Penjaga gawang Real Madrid dan tim nasional Belgia, Thibaut Courtois, mengejutkan publik dengan menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 kemungkinan besar akan menjadi turnamen terakhirnya bersama The Red Devils.

Berbicara kepada awak media pada hari Kamis di kamp latihan Belgia di Seattle, kiper berusia 34 tahun tersebut mengaku sedang mempertimbangkan secara serius untuk mundur dari panggung internasional. Pengumuman ini langsung membayangi persiapan akhir tim menjelang laga pembuka Grup G melawan Mesir di Lumen Field.

Pertimbangan Pensiun di Timnas

Courtois, yang mencatatkan debut internasionalnya pada tahun 2011 dengan total 109 caps, menyebut faktor kebugaran fisik dan rentetan cedera sebagai alasan utama di balik rencana pensiunnya.

Baca juga: De Bruyne Nyatakan Siap Tempur di Piala Dunia Usai Pemulihan di Belgia

Setelah kembali ke skuad nasional di bawah asuhan pelatih Rudi Garcia pasca-perselisihan yang sempat menghebohkan dengan mantan pelatih Domenico Tedesco, kiper bertubuh jangkung ini kini memilih memprioritaskan karier jangka panjang di level klub.

"Saya tidak tahu apakah waktu yang tepat untuk membicarakan masa depan sekarang, tetapi peluang saya untuk tidak melanjutkan (di timnas) setelah turnamen ini jauh lebih besar daripada bertahan," aku Courtois secara terbuka. 

"Saya masih ingin bermain beberapa tahun lagi di level klub, jadi saya harus menjaga tubuh saya. Keluarga saya juga ada di sini karena ini bisa menjadi turnamen terakhir saya."

"Dalam satu setengah tahun terakhir, saya mengalami lebih banyak masalah fisik dan cedera kecil, jadi wajar jika Anda mulai berpikir tentang masa depan."

Dukungan Penuh untuk Generasi Penerus

Jika Courtois benar-benar gantung sarung tangan pasca-turnamen ini, hal tersebut akan menandai berakhirnya era salah satu pilar fundamental dari Generasi Emas Belgia. Meski demikian, sang kiper veteran menegaskan bahwa masa depan mistar gawang Belgia berada di tangan yang aman.

Baca juga: Siap Jadi Bek di Piala Dunia, Onana Ungkap Kunci Sukses Eksperimen Taktik Belgia

"Saya sedang mempertimbangkan untuk menyerahkan tongkat estafet," tambah Courtois. "Ada banyak talenta berbakat yang sedang berkembang, seperti Senne Lammens dan Mike Penders."

Ambisi Terakhir Sang Raksasa

Kendati memberikan sinyal pensiun, Courtois menegaskan kepada para pendukung Belgia bahwa fokus utamanya saat ini adalah memberikan performa terbaik di Amerika Utara. Setelah berjuang keras pulih dari cedera otot kuadrisep pada musim semi lalu, penggawa Real Madrid ini mengaku sangat termotivasi untuk membawa Belgia melangkah sejauh mungkin.

"Ya, saya sangat lapar gelar, begitu juga dengan seluruh anggota tim. Saya merasa sangat baik dan sangat menantikan laga ini," tegas Courtois. 

"Cedera kemarin memang tidak beruntung karena saat itu saya merasa hampir tak terkalahkan. Namun, saya siap mempertahankan level permainan saya sekarang dan tetap fokus."

Bersama dengan ikon lainnya seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku yang juga mulai memasuki senjakala karier internasional mereka, turnamen ini menjadi panggung pembuktian terakhir bagi sisa-sisa kejayaan generasi terbaik Belgia.

Langkah The Red Devils untuk memburu trofi internasional pertama mereka akan diawali dengan menghadapi tantangan berat dari Mesir di Lumen Field, Seattle untuk pertandingan pertama. Setelah ujian perdana tersebut, Belgia dijadwalkan bakal bersua Iran pada laga kedua, sebelum akhirnya menutup fase grup yang krusial ini dengan menantang Selandia Baru. Jika ini memang menjadi aksi pamungkas Courtois dengan seragam Belgia, ia tampaknya bertekad untuk memastikan akhir cerita yang manis.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!