Masih Tanpa Gelar, Odegaard Siap Akhiri Label Buruk Arsenal
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, mengakui bahwa timnya akan terus menjadi sasaran kritik hingga mereka berhasil membuktikan diri dengan meraih trofi mayor. Berbicara menjelang laga leg pertama semifinal Liga Champions melawan Atlético Madrid, sang gelandang menegaskan bahwa The Gunners kini berada dalam kondisi terbaik untuk menanggalkan reputasi buruk yang melekat pada mereka dalam beberapa musim terakhir.
Arsenal tiba di Madrid dengan semangat tinggi setelah kembali ke puncak klasemen Premier League berkat kemenangan 1-0 atas Newcastle. Namun, bayang-bayang kegagalan di tahap akhir musim sebelumnya, termasuk eliminasi di semifinal Eropa tahun lalu, masih sering diungkit oleh para pengamat.
Menerima Kritik sebagai Tantangan
Ødegaard, yang musim ini harus berjuang melawan masalah cedera lutut namun tetap menjadi ruh permainan tim, menunjukkan kedewasaan dalam menanggapi skeptisisme publik.
“Itu akan selalu ada sampai kita menang dan itu sesuatu yang harus kita hadapi,” kata Odegaard. “Kita perlu mengambil semua pengalaman dan pelajaran kita dan menggunakannya dengan cara yang baik. Itu bagian dari sepak bola dan bagian dari perjalanan.
Baca juga: Mikel Arteta Siap Tebus Kegagalan Jelang Semifinal Lawan Atletico
Ødegaard menekankan bahwa pengalaman pahit di masa lalu telah menjadi pelajaran berharga.
“Kami berada di posisi yang bagus untuk membuat sejarah dan itulah yang ingin kami lakukan. Saya sudah berada di klub ini cukup lama dan saya telah melihat perkembangannya sejak pertama kali datang dan betapa pesatnya peningkatan yang telah kami capai,” tambahnya.
“Sungguh luar biasa bisa menjadi bagian dari itu dan saya mungkin ingin mengambil langkah terakhir dan melakukan sesuatu yang benar-benar besar. Itulah mimpi terbesar dan itulah yang kami upayakan setiap hari.”
Momen Puncak di Metropolitano
Laga melawan tim asuhan Diego Simeone dipandang sebagai ujian karakter pamungkas bagi Arsenal. Meski sempat menghancurkan Atlético 4-0 di fase liga musim ini, Odegaard memperingatkan rekan-rekannya untuk menikmati setiap perjalanan untuk meraih kejayaan.
“Besok melawan Atlético adalah kesempatan besar lainnya bagi kita untuk melakukan sesuatu yang istimewa,” ucapnya.
“Kita tahu apa yang ada di depan mata dan kita hanya perlu menikmatinya dan bersiap untuk itu… ambil semua pelajaran yang kita ketahui dari masa lalu dan terapkan di akhir musim ini.”
Baca juga: Diego Simeone Abaikan Tekanan Jelang Atletico Madrid Jamu Arsenal
Dorongan Terakhir
Statistik mendukung optimisme Odegaard. Arsenal telah menjadi mesin gol musim ini, menjadi klub Inggris pertama yang melampaui 100 gol di musim 2025/26 pada bulan Maret lalu. Striker baru, Viktor Gyökeres, memimpin lini depan dengan 18 gol di semua kompetisi, sementara lini pertahanan tetap menjadi salah satu yang paling kokoh di Eropa.
Namun, dengan sisa lima pertandingan dalam perburuan gelar yang sangat ketat dan laga semifinal Eropa di depan mata, margin kesalahan hampir tidak ada. Bagi Odegaard, tekanan bukanlah beban, melainkan sebuah kehormatan.
Jika Arsenal ingin benar-benar menanggalkan reputasi buruk mereka, kepemimpinan sang kaptenlah yang akan membawa mereka melewati garis finis. Di Madrid malam ini, pembicaraan berakhir dan ajang untuk mengejar sejarah yang sesungguhnya dimulai.