Pihak Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) secara resmi mengumumkan pada hari Kamis kemarin bahwa mereka telah meluncurkan investigasi menyeluruh terhadap Southampton. Langkah ini diambil setelah klub berjuluk Saints tersebut mengakui tindakan memata-matai tiga tim rival mereka di divisi Championship sepanjang musim ini.  

Skandal spionase olahraga yang kini populer dengan sebutan "Spygate" di media Inggris telah menjerumuskan Southampton ke dalam krisis terdalam mereka.

Penyelidikan dari otoritas tertinggi sepak bola Inggris ini datang hanya berselang dua hari setelah Southampton dijatuhi sanksi super berat oleh English Football League (EFL) berupa pengusiran langsung dari babak final play-off Championship. Tempat mereka untuk memperebutkan tiket promosi ke Premier League di Wembley akhir pekan ini pun resmi dialihkan kepada Middlesbrough.  

Tiga Target Spionase yang Diakui

Investigasi FA akan berfokus pada pelanggaran kode etik dan integritas olahraga setelah manajemen Southampton mengakui bahwa staf analisis mereka telah mengamati dan merekam sesi latihan tertutup milik lawan dalam kurun waktu 72 jam sebelum pertandingan berlangsung.  

Baca juga: Southampton Dicoret dari Play-Off Championship Akibat Skandal Spionase

Berdasarkan rincian kasus yang terungkap, tiga klub yang menjadi korban spionase Southampton musim ini adalah:

Middlesbrough: Sesi latihan mereka di Rockliffe Park difilmkan secara diam-diam oleh staf magang analis Southampton tepat sebelum laga leg pertama semifinal play-off bulan ini.  

Ipswich Town: Dimatai-matai menjelang pertandingan krusial perebutan tiket promosi langsung pada bulan April 2026.  

Oxford United: Sesi taktis mereka disusupi pada bulan Desember 2025, tak lama setelah penunjukan Tonda Eckert sebagai manajer baru Southampton.

"Kami akan segera melakukan investigasi dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut sampai kami selesai menilai seluruh bukti yang ada." tulis pernyataan resmi FA.

Hancurnya Mimpi Senilai 200 Juta Poundsterling

Dampak dari pengakuan bersalah ini sangat masif bagi Southampton. Selain diusir dari final play-off melawan Hull City yang dijadwalkan berlangsung Sabtu ini, banding yang diajukan kubu Southampton juga telah resmi ditolak pada hari Rabu malam. Sanksi pengurangan empat poin untuk kompetisi Championship musim depan (2026–27) pun dipastikan tetap berlaku.  

Kehilangan kesempatan bertanding di final play-off, yang kerap disebut sebagai pertandingan sepak bola paling berharga di dunia secara finansial, membuat Southampton kehilangan potensi pemasukan tambahan minimal sebesar £200 juta (sekitar Rp4,7 triliun) dari hak siar dan keuntungan promosi ke Premier League.  

Baca juga: Skandal Spionase: Banding Ditolak, Southampton Resmi Dicoret dari Final Play-off

Pemain Terbaik Southampton musim ini, Leo Scienza, mengungkapkan rasa frustrasinya melalui media sosial, menyebut situasi ini "sangat menghancurkan hati" karena impian para pemain untuk menembus kasta tertinggi harus sirna akibat skandal di luar lapangan.  

Ancaman Sanksi Tambahan dari FA

Meskipun EFL telah menjatuhkan hukuman terberat dalam sejarah sepak bola Inggris terkait spionase, intervensi dari FA membuka peluang adanya tuntutan hukum atau denda tambahan yang lebih berat bagi individu yang terlibat langsung.  

Fokus kini tertuju pada masa depan sang manajer, Tonda Eckert, serta kepala departemen analisis klub. Laporan internal mengklaim bahwa sejumlah pemain senior Southampton bahkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap klub mereka sendiri akibat kerugian karier dan finansial yang mereka derita.  

Pihak Southampton merilis pernyataan yang menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah membangun kembali kepercayaan, sebuah proses yang harus mereka jalani dari titik nadir mulai hari ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!