tidak ada yang mengira kami punya peluang, tetapi kami tahu karakter dan bakat dalam grup ini."
McFarlane mengakui bahwa persiapan tim sangatlah singkat. Ia baru mendapatkan panggilan untuk memimpin skuad utama pada hari Kamis, memberikan dirinya hanya tiga sesi latihan bersama para pemain senior sebelum menghadapi taktik Pep Guardiola.
Menghadapi Sang Maestro
Bagi McFarlane, memimpin tim di pinggir lapangan melawan manajer sekaliber Pep Guardiola adalah sebuah kehormatan yang tidak pernah ia duga akan datang secepat ini.
Meskipun ia telah lama berkecimpung di dunia kepelatihan, level Premier League memberikan atmosfer yang berbeda.
"Bagi saya pribadi, itu luar biasa, hal-hal yang Anda impikan: Pep Guardiola, pertandingan Premier League, luar biasa," tambahnya.
"[Guardiola] adalah salah satu manajer terbaik yang pernah ada. Itu tampaknya menjadi narasi pertandingan dan saya rasa seharusnya tidak demikian.”
"Seharusnya tentang para pemain, dan seberapa baik mereka tampil. Seharusnya bukan tentang saya, seharusnya tentang kualitas penampilan yang ditunjukkan para pemain tersebut dengan segala yang telah terjadi."
Ia juga menegaskan bahwa misinya selama beberapa hari terakhir bukanlah merombak total tim, melainkan menjaga stabilitas.
Baca juga: Chelsea Resmi Pecat Enzo Maresca Usai Hubungan Memanas
Masa Depan yang Singkat?
Meski meraih hasil gemilang di Etihad, masa jabatan McFarlane di tim utama kemungkinan besar tidak akan berlangsung lama. Laporan dari internal klub menyebutkan bahwa manajemen Chelsea, di bawah kepemimpinan Todd Boehly dan Behdad Eghbali, sedang dalam pembicaraan intensif untuk mendatangkan manajer permanen—dengan nama Liam Rosenior dari Strasbourg santer dikaitkan.
McFarlane sendiri menyadari posisinya. "Ada kemungkinan manajer baru akan tiba pada hari Senin. Jika ia datang sebelum Rabu, saya akan dengan senang hati kembali menangani tim U-21 melawan Benfica. Namun, jika klub masih membutuhkan saya untuk laga melawan Fulham, saya siap," pungkasnya.
Apapun yang terjadi selanjutnya, satu poin dari Etihad di tengah badai pemecatan manajer akan selalu dikenang sebagai momen magis dalam karier singkat Calum McFarlane di tim utama Chelsea.