Sebuah drama emosional menyelimuti persiapan bersejarah tim nasional Curacao menjelang debut mereka di Piala Dunia 2026. Dick Advocaat, arsitek kawakan asal Belanda yang menjadi otak di balik keberhasilan fenomenal Curacao lolos ke putaran final, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan mendadak pria berusia 78 tahun ini bukan disebabkan oleh masalah performa, melainkan alasan di luar lapangan, yaitu karena kesehatan putrinya yang memburuk. Di saat yang sama, Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) bergerak cepat dengan menunjuk sesama pelatih asal Belanda, Fred Rutten, untuk melanjutkan mandat tersebut.

Pengorbanan Sang Pelatih

Dick Advocaat telah mengukir namanya dalam buku sejarah abadi Curacao. Di bawah arahannya, negara kepulauan kecil ini bertransformasi dari tim papan bawah CONCACAF menjadi kontestan Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. 

Namun, dengan turnamen yang tinggal hitungan bulan lagi, Advocaat memilih untuk pulang ke Belanda demi mendampingi keluarganya.

Baca juga: Daftar Lengkap Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia FIFA 2026

Keputusan ini mengundang simpati luas dari dunia sepak bola. Advocaat membuktikan bahwa meski dedikasinya pada lapangan hijau tidak perlu diragukan, tanggung jawab sebagai seorang ayah tetap berada di atas segalanya.

"Saya selalu mengatakan bahwa keluarga lebih penting daripada sepak bola," kata Advocaat dalam sebuah pernyataan. 

"Oleh karena itu, ini adalah keputusan yang wajar. Meskipun demikian, saya akan sangat merindukan Curaçao, rakyatnya, dan rekan-rekan saya. Saya menganggap membawa negara terkecil di dunia lolos ke Piala Dunia sebagai salah satu momen terbaik dalam karier saya. Saya bangga dengan para pemain, staf, dan anggota dewan yang percaya pada kami."

Gilbert Martina, presiden Federasi Sepak Bola Curaçao, mengatakan: "Keputusannya patut dihormati. Dick telah membuat sejarah bersama tim nasional kita. Curaçao akan selalu berterima kasih kepadanya."

Era Baru di Bawah Fred Rutten

Pada hari Senin, FFK mengonfirmasi bahwa Fred Rutten, pelatih berusia 63 tahun dengan segudang pengalaman di Eredivisie dan Bundesliga, akan mengambil alih kemudi La Familia Azul. 

Rutten, yang pernah menangani klub-klub besar seperti PSV Eindhoven, Schalke 04, dan Feyenoord, diharapkan mampu menjaga momentum yang telah dibangun oleh Advocaat.

Baca juga: McClaren Mundur usai Jamaica Gagal Lolos Otomatis ke Piala Dunia, Curacao Cetak Sejarah

“Ini adalah masa sulit bagi Dick, dan saya berharap dia dan keluarganya diberi kekuatan,” ujar Rutten.

“Dick adalah ikon di dunia sepak bola. Sungguh suatu kehormatan untuk melanjutkan pekerjaannya. Saya telah berbicara panjang lebar dengannya dan stafnya dan akan terus melanjutkan di jalur yang sama. Curaçao dapat mengharapkan dedikasi dan komitmen yang sama dari saya.”

Menjaga Mimpi Curacao

Fred Rutten memikul beban berat di pundaknya. Ia tidak hanya harus beradaptasi dengan cepat dengan skuad yang ada, tetapi juga harus menjaga keharmonisan tim yang sudah sangat dekat dengan sosok Advocaat.

Skuad Curacao, yang diperkuat pemain-pemain berpengalaman seperti Cuco Martina dan Leandro Bacuna, kini harus segera menyesuaikan diri dengan filosofi Rutten sebelum laga pemanasan internasional bulan depan.

Meskipun kursi kepelatihan berganti wajah, satu hal yang pasti: semangat rakyat Curacao untuk melihat bendera mereka berkibar di Piala Dunia tetap membara. Dick Advocaat mungkin tidak akan berdiri di pinggir lapangan, namun warisan yang ia tinggalkan akan menjadi bahan bakar utama bagi Fred Rutten dan pasukannya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!