Mikel Arteta menegaskan bahwa skuad Arsenal-nya berapi-api saat mereka bersiap menjamu Sporting CP dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions pada Rabu malam (Kamis dini hari WIB). Sang manajer mendesak para pemainnya untuk tampil tanpa rasa takut demi menjaga ambisi meraih dua trofi besar musim ini.

Meskipun mengantongi keunggulan 1-0 berkat gol telat Kai Havertz di Lisbon pekan lalu, The Gunners memasuki laga di Emirates Stadium di bawah bayang-bayang kekalahan domestik yang menyakitkan. Kekalahan 2-1 dari Bournemouth akhir pekan kemarin telah memangkas keunggulan mereka di puncak klasemen Premier League, menghidupkan kembali keraguan atas ketahanan mental mereka di bulan April yang krusial.

Tanpa Rasa Takut

Dalam jumpa pers sebelum laga, Arteta menolak untuk bersikap defensif terkait performa timnya baru-baru ini. Sebaliknya, ia meluncurkan seruan perang kepada para pemain dan pendukung Arsenal.

“Tanpa rasa takut. Semangat membara. Itu saja. Saya, yang pertama - semangat membara. Itulah yang ingin saya lihat pada para pemain, pada orang-orang, pada diri saya sendiri - itu saja. Lakukanlah karena kesempatan ini luar biasa. Kita berada di bulan April, kita memiliki kesempatan luar biasa di depan kita. Mari kita hadapi, mari kita raih dengan benar-benar mengerahkan segalanya,” kata Arteta.

Baca juga: Havertz Sebut Raya Kiper Terbaik di Dunia usai Tampil Heroik di UCL

“Kita berada di bulan April dengan peluang luar biasa di depan kita. Mari kita raih. Kami mengerahkan segalanya untuk itu.”

Arteta meyakini bahwa peluang untuk melangkah ke semifinal Liga Champions secara berturut-turut adalah momentum yang harus dirangkul, bukan ditakuti. 

"Apa yang sedang kami coba capai itu sulit, menantang, dan terkadang berliku. Memang seharusnya seperti ini. Kita harus menghadapinya," tambah Arteta.

"Kami mencoba melakukan sesuatu, dalam kompetisi ini, yang belum pernah dilakukan dalam sejarah klub. Itu menunjukkan betapa sulitnya hal itu. Ini adalah pertama kalinya kami tiga tahun berturut-turut berada di perempat final Liga Champions.

"Jika kita ingin melangkah ke tahap selanjutnya, tentu saja, kita harus memiliki ambisi yang lebih besar daripada siapa pun. Kami sedang melakukannya, dan sudah sangat, sangat dekat."

Krisis Cedera

Di balik semangat berapi-api tersebut, Arsenal harus menghadapi kenyataan pahit di ruang medis. Bintang utama Bukayo Saka masih diragukan tampil setelah mengalami masalah saat jeda internasional bersama Inggris. Situasi semakin rumit setelah Declan Rice dilaporkan absen dalam sesi latihan terbuka terakhir.

Beberapa pilar lain seperti Martin Odegaard, Riccardo Calafiori, dan Jurrien Timber juga masuk dalam daftar pantauan tim medis. Arteta menegaskan bahwa keputusan akhir terkait ketersediaan para pemain kunci ini baru akan diambil pada pagi hari sebelum pertandingan.

"Kami harus menunggu hingga besok pagi untuk melihat kondisi beberapa pemain dan mengambil keputusan yang tepat bagi mereka," ujar manajer asal Spanyol tersebut.

Baca juga: Arteta Sebut Gol Havertz Bisa Jadi Titik Balik Musim Arsenal

Mewaspadai Ancaman Sporting

Sporting CP asuhan Rui Borges tiba di London dengan keyakinan penuh meski tertinggal satu gol. Penampilan impresif striker Viktor Gyökeres di leg pertama menjadi peringatan bagi lini pertahanan Arsenal yang dipimpin William Saliba.

Arteta sadar betul bahwa efisiensi akan menjadi kunci. Di leg pertama, Arsenal mendominasi penguasaan bola namun baru bisa mencetak gol di menit ke-90. Di sisi lain, Sporting menunjukkan bahwa mereka sangat berbahaya dalam transisi cepat.

Dengan tiket semifinal sebagai taruhannya, laga di Emirates malam ini bukan sekadar soal taktik, melainkan pembuktian apakah mentalitas yang digelorakan Arteta mampu membakar keraguan dan membawa Arsenal melangkah lebih dekat menuju kejayaan Eropa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!