Stadion da Luz menjadi saksi malam yang kelam bagi Real Madrid yang dipaksa menyerah 4-2 oleh tuan rumah Benfica dalam laga terakhir fase liga Liga Champions. Hasil ini tidak hanya melempar Los Blancos ke babak play-off, tetapi juga memicu kemarahan bintang utama mereka, Kylian Mbappe.

Meski berhasil mencetak dua gol untuk Madrid, Mbappe tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pemain asal Prancis tersebut secara terbuka mengkritik kurangnya determinasi rekan-rekan setimnya, menyebut bahwa Real Madrid saat ini tidak menunjukkan wajah tim juara.

Kritik Tajam dari Mbappe

Usai laga, Mbappe menyoroti perbedaan mencolok dalam gairah bermain kedua tim. Benfica, yang dilatih oleh mantan bos Madrid, José Mourinho, tampil dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.

"Ini bukan soal kualitas, dan ini bukan soal taktik," kata Mbappe. “Ini tentang memiliki keinginan yang lebih besar daripada lawan Anda.”

Baca juga: Nyaris Salah Hitung, Mourinho Ungkap Kebingungan Selisih Gol Usai Tekuk Madrid

“Benfica bermain mati-matian dan kami tidak terlihat seperti bermain mati-matian. Itulah masalah besar dalam pertandingan ini. Di awal, kedua tim memiliki tujuan yang harus diperjuangkan, kami berada di 8 besar dan mereka di 24 besar. Kami melihat Benfica, tetapi kami tidak melihat apa yang dipertaruhkan.”

Mbappe menambahkan bahwa hasil ini pantas didapatkan oleh pemegang rekor juara terbanyak kompetisi ini.

“Kekalahan ini memang pantas. Saya tidak bisa mengatakan itu tidak pantas karena kami tidak bermain bagus untuk memenangkan pertandingan ini. Kami tidak bermain bagus dan mereka bermain bagus. Benfica di kandang selalu sulit. Kami sudah tahu itu sebelumnya dan saya pikir itu kesalahan kami,” tambahnya.

Malam Absurd di Da Luz

Pertandingan ini akan dikenang karena akhir laga yang penuh kekacauan. Real Madrid harus bermain dengan sembilan orang setelah Raúl Asencio dan Rodrygo menerima kartu merah di menit-menit akhir.

Puncaknya terjadi pada menit ke-90+8. Saat Madrid berupaya menyamakan kedudukan, kiper Benfica Anatoliy Trubin maju membantu serangan dalam situasi bola mati dan berhasil mencetak gol melalui sundulan kepala untuk mengunci skor menjadi 4-2.

Baca juga: Arbeloa Bertanggung Jawab Usai Real Madrid Dipermalukan Benfica

Konsekuensi bagi Real Madrid

Kekalahan ini berdampak sistemik bagi skuad asuhan Álvaro Arbeloa. Madrid finis di peringkat ke-9 klasemen, yang berarti mereka gagal lolos otomatis ke babak 16 besar dan harus menempuh dua laga tambahan di babak play-off pada bulan Februari.

Tanpa Rodrygo dan Asencio yang terkena hukuman larangan bertanding, Arbeloa harus memutar otak untuk menyusun kekuatan di kompetisi Eropa mendatang.

Madrid kini harus segera berbenah sebelum menjamu Rayo Vallecano di La Liga akhir pekan ini untuk meredam kemarahan para pendukung di Santiago Bernabéu.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!