Guardiola Akui Manchester City Punya Peluang Tipis Comeback Lawan Madrid
Pep Guardiola memberikan penilaian yang jujur dan suram mengenai nasib Manchester City di Liga Champions musim ini. Berbicara setelah timnya dihancurkan 3-0 oleh Real Madrid pada laga leg pertama babak 16 besar di Santiago Bernabeu, Kamis dini hari WIB, manajer asal Catalan itu mengakui bahwa harapan untuk melaju ke perempat final kini terasa sangat jauh.
Dominasi Los Blancos yang dipimpin oleh kapten mereka, Federico Valverde, membuat City tak berkdaya. Hat-trick kilat dari gelandang asal Uruguay tersebut hanya dalam waktu 22 menit di babak pertama memastikan keunggulan telak bagi tuan rumah, meninggalkan City dengan gunung terjal yang harus didaki pada leg kedua.
Hat-trick Bersejarah Valverde
Pertandingan awalnya tampak menjanjikan bagi City yang menekan dengan intensitas tinggi melalui kecepatan Jeremy Doku.
Baca juga: Hattrick Valverde Bawa Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0
Namun, momentum berbalik drastis pada menit ke-20. Berawal dari umpan jauh akurat kiper Thibaut Courtois, Valverde berhasil mengelabui barisan pertahanan City sebelum mengecoh Gianluigi Donnarumma untuk mencetak gol pembuka.
Hanya butuh tujuh menit bagi Valverde untuk menggandakan keunggulan melalui tendangan rendah yang presisi. Ia kemudian melengkapi malam bersejarahnya pada menit ke-42 dengan sebuah aksi individu berkelas, mencongkel bola melewati bek Marc Guéhi sebelum melepaskan sepakan voli yang menggetarkan gawang City.
Skor 3-0 bertahan hingga akhir laga, meski Vinícius Júnior sempat gagal mengeksekusi penalti di babak kedua setelah penyelamatan gemilang Donnarumma.
Hampir Mustahil
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Guardiola tidak berusaha memberikan harapan palsu kepada para pendukung The Citizens.
“Sekarang, tidak banyak. Tentu saja kami akan mencoba,” kata Guardiola ketika ditanya soal peluang untuk membalikkan kedudukan. “Sekarang sulit untuk meningkatkan mentalitas kami, tetapi kami akan berada di sana, kami akan mencoba dengan orang-orang kami.
“Saya pikir kami memainkan permainan yang cukup bagus. Kami telah mencoba melakukan yang terbaik. Kami berkali-kali masuk ke kotak penalti dan ketika Anda mampu melakukan itu berarti Anda telah mengikuti proses yang baik, tetapi kami tidak mencetak gol. Real Madrid selalu sangat berbahaya tetapi saya tidak merasa bahwa [Thibaut] Courtois telah memainkan permainan yang hebat.
“Dia melakukan penyelamatan terhadap tendangan Nico [O’Reilly] di babak kedua tetapi kami telah mencapai garis gawang berkali-kali, enam, tujuh, delapan kali jadi kami telah melakukan pekerjaan yang baik, kami hanya kehilangan detail terakhir ini.”
Kekalahan ini terasa semakin pahit mengingat Madrid tampil tanpa beberapa pilar utama seperti Kylian Mbappé dan Jude Bellingham yang sedang dibekap cedera. Namun, strategi Alvaro Arbeloa terbukti lebih efektif dalam mengeksploitasi celah di lini belakang City.
Baca juga: Misi Balas Dendam, Guardiola Tegaskan Man City Jauh Lebih Siap Hadapi Real Madrid
Harapan di Etihad
Meski merasa terpukul, Guardiola menegaskan timnya belum menyerah sepenuhnya. Manchester City akan menjamu Real Madrid di Etihad Stadium pada Rabu depan (18/3).
Gelandang Bernardo Silva pun menggambarkan suasana ruang ganti City saat ini terasa sangat gelap, namun ia berjanji timnya akan berjuang habis-habisan untuk menciptakan keajaiban di depan publik sendiri.
“Lingkungan di sekitar kami tidak bisa kami kendalikan dan tim saya membiarkan emosi mengubah jalannya pertandingan,” kata sang kapten. “Kami merasa nyaman, tetapi setelah kebobolan gol pertama, kami kehilangan kendali sepenuhnya, berhenti mengontrol transisi dan bola-bola kedua. Ketika Anda bermain melawan Real Madrid dengan kualitas seperti yang mereka miliki, Anda akan membayar harganya.”