Fabian Ruiz Akui Rindu Napoli di Tengah Persiapan Final UCL Kontra Arsenal
Gelandang Paris Saint-Germain, Fabián Ruiz, mengungkapkan sebuah pengakuan emosional menjelang laga paling krusial musim ini.
Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut mengaku "masih sangat merindukan" mantan klubnya, Napoli, dan selalu menyempatkan diri untuk menonton setiap pertandingan I Partenopei di tengah persiapan intensif PSG menghadapi Arsenal di final UEFA Champions League akhir bulan ini.
Masih Rindu Napoli
Ruiz, yang kini menginjak usia 30 tahun, pernah menjadi pujaan publik Stadio Diego Armando Maradona selama empat musim (2018–2022) sebelum memutuskan hijrah ke ibu kota Prancis. Meski telah memenangkan berbagai trofi domestik dan bersiap mempertahankan gelar juara Eropa bersama Les Parisiens, ikatan batinnya dengan kota Naples terbukti sama sekali belum luntur.
Baca juga: Enrique Sebut Arsenal Tim Pertahanan Terbaik Jelang UCL Kontra PSG
"Saya selalu mengikuti setiap pertandingan Napoli. Saya selalu kembali ke sana setiap kali memiliki hari libur, karena saya benar-benar merindukannya," ujar Fabián Ruiz dalam wawancaranya bersama Sky Sport Italia.
"Mereka berhasil memenangkan dua gelar Serie A sejak saya pergi. Saya masih memiliki banyak teman di sana yang sering saya hubungi, dan saya selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka. Mereka sangat layak mendapatkannya."
Misi Mempertahankan Mahkota Eropa
Pernyataan bernada nostalgia dari Ruiz mencuat di saat tensi ruang ganti PSG sedang berada di titik tertinggi. Skuad asuhan Luis Enrique memikul beban berat untuk mempertahankan trofi "Si Kuping Besar" yang mereka menangkan musim lalu setelah menumbangkan Inter Milan 5-0 di partai puncak.
“Itu adalah gol pertama saya di Liga Champions, semifinal yang sangat sulit. Kami memenangkan kedua leg, tetapi final sangat berbeda,” ujarnya.
Lawan mereka kali ini dipastikan jauh lebih tangguh. Arsenal, yang dilatih Mikel Arteta, baru saja memastikan diri sebagai jawara Premier League musim ini. Pertandingan final nanti diprediksi akan berjalan sangat sengit, mengingat The Gunners sedang berada dalam momentum emas mereka.
Siap Hadapi Sang Jawara Inggris
Ruiz sendiri memiliki memori indah saat bersua Arsenal di kompetisi ini. Musim lalu, ia mencetak gol perdananya di Champions League untuk membantu PSG mendepak klub London Utara tersebut di babak semifinal. Namun, sang gelandang menegaskan bahwa situasi di laga final nanti akan sangat berbeda.
Baca juga: Enrique Kecam PSG usai Kalah di Laga Terakhir Sebelum Final Liga Champions
“Kami sangat senang bisa kembali ke Final Liga Champions, kami tahu kesulitan yang terlibat dalam memenangkan trofi ini, dan kami akan menghadapi tim kuat yang memenangkan Premier League tadi malam,” jelas Ruiz.
“Ini akan sulit, tetapi kami memiliki antusiasme yang tinggi dan merasa siap untuk kesempatan ini.”
Tuntutan Taktis Luis Enrique
Di bawah arahan Luis Enrique, peran Ruiz di lini tengah PSG kini menjadi jauh lebih kompleks dan menuntut kedisiplinan tinggi. Saat melewati babak semifinal yang melelahkan melawan Bayern Munich, Ruiz bahkan sering kali dipaksa turun jauh ke belakang guna membantu Nuno Mendes meredam agresivitas penyerang sayap lawan.
“Luis Enrique memberi tahu kami detail di setiap pertandingan tentang bagaimana kami dapat membantu tim untuk menang. Bayern Munich adalah lawan yang tangguh, saya harus sedikit membantu Nuno Mendes di lini pertahanan,” tutup Ruiz.
Dengan rekor penampilan yang kini uniknya sama persis—166 laga untuk Napoli dan 166 laga untuk PSG—Fabián Ruiz kini berdiri di persimpangan jalan sejarah. Fokus utamanya saat ini adalah membawa PSG mengukir dinasti baru di Eropa dengan menumbangkan Arsenal, meski sebagian kecil hatinya akan selalu tertinggal di Napoli.