Chelsea secara resmi mengumumkan penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru tim pria pada Selasa (6/1/2026). Pria berusia 41 tahun tersebut setuju untuk meninggalkan posisinya di klub Ligue 1, Strasbourg, guna mengisi kursi panas di Stamford Bridge yang ditinggalkan oleh Enzo Maresca pada awal tahun ini.

Penunjukan Rosenior menandai era baru bagi The Blues di bawah kepemilikan BlueCo, yang kali ini memilih sosok yang sudah akrab dengan ekosistem grup setelah kesuksesannya membawa Strasbourg bersaing di papan atas Liga Prancis.

Kepercayaan Penuh untuk Eks Bos Strasbourg

Rosenior, yang baru berusia 41 tahun, ditarik dari klub mitra Chelsea di Ligue 1, RC Strasbourg. 

Penunjukannya dipandang sebagai promosi internal dalam struktur BlueCo, mengingat ia telah membuktikan kemampuannya mengangkat performa Strasbourg menjadi salah satu tim yang paling disegani di Prancis musim ini.

“Chelsea Football Club dengan senang hati mengumumkan penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala tim putra,” tulis Chelsea dalam pernyataan resminya.

“Pelatih asal Inggris ini telah menandatangani kontrak dengan klub yang akan berlaku hingga tahun 2032.”

Baca juga: Chelsea Resmi Pecat Enzo Maresca Usai Hubungan Memanas

“Rosenior tiba di Stamford Bridge setelah melatih di luar negeri bersama RC Strasbourg, di mana ia membawa klub Prancis tersebut lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 19 tahun di musim pertamanya, dan setelah sebelumnya melatih di Inggris bersama Hull City dan Derby County.”

Keputusan memberikan kontrak berdurasi enam setengah tahun ini menunjukkan bahwa Todd Boehly dan Behdad Eghbali bersedia memberikan waktu bagi Rosenior untuk mengimplementasikan visinya secara utuh.

Staf Kepercayaan dan Tantangan Instan

Sesuai dengan kesepakatan yang dicapai, Rosenior memboyong dua asisten setianya, Kalifa Cisse dan Justin Walker. Trio kepelatihan ini diharapkan bisa langsung bekerja membenahi performa The Blues yang sempat melorot ke peringkat kelima klasemen Premier League di bawah asuhan Maresca.

Masalah utama yang harus segera diselesaikan Rosenior adalah memperbaiki hubungan di internal tim dan menyatukan skuad bertabur bintang yang tampak kehilangan arah taktis dalam beberapa pekan terakhir. 

Gaya main Rosenior yang menitikberatkan pada penguasaan bola dan transisi cepat diyakini sangat cocok dengan profil pemain seperti Cole Palmer dan penyerang baru yang terus dikaitkan dengan klub.

“Saya merasa sangat rendah hati dan terhormat ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Chelsea Football Club. Ini adalah klub dengan semangat unik dan sejarah membanggakan dalam memenangkan trofi,” kata Rosenior.

“Tugas saya adalah melindungi identitas itu dan menciptakan tim yang mencerminkan nilai-nilai ini di setiap pertandingan yang kami mainkan saat kami terus memenangkan trofi. Dipercayakan dengan peran ini sangat berarti bagi saya dan saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat atas kesempatan dan kepercayaan dalam menjalankan pekerjaan ini. Saya akan memberikan segalanya untuk membawa kesuksesan yang pantas didapatkan klub ini.”

“Saya sangat percaya pada kerja tim, persatuan, kebersamaan, dan saling membantu, dan nilai-nilai tersebut akan menjadi inti dari semua yang kita lakukan. Nilai-nilai tersebut akan menjadi fondasi kesuksesan kita.”

Baca juga: Wayne Rooney Dukung Liam Rosenior Jadi Nahkoda Baru Chelsea

Dari Derby hingga Strasbourg

Karier kepelatihan Rosenior dimulai segera setelah ia gantung sepatu pada tahun 2018 di Brighton & Hove Albion, di mana ia sempat menjadi asisten pelatih tim U-23. Ia kemudian mengasah kemampuannya di Derby County, bertugas sebagai asisten manajer bagi Phillip Cocu dan Wayne Rooney, sebelum akhirnya menjabat sebagai manajer interim pada tahun 2022.

Nama Rosenior semakin melambung saat ia menangani Hull City antara November 2022 hingga Mei 2024. Meskipun ia berhasil membawa The Tigers finis di peringkat ketujuh Championship dan hampir menembus babak play-off promosi, ia secara mengejutkan dipecat karena perbedaan visi mengenai filosofi bermain dengan pemilik klub.

Pada Juli 2024, ia merambah kompetisi Eropa dengan menakhodai Strasbourg. Ia sukses membawa Strasbourg finis di posisi ketujuh Ligue 1 musim 2024/25, sekaligus mengamankan tiket kualifikasi UEFA Conference League.

Baca juga: Man City 1-1 Chelsea: Gol Telat Enzo Fernandez Buyarkan Kemenangan City

Bek Sayap yang Tangguh

Sebelum terjun ke dunia kepelatihan, Rosenior memiliki karier profesional yang solid selama 16 tahun sebagai bek sayap. Memulai kariernya di Bristol City, ia tercatat pernah membela beberapa klub ternama seperti Fulham, Reading, dan Hull City. 

Ia mengakhiri karier bermainnya di Brighton & Hove Albion setelah mencatatkan ratusan penampilan di level Premier League dan Championship, serta sempat memperkuat tim nasional Inggris di level junior. 

Pengalamannya yang luas sebagai pemain di tanah Inggris dianggap sebagai modal berharga untuk mengelola ruang ganti Chelsea yang penuh tekanan.

Debut Melawan Fulham

Liam Rosenior dijadwalkan akan langsung memimpin sesi latihan di Cobham pekan ini. Tantangan pertamanya tidaklah ringan; ia diperkirakan akan menjalani debutnya di pinggir lapangan saat Chelsea menghadapi rival sekota, Fulham, dalam laga lanjutan Premier League pertengahan pekan ini.

Dengan Chelsea yang masih berkompetisi di empat ajang berbeda musim ini, termasuk semifinal Carabao Cup melawan Arsenal, kedatangan Rosenior membawa harapan baru bagi para penggemar yang merindukan konsistensi dan stabilitas di Stamford Bridge.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!