Menjelang laga hidup-mati di leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid, manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa ia tidak perlu bersusah payah meyakinkan para pemainnya tentang kemungkinan melakukan comeback bersejarah.

Berbicara sebelum pertandingan yang akan berlangsung di Etihad Stadium, pria asal Catalan tersebut tampak tenang meski timnya tertinggal defisit tiga gol setelah kekalahan telak 0-3 di Santiago Bernabéu pekan lalu.

Segala Sesuatu Bisa Terjadi

Guardiola menyatakan bahwa di level kompetisi setinggi ini, para pemainnya sudah sangat memahami apa yang harus dilakukan. Menurutnya, motivasi untuk membalikkan keadaan sudah tertanam secara alami dalam mentalitas skuad The Citizens.

Baca juga: Hattrick Valverde Bawa Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0

"Setelah 10 tahun, Anda harus meyakinkan beberapa pemain saya tentang kepercayaan mereka? Mereka cukup mengenal saya. Di setiap pertandingan, kami berusaha. Ini tidak akan menjadi pengecualian. Mereka harus berusaha," kata Guardiola kepada wartawan.

"Saya cukup yakin mereka akan berusaha. Tentu saja sebagian besar dari mereka baru mengalami situasi seperti ini. Kami bukan kelompok yang sama seperti bertahun-tahun yang lalu, tetapi pada saat yang sama, ini adalah pengalaman yang luar biasa dan kesempatan yang luar biasa untuk mencobanya...

Manajer yang telah mempersembahkan satu trofi Liga Champions untuk City itu menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki rencana permainan khusus pada laga ini.

"Ini adalah pertandingan sepak bola, banyak hal bisa terjadi. Anda harus fokus dan pertama-tama mencoba memenangkan pertandingan, kemudian setelah itu kita akan melihat apa yang terjadi selama pertandingan. Saya tidak punya rencana khusus. Coba saja,” tambahnya.

Tanpa Sesi Latihan Menjelang Laga

Dalam langkah taktis yang mengejutkan, Guardiola memilih untuk tidak menggelar sesi latihan penuh pada Senin sore. 

Setelah jadwal padat yang melibatkan perjalanan ke Spanyol dan hasil imbang yang mengecewakan melawan West Ham di liga domestik, ia memprioritaskan pemulihan fisik.

"Saya tidak terlalu khawatir tentang peluang yang akan kita ciptakan, saya cukup yakin bahwa kita mampu melakukannya. Di kandang sendiri kita selalu mampu melakukannya. Ini lebih tentang seberapa baik kita akan bertahan,” ujar Guardiola.

Baca juga: Guardiola Akui Manchester City Punya Peluang Tipis Comeback Lawan Madrid

Misi Mustahil?

Sejarah memang tidak berpihak pada City. Hanya sedikit tim dalam sejarah Liga Champions yang mampu bangkit dari defisit tiga gol di fase gugur, seperti yang dilakukan Liverpool melawan Barcelona atau Roma saat menghadapi lawan yang sama. 

Namun, di bawah asuhan Alvaro Arbeloa, Madrid menunjukkan bahwa mereka bisa sangat mematikan dalam transisi, sesuatu yang diakui Guardiola sebagai ancaman terbesar.

"Tugasnya sangat berat, mencetak lebih dari tiga gol melawan Real Madrid, itu tidak mudah. ​​Hasil di leg pertama bukanlah hasil yang sempurna tetapi pada saat yang sama kita berada di sini, ini adalah pertandingan sepak bola, segalanya bisa terjadi,” pungkasnya.

Laga hidup-mati ini akan berlangsung di Etihad Stadium pada Selasa malam (Rabu dini hari WIB), di mana Manchester City akan berusaha menghindari eliminasi prematur dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!