Bek timnas Jerman, Nico Schlotterbeck, memberikan peringatan keras bahwa tim debutan Piala Dunia, Curaçao, tidak boleh dipandang sebelah mata. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa juara dunia empat kali tersebut sangat percaya diri untuk mengamankan kemenangan dominan di laga pembuka Grup E di Houston, Senin (15/6) mendatang.

Berbicara dari markas latihan Jerman di Wake Forest University pada Kamis waktu setempat, bek tengah Borussia Dortmund ini menunjukkan keseimbangan yang tepat antara rasa hormat profesional terhadap tim underdog Karibia tersebut dan mentalitas elit yang selalu melekat pada Die Mannschaft.

Tak Pandang Remeh Curacao

Perjalanan Curaçao ke Piala Dunia FIFA 2026 tak pelak menjadi salah satu kisah paling menyentuh di turnamen ini. Mewakili sebuah pulau kecil di Karibia dengan populasi hanya sekitar 150.000 jiwa, mereka adalah negara terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.

Baca juga: Tanpa Ego, Havertz Tegaskan Lini Serang Jerman Kompak Demi Sukses di Piala Dunia

Namun, Schlotterbeck langsung menepis anggapan bahwa skuad asuhan Julian Nagelsmann menganggap laga pembuka ini sebagai formalitas belaka. Ia menyoroti bagaimana skuad Curaçao didominasi oleh pemain-pemain didikan sepak bola elit Belanda di bawah asuhan pelatih veteran Dick Advocaat.

"Kami sempat berdiskusi kemarin tentang Curaçao. Mereka adalah tim yang bagus dengan para pemain yang ditempa di Belanda," ujar Schlotterbeck. "Tapi kami adalah favorit, dan saya yakin kami akan memenangkan pertandingan ini."

Mengusir Hantu Masa Lalu 2018 dan 2022

Bagi Jerman, laga pembuka turnamen ini membawa beban psikologis yang masif. Kegagalan memalukan berturut-turut di fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022 telah mengikis aura superioritas Jerman yang dulu begitu ditakuti. Kemenangan meyakinkan atas tim dengan peringkat terendah di turnamen ini adalah harga mati demi menegaskan kembali status mereka sebagai penantang gelar yang serius.

Meski dibayangi kegagalan satu dekade terakhir, Schlotterbeck mengklaim bahwa ruang ganti timnya sama sekali tidak terbebani oleh ekspektasi publik.

"Tidak ada tekanan. Kami memasuki pertandingan ini dengan penuh percaya diri dan pada hari Minggu kami ingin menunjukkan betapa hebatnya kami," tegas Schlotterbeck.

Baca juga: Schlotterbeck Klaim Permainan Kontra Slovakia Bisa Bawa Jerman Juara Piala Dunia

"Tidak ada motivasi untuk menunjukkan kepada semua orang apa yang bisa kami lakukan (setelah dua kali tersingkir di babak pertama Piala Dunia). Kita tidak boleh bersembunyi dari siapa pun. Kami adalah tim papan atas dan kami telah menunjukkan keunggulan Jerman di lapangan sekali lagi setelah sekian lama."

Hidupkan Kembali Karakter

Menghadapi laga sisa Grup E melawan Pantai Gading dan Ekuador yang diprediksi bakal sengit, Jerman tidak boleh telat panas di Texas. Selain disiplin taktik, para pemain juga harus bertarung melawan cuaca panas menyengat di Houston, di mana suhu di NRG Stadium diperkirakan menyentuh angka 30°C.

Bagi Schlotterbeck, kunci untuk mengatasi faktor cuaca dan perlawanan musuh adalah kembali ke identitas asli sepak bola Jerman.

"Saya melihat di tim Jerman banyak pemain dengan kualitas tinggi, banyak pemain yang berada di puncak performa mereka dan beberapa yang memainkan Piala Dunia terakhir mereka," kata Schlotterbeck. "Anda memiliki perpaduan yang sangat bagus. Semua orang sangat menantikannya."

"Kami memiliki disiplin, semangat, dan kemampuan untuk bertahan dan jika kami menunjukkan keunggulan Jerman kami, maka kami berada di posisi yang baik."

Berbekal komposisi skuad yang memadukan pemain matang, talenta muda lapar gelar seperti Florian Wirtz dan Jamal Musiala, serta beberapa pilar veteran seperti Manuel Neuer, Jerman punya modal berharga. Hari Minggu nanti, tirai pembuktian akan dibuka, dan misi kebangkitan sang raksasa sepak bola resmi dimulai.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!