Flick Mengamuk, Kecam Wasit Setelah Kekalahan dari Atletico
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tidak mampu membendung amarahnya setelah tim asuhannya takluk 2-0 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions di Camp Nou. Pria asal Jerman itu melontarkan kritik tajam terhadap kinerja perangkat pertandingan yang dianggapnya telah merusak integritas laga besar tersebut.
Kemarahan Flick berpusat pada dua insiden krusial: kartu merah langsung yang diterima bek muda Pau Cubarsí tepat sebelum jeda, serta keputusan wasit Istvan Kovacs yang mengabaikan klaim penalti Barcelona pada babak kedua.
Pertanyakan Soal VAR
Flick memulai kecamannya dengan menyoroti insiden kartu merah langsung yang diterima Cubarsí sesaat sebelum turun minum. Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning atas pelanggaran terhadap Giuliano Simeone, namun mengubahnya menjadi kartu merah setelah meninjau monitor VAR.
“Mereka mencetak dua gol dan memiliki kualitas yang bagus. Gol pertama, kami harus bertahan lebih baik, kami mendapat kartu merah dan kemudian gol itu tercipta. Kami kalah tetapi kami memiliki peluang yang sangat bagus. Kami tidak akan menyerah. Saya pikir kami memiliki banyak pilihan,” kata Flick.
Baca juga: Alvarez dan Sorloth Bawa Atletico Menang 2-0 atas 10 Pemain Barcelona
“Saya tidak tahu tentang kartu merah Cubarsi, bisa jadi kartu merah atau bukan. Saya tidak yakin apakah dia menyentuhnya cukup keras. Bola berada di belakang mereka. Tetapi situasi di mana mereka menyentuh bola dengan tangan mereka di area penalti dan saya tidak mengerti mengapa VAR tidak turun tangan. Wajar untuk melakukan kesalahan, tetapi situasi seperti ini, mengapa kita memiliki VAR? Seharusnya penalti dan kartu kuning kedua, atau kartu merah.”
Kekurangan jumlah pemain memaksa Flick menarik keluar Robert Lewandowski untuk memperkuat pertahanan, sebuah langkah taktis yang diakuinya melumpuhkan daya serang Blaugrana.
Abaikan Penalti Atleti
Kekesalan Flick memuncak di babak kedua saat Barcelona, meski bermain dengan 10 orang, merasa seharusnya mendapatkan hadiah penalti.
Pada babak kedua, kiper Atleti Juan Musso melakukan tendangan gawang pendek ke arah Marc Pubill, yang menggantikan David Hancko yang cedera sebagai pemain pengganti di babak pertama dan segera mendapat kartu kuning setelahnya.
Pubill, yang tampaknya mengira tendangan gawang itu tidak diambil, menghentikan bola dengan tangannya dan mengembalikannya ke Musso, dan wasit mengizinkan kiper untuk mengambil tendangan gawang lagi.
“VAR cukup memihak Atletico… wasitnya orang Jerman. Terima kasih Jerman. Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam situasi di mana seorang kiper mulai bermain dan bek menghentikannya dengan tangannya, bagi saya itu kartu kuning kedua dan juga penalti,” tegas Flick.
“Mari kita lihat apakah mereka bisa menjelaskannya kepada kami. Saya pikir kami sudah memberikan segalanya dan kami tidak beruntung, tetapi kami harus menatap pertandingan berikutnya melawan Atletico. Tapi kami tetap positif, kami akan berjuang.”
Baca juga: Flick Pasang Badan, Janji Lindungi Lamine Yamal dari Kebisingan Media
Jalan Terjal Menuju Semifinal
Statistik menunjukkan dominasi Barcelona yang sia-sia. Barca melepaskan 19 tembakan berbanding lima milik Atlético, namun efektivitas tim tamu menjadi pembeda. Alexander Sørloth mengunci kemenangan pada menit ke-70 setelah memanfaatkan umpan silang Matteo Ruggeri.
Kini, Flick harus memutar otak untuk leg kedua di Metropolitano pekan depan. Manajer asal Jerman itu harus membalikkan defisit dua gol tanpa kehadiran bek tengah utamanya.
"Kami percaya pada diri kami sendiri. Di babak kedua, kami bermain sangat baik meskipun kekurangan satu pemain," kata Flick. "Mereka juga memiliki kualitas di lini depan. Tidak mudah untuk bertahan melawan mereka, tetapi kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan ini."