Martinez Ungkap Rahasia Final Europa League: "Jari Saya Patah Saat Pemanasan"
Kemenangan Europa League bersejarah Aston Villa 3-0 atas SC Freiburg di Beşiktaş Park pada Kamis (21/5) dini hari WIB seharusnya menjadi momen pesta yang berjalan mulus. Skuad asuhan Unai Emery menyajikan performa berkelas demi mengakhiri dahaga trofi mayor selama 30 tahun sekaligus mengunci tiket kembali ke papan atas sepak bola Eropa. Namun, setelah laga tersebut, penjaga gawang Emiliano "Dibu" Martinez mengungkapkan dirinya bermain penuh selama 90 menit dengan kondisi jari tangan patah.
Kiper pemenang Piala Dunia tersebut mengungkapkan bahwa cedera menyakitkan itu terjadi justru saat sesi latihan pra-pertandingan, hanya beberapa menit sebelum kick-off di Turki. Intervensi darurat dari tim medis Villa membuatnya tetap bisa masuk ke dalam starting lineup, tetapi Martinez mengakui itu adalah situasi kejar-kejaran waktu yang menegangkan dan hampir saja menggagalkan partisipasinya di malam terbesar dalam sejarah modern klub.
"Hari ini jari saya patah saat pemanasan," kata Martinez. "Tetapi bagi saya, setiap hal buruk selalu membawa sesuatu yang baik. Saya sudah melakukan ini sepanjang hidup saya dan saya akan terus melakukannya."
Tanpa Alasan, Hanya Trofi
Cedera tersebut sempat memicu kekhawatiran dan komplikasi langsung pada tangkapan Martinez di awal-awal babak pertama. Pemain Argentina berusia 33 tahun itu mengakui bahwa retakan pada jarinya membuat kontrol bola menjadi sangat sulit diprediksi dalam tensi tinggi sebuah final Eropa.
Baca juga: Aston Villa Juara Europa League usai Menang Telak 3-0 atas Freiburg
"Apakah saya harus khawatir? Sejujurnya, saya belum pernah mengalami patah jari sebelumnya," jelas Martinez. "Setiap kali saya mencoba menangkap bola, bola itu malah berbelok ke arah lain. Tetapi ini adalah hal-hal yang harus Anda lewati, dan saya sangat bangga bisa mengawal gawang Aston Villa."
Pada akhirnya, cedera tersebut tidak menghentikan Martinez untuk mencatatkan clean sheet yang krusial. Ia melakukan dua penyelamatan untuk memastikan wakil Bundesliga tersebut tidak mendapatkan momentum untuk bangkit.
Ketangguhannya menjadi fondasi bagi barisan penyerang Villa untuk unjuk gigi. Gol-gol spektakuler di babak pertama dari Youri Tielemans dan Emiliano Buendía meruntuhkan perlawanan Freiburg, sebelum Morgan Rogers mengunci kemenangan lewat gol ketiga sesaat sebelum laga berjalan satu jam.
Raja Trofi dan Kecemasan Piala Dunia
Bagi Unai Emery, kemenangan ini mengamankan gelar Europa League kelimanya yang sekaligus memperpanjang rekor pribadinya sebagai raja mutlak kompetisi ini. Sementara bagi Martinez, hasil ini menjaga rekor impresifnya yang selalu memenangkan setiap final mayor yang ia lakoni, baik di level klub maupun negara, sebuah catatan emas yang mencakup FA Cup, Copa América, hingga Piala Dunia FIFA 2022.
Baca juga: Usai Juara Europa League, Emery Desak Aston Villa Tatap Panggung Elite Eropa
Dampak fisik dari cedera tersebut nyaris tidak terlihat selama perayaan pasca-pertandingan. Martinez terlihat melompat ke arah lautan suporter Villa yang bertandang dan menggendong Emery di pundaknya, seolah mengabaikan tangan kanannya yang dibalut perban tebal.
Meski begitu, kabar ini dipastikan memicu gelombang kecemasan ribuan mil jauhnya di Buenos Aires. Mengingat Lionel Scaloni tengah bersiap mengumumkan skuad Argentina untuk Piala Dunia mendatang, tim medis tim nasional akan memantau hasil pemindaian Martinez dengan sangat ketat.
Skuad Albiceleste dijadwalkan memulai misi mempertahankan gelar mereka bulan depan melawan Yordania, Aljazair, dan Austria, dan absennya sang nomor satu dalam jangka waktu lama tentu akan menjadi pukulan telak.
Namun untuk saat ini, malam ini sepenuhnya milik publik West Midlands. Tujuh tahun lalu, Aston Villa masih tertatih-tatih di kompetisi Championship; hari ini, mereka adalah juara Eropa dengan kompetisi Champions League yang sudah menanti musim depan. Dan dalam diri Dibu Martinez, mereka memiliki seorang penjaga gawang yang rela mempertaruhkan tubuhnya demi memastikan mereka sampai di sana.