Di tengah badai ketidakpastian yang kembali menerjang Old Trafford, Darren Fletcher muncul sebagai sosok yang menenangkan. Manajer interim baru Manchester United tersebut mengungkapkan bahwa langkah pertamanya setelah ditunjuk menggantikan Ruben Amorim adalah menghubungi sosok paling berpengaruh dalam sejarah klub: Sir Alex Ferguson.

Dalam konferensi pers Selasa (6/1/2026), Fletcher menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil peran berat ini tanpa restu dari sang mentor. Keputusan ini diambil hanya 24 jam setelah Amorim resmi dipecat menyusul hasil imbang mengecewakan melawan Leeds United yang memicu keretakan hubungan dengan manajemen.

Minta Restu dari Sir Alex

Fletcher, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih tim U-18, mengakui bahwa Sir Alex adalah orang pertama yang ia hubungi. 

Baginya, berbicara dengan pria berusia 84 tahun itu bukan sekadar mencari nasihat taktis, melainkan sebuah bentuk penghormatan mendalam.

“Saya tidak suka mengambil keputusan atau melakukan sesuatu tanpa berbicara dengan Sir Alex, dan itu adalah sesuatu yang selalu saya lakukan sejak berada di klub ini dan sejak meninggalkan klub, dalam segala hal yang saya lakukan,” jelas Fletcher, yang membela United dalam 342 laga.

Baca juga: Neville Desak Man Utd Hentikan Eksperimen, Tuntut Kembalikan DNA Klub

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Sir Alex, jadi dia mungkin orang pertama yang saya hubungi. Saya ingin berbicara dengannya terlebih dahulu. Pada akhirnya, untuk mendapatkan restunya, jujur ​​saja. Saya pikir dia pantas mendapatkan rasa hormat itu.”

“Saya ingin membicarakannya dengannya, apa pendapatnya, dan dia mendukungnya serta menggemakan pemikiran saya, apa yang selalu saya katakan. Tugas Anda adalah melakukan yang terbaik untuk Manchester United. Ketika Anda menjadi karyawan klub, tugas Anda adalah melakukan yang terbaik untuk Manchester United.”

“Itu adalah sesuatu yang luar biasa, ketika dia mengatakan sesuatu, saya mencoba untuk menghayati dan mempercayainya setiap hari. Jadi, itu melegakan bagi saya, ketika dia mengatakan itu."

Dukungan dari Ferguson menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Fletcher. Sebagai pemain yang memenangkan lima gelar Liga Inggris di bawah arahan Ferguson, Fletcher memahami betul standar dan "DNA" yang harus segera dikembalikan ke Carrington.

Tantangan Berat di Turf Moor

Tugas pertama Fletcher tidaklah mudah. Ia harus memimpin skuad yang sedang terguncang dalam laga tandang melawan Burnley pada Rabu malam. 

Selain memulihkan mentalitas pemain, Fletcher juga dihadapkan pada perdebatan taktis mengenai sistem tiga bek peninggalan Amorim yang dianggap tidak cocok dengan identitas United.

Baca juga: Kronik Kegagalan Manchester United Mencari "The Next Fergie"

Meski enggan membeberkan rencana formasinya, Fletcher memberikan sinyal kuat akan kembalinya gaya bermain menyerang yang lebih tradisional. 

"Manchester United adalah klub terbesar di dunia. Pengawasan dan ekspektasi tinggi adalah standar di sini. Kami harus merangkul tantangan itu dan memberikan permainan yang menghibur para penggemar," tegas pelatih asal Skotlandia tersebut.

Kembalinya Bruno Fernandes

Di balik awan mendung pemecatan Amorim, Fletcher membawa kabar baik dari ruang medis. Kapten tim Bruno Fernandes dan Mason Mount dilaporkan telah kembali berlatih dan siap masuk dalam skuad untuk laga melawan Burnley, meski dengan menit bermain yang dipantau ketat.

Kehadiran Fernandes dianggap krusial bagi Fletcher untuk menjembatani komunikasi di ruang ganti. Fletcher mengakui bahwa karena keterbatasan waktu, ia baru sempat berbicara secara mendalam dengan Fernandes serta dua pemain kunci lainnya, Matheus Cunha dan Benjamin Sesko, untuk memastikan mereka siap tempur.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!