Pelatih timnas Meksiko, Javier Aguirre, mengakui skuadnya sempat didera demam panggung sebelum akhirnya sukses membuka kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas sembilan pemain Afrika Selatan di Estadio Azteca yang bergemuruh pada Jumat (12/6) dini hari WIB.

Gol dari Julián Quiñones dan sundulan bersejarah dari penyerang veteran Raúl Jiménez memastikan El Tri mengamankan tiga poin penuh dalam laga pembuka turnamen yang sangat dinantikan ini. Namun, babak kedua berjalan kacau setelah wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, mengeluarkan tiga kartu merah langsung—dua untuk Afrika Selatan dan satu untuk bek Meksiko, César Montes—meninggalkan pekerjaan rumah taktis yang besar bagi Aguirre terlepas dari hasil akhir yang ideal.

Menaklukkan Beban Angker Estadio Azteca

Bermain di hadapan lebih dari 80.000 pendukung fanatik di salah satu stadion paling ikonik di dunia membawa ekspektasi yang luar biasa besar. Aguirre mencatat bahwa atmosfer tersebut awalnya sempat memengaruhi permainan anak asuhnya sebelum Quiñones menenangkan seisi stadion pada menit kesembilan lewat gol cepat yang meredam ketegangan publik tuan rumah.

Dalam konferensi pers pascalaga, taktisi veteran asal Meksiko itu berbicara jujur mengenai hambatan emosional yang berhasil dilalui timnya. Ia menyebut bahwa laga pertama di Piala Dunia selalu dipenuhi dengan kecemasan karena tekanan bermain di kandang sendiri sangat luar biasa, yang sempat terlihat dari beberapa kesalahan umpan di awal laga. 

Baca juga: Meksiko Bungkam Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kendati demikian, ia memuji pasukannya yang mampu keluar dari tekanan, menemukan ritme permainan, dan mengendalikan beban emosional tersebut begitu gol pertama tercipta.

"Suasananya brutal, membuat kaki gemetar. Anda datang dari pusat pelatihan ke stadion dan itu membuat para pemain berkata, 'wow'," kata Aguirre setelah pertandingan. "Ini adalah kondisi emosional yang sangat kuat, itulah yang saya kaitkan dengannya.

"Tidak pernah dalam 25 pertandingan kami memiliki pemain yang menderita kram dan di sini kami memiliki tiga pemain. Ini masalah emosional; membuat kesalahan pada umpan mudah sangat membebani mereka, tetapi tidak semua orang. Suasana sedikit membebani mereka, tidak semua orang, tetapi beberapa orang merasakannya. Untungnya, mereka tenang. Kami mempertahankan penguasaan bola, kami masuk ke area lawan, kami tidak pernah kesulitan dalam bertahan."

Drama Kartu Merah 

Meskipun Meksiko mendominasi penguasaan bola, tensi pertandingan memanas di babak kedua hingga mengubah dinamika permainan akibat runtuhnya kedisiplinan kedua tim. Kekacauan dimulai pada menit ke-49 ketika gelandang Afrika Selatan, Sphephelo 'Yaya' Sithole, diganjar kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Brian Gutiérrez.

Meksiko berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain pada menit ke-66 saat Raúl Jiménez melompat paling tinggi untuk menyundul bola ke dalam gawang, menggandakan keunggulan sekaligus mencetak gol Piala Dunia pertamanya dalam partisipasi keempatnya di turnamen ini. 

Kedisiplinan Afrika Selatan semakin hancur di menit ke-83 setelah Themba Zwane diusir keluar lapangan menyusul peninjauan VAR akibat pelanggaran tanpa bola terhadap Roberto Alvarado.

Baca juga: Afrika Selatan Tidak Gentar Hadapi Meksiko di Estadio Azteca

Namun, kemenangan manis Meksiko sedikit ternoda di masa injury time. Pada menit ke-91, bek andalan César Montes menerima kartu merah langsung akibat tekel yang ceroboh. Kartu merah ini membuatnya absen di pertandingan berikutnya dan menyisakan sedikit rasa pahit di tengah malam perayaan publik tuan rumah.

Pembenahan Sebelum Bersua Korea Selatan

Meski kini bertengger nyaman di puncak klasemen Grup A, Aguirre menolak membiarkan rasa puas diri menjangkiti ruang ganti timnya, terutama mengingat kartu merah Montes dan beberapa kelengahan lini pertahanan saat Afrika Selatan melancarkan serangan balik.

"Saat ini, pertandingan melawan Korea adalah hal terpenting," ujar Aguirre. 

"Segalanya yang lain hanyalah masalah menambah dan mengurangi, tetapi itu juga bukan prioritas kami. Kami fokus pada Korea, untuk menjadi lebih baik dari mereka, selangkah demi selangkah, melihat apa yang akan terjadi di masa depan."

Meksiko kini akan bertolak ke Guadalajara dengan modal tiga poin untuk menghadapi Korea Selatan pada Jumat depan, di mana kemenangan bisa langsung menyegel tiket mereka ke babak gugur. Bagi Aguirre, gugupnya laga pembuka sudah resmi berlalu, tetapi penyempurnaan taktik yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!